You Now Here »

Arabisasi Pantai Pisah Gender Banyuwangi Saya Bersama Kajitow  (Read 59 times - 71 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,506
  • Poin: 18.582
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Rini:
Penyesalan tidak akan hadir duluan. Pantai pisah gender seolah merupakan suatu tatanan ideal dan kepatuhan yang didasarkan atas suatu penafsiran. Padahal kisah masa lalu menceritakan bahwa tidak ada pemisahan antar gender, lihat kisah ttg nabi Adam. Pemisahan ini di masa depan berpotensi menimbulkan ketidaksetaraan gender dimana kaum perempuan  akan menjadi manusia terpinggirkan, padahal mereka adalah manusia2 yang (baik sedang maupun akan menjadi ibu) merupakan orang yang harus dihormati dan disayangi (lihat hadis nabi : ibumu .... ibumu .... ibumu). Oleh karena itu kembali kepada diri masing2 apakah masing2 dari kita sudah merasa lengkap pengetahuannya ataukah hanya terdorong nafsu saja ? Bayangkan 30 tahun kemudian, bagaimana anak cucu kita memandang kaum perempuan ? Jangan jangan mereka akan memandang kaum perempuan sebagai beban saja sehingga kita kembali ke jaman jahiliyah dimana bayi perempuan dengan mudahnya mereka kuburkan hidup hidup. Pakde dan jajarananya, mungkin di bawah komando gubernur Jatim ibu Khofifah mohon agar bijak menangani hal ini ......

Parto Suparto:
Begitu agung dan luhurnya budaya leluhur kita malah ada yang semangatnya membidahkan, Bukan esensi Islam yang disebarkan malah budayanya, negara jazirah Arab bergerak kearah kehidupan modern dan ada bangsa NKRI bangga dengan ketololannya mungkin efek minum kencing onta. Perempuan arab berjuang agar dimanusiakan dan sudah tercapai walau baru sedikit sekali secara angka. Sekarang sudah bisa menyetir sendiri, bersekolah, berkarir seperti perempuan dibelahan bumi lainnya, bahkan jadi pilot. Dibandingkan dengan sebelumnya paling mentok sama dengan pria dengan membawa bom bunuh diri. Ingat lebaran tahun ini ? Gabener dengan bangganya membawa DKI kembali kejaman jahiliah (tidak bisa membedakan manfaat dan mudaratnya), dengan gelar doktor juga tim tgupp yang dibayar mahal keringat warga DKI. Kalau kita mau baca sejarah, setiap agama yang kita kenal saat ini lahir dan berkembang pada daerah yang pola kehidupan masyarakatnya saat itu tidak ubahnya dengan binatang, juga dengan Islam yang pada saat itu kita kenal jaman jahiliyah. Budaya seperti itukah yang mau kita gapai dengan bertopeng agama?

Rini:
Budaya nusantara adalah budaya yang terbukti mumpuni melewati kesulitan alam selama jutaan tahun. Budaya niscaya akan mewakili lingkungan yang didiaminya, Negara Arab (sohib amerika) yang telah berubah kondisi lingkungannya dari gurun pasir menjadi megapolitan pun mulai  mengubah budayanya seperti diuraikan mas Parto. Nusantara yang lingkungannya maritim dan bercocok tanam apakah bisa mengadaptasi fashion Arab ? Bagaimana caranya petani nusantara bekerja di sawah atau kebun menggunakan daster ? Mereka kaya dengan minyak buminya sementara nusantara kaya dengan tanah dan air. Dua jempol buat Bali yang terbukti mandiri dengan bersikeras memelihara adat istiadat dan budayanya sehingga sejajar dengan kota kota pariwisata internasional lainnya. Saat energi listrik sudah menjadi pengganti minyak bumi apakah Arab masih memiliki kekayaan ? Mudah2an pembaca seword paham mengapa Arab memperbesar kuota haji buat NKRI ....

Wenas:
Walah...aku setuju & dukung Kajitow lah...woles ae mas Kaji...anda benar

Akbar-NM:
Mangkanye mari cekal wan abud dari mimpin di seluruh negeri NKRI, jgn kasih ruang saat ini :D

Leo Nardo:
Halah...pusing amat! Biarkan saja mereka mau bikin pisah gender sesukanya. Bila perlu kita juga dorong mereka buat mereka sendiri seperti
Jalan raya pisah gender
Rumah dan komplek perumahan pisah gender
Pasar pisah gender
Sarana olah raga pisah gender
Sekolah pisah gender
Tempat kerja pisah gender
Rumah sakit pisah gender..
dll

Pokoknya, seluruh aktivitas kehidupan, dorong mereka untuk pisah gender dan lihat nanti, mereka sendiri akan mengalami alienasi.

Parto Suparto:
Kiyai kita tidak pernah memberikan tausyah surga itu juga dibagi dua antara pria dan wanita

Paijo:
padahal di Bali sering kali banyak lelaki berbaju ala PKS ikutan mantai di sanur atau seminyak, sambil cuci mata lihat bule-bule berjemur.

Parto Suparto:
Aslinya kan memang islam itu hanya untuk topeng saja, kelakuan mah jahiliyah juga

Daniel Toba:
Budaya Nasional Orisinal Indonesia Sudah Mulai Terpinggirkan Oleh Budaya Arabic Karena Kuatnya Tuhan Tenggorokan Berkeliaran Di Bumi Nusantara..

rohan 212:
Itu namanya tolol bersyariah Om. Peradaban manusia yang sudah sedemikian majunya, eh malah masih ada yang terobsesi kehidupan primitif abad ketujuh yang pemimpinnya saja masih buta huruf.....

nasionalis asli:
Di Dubai pake bikini dan campur biasa aja tuh.
Di Bayuwangi tiba2 muncul orang2 dari abad 7.
Kapan bisa maju kalau melawan syahwat sendiri saja tdk becus.

Kimjongun:
Agak berat nulisnya; arabisasi=islamisasi? Negara kita dasarnya pancasila, sekiranya pada lupa, seharusnya penguasa tidak mengkotak-kotakan.

si memble:
Cuma pengen tau aja, kalo yg pisah gender itu pantainya, trus kalo berenang di laut boleh campur lagi ga ya? ????

Rini:
Pertanyaan brilian ....

Padu Delima:
Kesetaraan gender sudah selesai isunya di bagian lain bumi bulat,hanya di bumi datar di gali (explore)

Yukka:
Bikin rusuh aja. Ndak percaya diri sama imannya ya begitu jadinya.

Seperti mengajarkan anak Kita untuk hati hati jangan sampai diperkosa, tapi tidak mengajarkan anak kita untuk tidak memperkosa. Dengan pemikiran yang sama itulah Kita tidak pernah maju.

Maaf yaa kalau ekstrim perumpamaannya.

TUgiyo:
Bukan extreme tapi logis, kalo ga mampu nahan hawa napsu pindah negara saja jangan negara yg sdh baik2 mau diorat arit ala ISIS.

kartika d.:
Lagipula percuma saja karena nantinya berita ini pun akan hilang ditelan bumi......

kartika d.:
Yang menjadi pertanyaan apakah dengan menulis artikel tersebut dapat dikatakan sebagai Islamophobia ? Apakah menunjuk kepada sesuatu yang terlau berbau gamis berlebihan dapat dikatakan sebagai bentuk Islamophobia ? Bukankah Islamophobia hanya terkait mengenai pelarangan hak individu dalam memilih berekspresi dalam kehidupan beragamanya ?

TUgiyo:
Islamphobia harinya ini sdh basi sdh kehilangan maknanya karena seiring waktu ungkapan tersebut dipake sebagai tameng buat kaum radikal memaksakan kehendak mereka. Contoh saja di negara2 barat hari ini ungkapan itu sdh seperti kehilangan arti tg dulunya cap itu sangat ditakuti seperti tuduhan rasis tapi hari ini sdh tidak ditakuti seperti dulu, orang berani membantah tuduhan tersebut.

.:M:.:
Wah semakin di steril, semakin lemah pertahanan 'hawa nafsu', semakin tinggi resiko agresifitas..

Semakin mengkerdilkan kemampuan XY mengelola ego -hawa nafsunya, nanti lihat kulit kaki XX sedikit bisa langsung nga*e**...

Padahal kebudayaan Indonesia, ada pakaian adat yang cukup terbuka, dan biasa aja tuh..karena terbiasa menjaga etika.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Arabisasi Pantai Pisah Gender Banyuwangi Saya Bersama Kajitow yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/arabisasi-pantai-pisah-gender-banyuwangi-saya-bersama-kajitow-xZUZjT2a6g

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: