You Now Here »

Sebenarnya Kita Tidak Percaya Kepada Tuhan  (Read 125 times - 42 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,037
  • Poin: 20.113
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sebenarnya Kita Tidak Percaya Kepada Tuhan
« on: June 25, 2019, 01:00:03 AM »




Tony Gede:
Kalo saya, yg saya ga percaya justru cerita ini.  Bergantungan dngn tangan semalaman sampai pagi di dahan pohon?

Sejam aja tangan udah mati rasa, nafas juga susah krn leher lama2 tercekik tangan dan bahu sendiri... ????

Edwin Hendra Kusuma:
Jadi ingat salah satu koan dalam ajaran Zen yang disampaikan oleh Xianyan Zhixian pada masa dinasti Tang:


Seorang bhiksu bergelantungan di dahan pohon yang tinggi dengan cara menggigit dahan itu. Mendadak ada seorang yang lewat dan bertanya kepadanya, "Apakah makna tertinggi dari Dharma?". Si bhiksu tentu saja menghadapi dilema. Kalau dia tidak menjawab, berarti mengingkari dharma, apalagi dia seorang bhiksu. Kalau dia menjawab, dia harus mebuka mulut dan melepaskan gigitannya ke dahan dan akan jatuh dan mati. Bagaimana dia bisa menyelesaikan dilema ini?


Seingat saya, yang bisa menjawab waktu itu adalah bhiksu Zhao dari biara Hu Tou, kurang lebih begini,"Nggak perlu kita pedulikan bagaimana dia harus memecahkan dilema itu. Lebih baik kita bertanya, ngapain juga orang itu bergelantungan di dahan pohon tinggi dan pakai gigi pula???"

Syafei Gunawan:
ngapain mempermasalahkan hil yang mustahal hehehe

Roedy Siswanto:
Kan penulis sdh nyebut bukan cerita fakta om hehehehe.

Tony Gede:
Herannya klo komentar saya yg salfok begini malah ada bbrp temen2 yg nimpalin.

Giliran komentar yg serius, cuman diupvote doang? ??? ??? ?????

Yukka:
Kalau Tuhan dilihat dari segi keilmuan, pada masa depan akan dibantah lagi dengan instrument dan argument yang lebih modern ????. Sejarah mencatat hal serupa selalu terjadi dimana segelintir orang mulai mempertanyakan keberadaanNya dalam konteks kepercayaaan.  Sebagian menyebutnya kemajuan, tapi sebagian menyebutnya kebatilan.

Keberadaan Tuhan kalau buat saya pribadi adalah hal yang tidak boleh diragukan lagi. Namun pilihan untuk percaya atau tidak kepadaNya Kan kembali kepada manusianya yang diberi akal budi dan kebebasan untuk memilih. Termasuk dalam hal ini memilih untuk percaya atau tidak.

Bicara soal iman yang menyangkut kepercayaan seseorang tidak bisa hanya dilandaskan pada satu atau dua hal saja seperti misalnya literatur sejarah atau lembaga lembaga keagamaan. Bahkan untuk sebagian orang, sekedar kitab suci saja tidak cukup meyakinkan. Padahal di dalamnya sudah tertulis tentang Tuhan dan ajaran ajaranNya.

Percaya pada Tuhan kalau buat saya adalah hasil dari proses perjalanan iman, perjalanan mencari kebenaran. Tapi Kan yang benar menurut saya kan belum tentu benar menurut yang lain yaa. Dan saya mah apa atuh, cuma setitik debu diantara ciptaanNya..cuma manusia biasa. So who am I to judge others yang memilih untuk tidak percaya? Memangnya saya siapa bisa menghakimi mereka hanya berdasarkan kepercayaannya ? Berbeda atau sama toh tetap saja manusia yang harus hidup berdampingan, tidak bisa sendirian? ???

Maaf bawel yaa..Mari minum teh dulu ????

Alexander David ™️ ✅:
Mantap sis... Cheers ????

si memble:
Ceritanya mengandung filosofi yg dalam.
Jika dicerna kebih lanjut, keadaan gelap gulita menggambarkan jalan buntu bagi logika manusia karena tidak dapat mengakses informasi untuk mendapatkan solusi, itulah keadaan yg pada umumnya membuat banyak diantara kita yg minta pertolongan Tuhan.
Suka atau tidak, itulah sifat manusia yg mendulukan egonya.
Dari pengalaman pribadi, saran sy spt pepatah: 'ora et labora', bekerjalah semaksimal mungkin dgn mengikuti jalan yg benar, niscaya akan diberkati. Karena pemahaman sy, doa itu bukan cuma waktu kita beribadah tapi juga tercermin dalam laku kita sehari-hari.
Sy pribadi tahu jalan yg benar yg sesuai dgn agama, tapi sy dgn jujur harus mengaku bahwa hal itu lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. ????

Zeffanya N Zeevanka:
Iman diatas logika ...

Kang Daniel:
harus itu... "Percayalah meski kamu tidak melihat.." bukan begitu?

hoetomo:
Cuma ada yang saking percayanya adanya Tuhan mereka mau menopoli untuk mereka sendiri.

Delavian Panggabean Sidabutar:

(click to show)


trapman:
Jd ingat cerita di film hotel mumbai, oberei sang kepala chef mengatakan : "aku akan mendoakanmu" kepada turis tamu hotel dr rusia. Kemudian jawaban si tamu hotel tsb : "doalah penyebab masalah yg sekarang sdg terjadi. Mantap...!!!!

Syafei Gunawan:
Tolong ... Apa sih definisi Tuhan?

Alexander David ™️ ✅:
Definisi menurut KBBI : yang Mahakuasa. Setahuku Etimologinya dari kata Tuan, Tuhan itu tuan di atas segala tuan. Maha-Tuan. Tuhan tidak sama dgn Allah. Bagi beberapa orang, Tuhan adalah suatu Gelar / Attribut dari Allah.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sebenarnya Kita Tidak Percaya Kepada Tuhan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/sebenarnya-kita-tidak-percaya-kepada-tuhan-ifUmR01DLx

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: