You Now Here »

Sistem Zonasi Kebijakan Ngawur Yang Perlu Dikaji Ulang  (Read 93 times - 35 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,055
  • Poin: 20.131
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sistem Zonasi Kebijakan Ngawur Yang Perlu Dikaji Ulang
« on: June 24, 2019, 03:02:06 PM »




cak yadi:
Sistem zonasi itu baik. Tapi untuk dapat diterapkan dengan mulus maka harus ada syaratnya
1. Terjadi distribusi sekolah secara merata di setiap zona, artinya setiap kelurahan terdapat sekolah  (mirip SD yg ada di setiap kelurahan)
2. Kualitas guru-guru seimbang (dg memberikan pelatihan yg berkelanjutan)
3. Fasilitas sekolah juga seimbang
Apakah ke 3 syarat ini terpenuhi baru melaksakan zonasi? Kalau ke 3 syarat menuju ke arah yg benar meski belum terpenuhi 100%, maka sistem zonasi boleh dilaksanakan.

Jika melihat berita yg ada di kota kota yg kisruh ternyata diatribusi sekolah tidak merata

NID 2017:
kisruh ini terjadi karena kurang sosialisasi saja bwt para orang tua yang malas mencari informasi,

untuk yg nomor 1. zonasi sudah mengakomodir masalah tersebut
2. sertifikasi kompetensi guru rasanya sudah berjalan meski kurang disana sini
3. fasilitas sekolah yg kurang seimbang ( saya merasa disaat sekolah favorit, orangtua bnyak diminta iuran pastilah prasarana akan lebih baik, lain hal dengan yang non favorit dimana sebagian besar orangtua tdk mampu dimintai sumbangannya
4. kekecewaan orangtua adalah percuma anak belajar & mengikuti bimbel klo ujung2nya masuk sekolah yg bukan pilihannya, saya menarik kesimpulan bahwa selama ini anak belajar & mengikuti bimbel karena target masuk sekolah pilihan bukan karena anak ingin menjadi pintar,
logikanya adlh ketika anak pintar masuk sekolah non favorit seharusnya dia mampu menjadi yagn terbaik dan bisa mengangkat nama sekolahnya,
yang kisruh itu muridnya atau gengsi orangtua nya ?

august ballers:
nah ini bener saya setuju,, memangnya sekolah yg bukan favorit tidak bisa jadi favorit,, semua harus saling mendukung baik guru, orang tua maupun murid,, percuma juga jika sekolah favorit diisi dengan para orang tua yg berpikir gensi atau cuman demi mengejar predikat masuk sekolah favorit doang,, lama2 seiring berjalannya waktu prestasi sekolah tersebut juga bakalan turun dan parahnya sekolah favorit ini jadi acuan sekolah2 yg lain bukannya makin maju tp malah makin merosot kualitas pendidikannya secara menyeluruh.

nihayatur rohmah:
Sepakat

Raff:
Saya setuju untuk menghilangkan stigma sekolah favorit tapi bukan dengan system zonasi, tapi mengusahakan dengan meningkatkan semua sekolah menjadi favorit.
Mungkin salah satunya yang bisa dicontoh dari India adalah diawali dengan memulai untuk melakukan pemerataan bahasa pengantar pembelajaran wajib menggunakan bahasa Inggris.

DW_15:
Kalo begitu harus dimulai dari peningkatan kualitas guru dulu dan pemerataan fasilitas penunjang proses belajar mengajar, lalu dilanjut kurikulum, standar penilaian dan peningkatan mutu,
Hmm kok banyak ya ternyata ????

Raff:
Setelah kurikulum terpenuhi, ternyata kualitas gurunya belum terpenhui.
Setelah kualitas guru terpenuhi, ternyata tunjangan gurunya belum terpenuhi.
Setelah tunjangan guru terpenuhi, ternyata fasilitasnya belum terpenuhi.
Setelah fasilitas terpenuhi, ternyata kemampuan orang tua muridnya belum terpenuhi.
Setelah semua syarat terpenuhi, ternyata muridnya yang tidak siap ??? ??? ??? ???

nihayatur rohmah:
Sip? ??? ??? ?????

kartika d.:
Saya justru setuju dengan zonasi karena radikalisme justru terjadi karena perbedaan prestige sekolah. Contohnya saja sudah ada dengan radikalisme total universitas, MI dan SMA ternama. Dengan zonasi pemerintah mampu mengontrol dan mengawasi ketat sistem pendidikan yang selama ini menjadi autonomi sekolah. Sistem zonasi juga mampu memberi celah pelarangan sistem monopoli / oligopoli perusahaan percetakan buku teks dan buku tulis.

Saya hanya ingin menambahkan agar sistem pendidikan mampu lebih efektif. Yakni dengan membiarkan siswa mulai mencari sumber ilmu dari internet yang dijaga oleh guru. Terapkan sistem pendidikan independen agar matanya pun terbuka terhadap dunia internasional. Juga ajarkan bahasa Inggris sejak dini, agar anak - anak mampu menjelaskan ilmu kepada orang tua yang buta aksara dan tidak bilingual. Kepada yang kurang mampu, belikan ipad / notebook murah yang walaupun memiliki kemampuan tinggi, mampu dicicil seumur hidup agar bisa melatih disiplin dan kebersihan.
Selain itu adakan tes bersama tiap tahun untuk penerimaan PNS dengan yang mendapatkan nilai tertinggi diharuskan untuk menjadi guru. Berikan juga gaji guru agar keluarganya nyaman dan berikan sistem promosi militer di mana siapa yang memiliki performance terbaik akan menjadi supervisor guru yang berkesempatan menjadi kepsek. Akutansi dan administrasi sekolah juga harus berasal dari kemenko yang diganti secara random setiap bulannya.

ZOE:
Revolusi mental dulu!

Cinta:
setuju....sepakat....

.:M:.:
Setuju.. negri ini darurat revolusi pendidikan nasionalnya...

Susah yaaaaa mengadministrasi keadilan sosial (dalam berbagai aspek)..

Karena etos kerja, integritas dan visioner, sempat berharap Bu Susi atau Pak BTP jadi kemendikbud.

BigPapa:
lebih setuju untuk menyamakan kurikulum, untuk pengantar bahasa inggris bisa di hari-hari tertentu saja

Zeffanya N Zeevanka:
Setuju sistem zonasi krn adil bagi siswa yg berada dizona tsb. Bila merasa nem bgs tapi diluar zona bisa lewat jalur prestasi, byk koq Anak teman msk smpn lewat jalur tsb.

Roedy Siswanto:
Tantangan yg dari tahun ketahun terjadi Dan blm Ada mendiknas yg bisa menyelesaikan ....sangat konyol menurutku .

Cinta:
Saat ini sikap anak muda Indonesia yang paling mengenaskan adalah lemahnya effort. Malas sekali. lebih suka mencari hiburan-hiburan instan karena kurang diajari memiliki MIMPI dan sekuat tenaga dan pikiran mengejar MIMPI tersebut. Sekolah hanya dipandang sebagai hal yang menyulitkan saja.

muhamad tok:
Bikin poling dong seword..masalah zonasi sekolah..kalo sy sih gk setuju...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sistem Zonasi Kebijakan Ngawur Yang Perlu Dikaji Ulang yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/sistem-zonasi-kebijakan-ngawur-yang-perlu-dikaji-ulang-L6JZ4yuBpJ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: