You Now Here »

Sejauh Mana Kepedulian Presiden Jokowi Pada Dunia Pendidikan Indonesia  (Read 45 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,434
  • Poin: 18.510
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Robin:
Benar, dan dalam dalam berbagai kesempatan, Jokowi sering mengulangi kata kata tanpa beban. Apakah istilah tanpa beban ini termasuk keberaniannya merombak wajah pendidikan Indonesia? Atau just talking shit? Sungguh menarik menunggu implementasi "tanpa beban" ini.

Edwin Hendra Kusuma:
Memang bisa ditafsirkan ganda sih. Bisa aja itu artinya janji untuk all-out tanpa perlu deal politik dengan pihak manapun, atau bisa juga ditafsirkan bakal santai-santai aja karena toh udah gak perlu berprestasi karena udah gak bakal bisa dipilih lagi...

Robin:
Setuju

ninoy78:
hmm, mungkin mulai dulu dari pemilihan mendikbudnya? yang ga harus sebagai "jatah" dari organisasi masyarakat tertentu? trus, bukannya kalo pelita ini pembangunan SDM, pendidikan adalah kuncinya? untuk mengatasi radikalisme dan menumbuhkan nasionalisme yang benar kembali ya? Semoga pak Jokowi "berani" dalam hal ini. Membangun manusia jauh2 lebih susah daripada infrastruktur

Rebellious Black Swan? ??? ????‍? ???:
Pertama, jangan campur adukkan antara agama/keyakinan dalam dunia pendidikan (secara umum) kecuali jika pendidikan tersebut khusus untuk keyakinan/agama tertentu. Dasar hukumnya adalah free will, kebebasan yang dimiliki setiap individu untuk memiliki pemikirannya sendiri. Kedua, berilah ruang untuk setiap kelompok individu yang memiliki keyakinan yang sama untuk mewujudkan kebebasannya, di luar waktu dan ruang pendidikan secara umum. Hasilnya, diharapkan semua individu yang memilih untuk masuk ke dunia pendidikan melalui institusi manapun akan fokus hanya pada dasar ilmu yang bisa distandarkan oleh nalar atau logika ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan kepercayaan atau keyakinan pribadi yang jelas unik dan berbeda masing-masing individu. Moral pun bisa diajarkan (ditekankan) tanpa harus mengorbankan kebebasan setiap individu untuk memiliki keyakinannya. How, Mr. President?

Yukka:
Nicely said ????

Rebellious Black Swan? ??? ????‍? ???:
Thank you ????

Indri Giber:
Pendidikan mendapat porsi 20% dari APBN. Angka yg fantastis! Presiden berhak bukan hanya sekedar mencelupkan jarinya.  Bersihkan kemdikbud dari pengaruh ormas2 yg sejak dulu nongkrong disana krn alasan 'balas budi' politik. Banyak indikasi bahwa keberadaan mereka menimbulkan conflict of interest.

Setuju dgn penulis bahwa kementrian pusat tidak punya kontrol yg memadai terhadap pelaksanaan kebijakan di daerah. This explains mengapa ada disparitas kualitas pengajar & sistem pusat dan daerah, bahkan kota besar dan pedesaan dalam satu wilayah. Makanya saya sedih ketika ada yg ngotot betapa UNAS itu penting utk menguji standarisasi kualitas, tapi gak menyoroti secara konkrit masalah sistemik di daerah.

Faizal Dennis:
duit negara abis cuma buat bayar tunjangan guru yg punya sertifikasi saja. bayangkan 3x gaji tiap 3 bulan, udah itu anak murid libur mereka juga ikut libur dan masih dapat 100% gaji + tunjangan

violet lavender:
apakah ada sekolah Kristen (SD-SMA) yang siswinya berjilbab?
kalau tingkat Universitas memang boleh berjilbab, kalau gak boleh pasti diprotes.... pasti geret2 HAM...... tapi yg pasti kekurangan mahasiswa ....

Luaw:
Betul, di Dunia pendidikan memang agak kurang terasa ya greget nya, sementara pelajaran anak2 SD saja makin sulit dan makin membingungkan apalagi sistem pakai buku tema-tema segala, malah lebih enak ngajarin anak belajar kalo masih pake buku bidang studi. benar2 bikin pusing dan juga makin sering berubah ga jelas

zeroevo:
apa memang seharusnya kita pilih prabowo untuk mengatasi kebijakan ini?

Alamakkk:
Kalau solusi Prabowo gampang : yang gak setuju dan banyak koar-koar melawan kebijakan pemerintah = LENYAP

Prisca:
???? ????

Prisca:
Penggunaan Jilbab di negri klo gk salah pada jaman mentrinya M NUH...

Kemendikbud dari dulu sdh disusupi...  Ketika dimulainya pemakaian jilbab di sekolah negri rasa negri itu sebenarnya sdh hilang. Itu sebenarnya sdh merupakan warning....  Sayang sekali pemangku kekuasaan waktu dulu menganggap enteng hal ini.

Ini indonesia bung bukan ngarab

Faizal Dennis:
lah duit apbn kebanyakan habis untuk mbayar para guru yg katanya tersertifikasi.

ivanhoo:
mari kita tunggu kepemimpinan yang tanpa beban ini di periode kedua, apalagi di kemendikbud yg notabene nihil prestasi

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sejauh Mana Kepedulian Presiden Jokowi Pada Dunia Pendidikan Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/sejauh-mana-kepedulian-presiden-jokowi-pada-dunia-pendidikan-indonesia-x6hFBBquJr

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: