You Now Here »

Politik Sang Bupati Devide Et Impera Ala Kompeni  (Read 86 times - 75 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,090
  • Poin: 20.166
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Politik Sang Bupati Devide Et Impera Ala Kompeni
« on: July 01, 2019, 02:31:47 AM »




Paijo:
Saya salah satu orang yg mungkin terekesan dgn sdr azwar anas krn orang BWI sendiri merasa ada kemajuan di bidang ekonomi sejak anas jd bupati. Industri pariwisata sdh menggerakkan ekonomi warga, BWI yg dl hanya sekadar tempat transit ke Bali, sekarang jd primadona baru buat para pejalan. Tak hanya eksotisme kawah Ijen, alas purwo atau baluran, BWI mulai kondang dgn aneka festival budaya n wisata.

Namun lama tak ke BWI, sy baru tau kl BWI semakin syari, setidaknya di sebuah pantainya seperti kata mas Kaji.

Sy sendiri tdk setuju dgn cara2 eksklusifitas seperti ini. Pantai bagi sy adalah ruang publik milik bersama, seperti pantai pulau merah di BWI yg selalu mempesona pengunjungnya.

Sy berharap sdr Anas bisa mawas diri, bahwa menjadi taqwa dan bermoral tak harus menjadikan pantai jadi syari. Sy tidak bs bayangan ada orang sekeluarga tidak bisa mantai bareng gegara beda kelaminnya.

Pantai adalah perkara piknik, bukan perkara kelamin. Sebaiknya Anas bs meningkatkan fasum di pantai, seperti wc umum, lampu, walking path, dll. Toh kalau takut ada hal2 yg tdk tertib bisa diberlakukan patroli satpol pp, atau pantai bs di tutup after sunset. Jadi ga ada yg bs ngurusin kelamin di gelap2 malam di pantai.

Gede Yasa:
OOh...ini bupati pengelus paha mulus :-)

.:M:.:
Perempuan di-sprei-in = keTIDAKmampuan XY mengelola hawa nafsunya melihat keindahan XX (atau mungkin xy).


(click to show)

Tadi nonton dokumenter tentang  desa adat Ciptagelar, menunjukkan bahwa peradaban kita (Nusantara) luar biasa kaya; ilmu, kebijaksanaan, kearifan lokal.

Jatidiri bangsa, berbudi luhur dengan peradaban tinggi serta makmur, ini yang mau dijauhkan/dipudarkan, dipikir kita mikir, padahal lagi ditumpulkan logika warisan DNA Nusantara. Supaya apa? Mereka yang haus kekuasaan, mau menguasai kekayaan (SDM, ekonomi) si 1% tidak terusik (hidden) agendanya, karena masih banyak yang tersimpan (disimpan leluhur sampai 'waktu'nya) dalam 'bumi' pertiwi.

Daniel Toba:
Miliaran Hektar Tanah Rakyat Dirampas Belanda Untuk Trans Darat KA Pelabuhan Udara Laut Perkebunan dll, Tanpa Ganti Rugi Kepada Rakyat..
Demikian Juga Kerja Paksa Tanpa Upah..
Nyawa Rakyat Indonesia Berguguran Untuk Satu Tujuan, Takbir:
Merdeka (Merah Darah) atau Mati (Putih)..

Namun Perjuangan Rakyat Indonesia Disejajarkan Dengan Pemberian Setapak Tanah dan Rumah Petak di Jalan Proklamasi Jakarta, Sumbangan Orang Arab Kepada Pemerintah Indonesia..
Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Di Arabisasi dengan Pemberian Sepetak Rumah..

TUgiyo:
Masuk mas eko...sedang warga keturunan tionghua yg ikut andil juga banyak tp dihilangkan dari sejarah gara2 ga seiman....wkwk

FAUZi:
Tulisan yang sangat bagus...

Keep the good work

rudi sasongko:
inilah akibat dari pelajaran sejarah tentang Indonesia dimasa lampau dihilangkan... HTI sdh nyusup kemana-mana...  bikin emosi dan kerutkan dahi... cari solusi.. cmn ga nemu nemu... entahlah... gmn nanti nasip anak turunku... semoga saja kehidupan di negeri ini semakin menuju ke arah kebaikan... kebersamaan dalam kebinekaan...

FAUZi:
Hanya kalau Pak Dhe mau segera bertindak dengan tegas...

kalau tidak ku kecewa Pak Dhe hari ini dilantik

Hinamata:
termasuk juga pelajaran budaya daerah yang dihilangkan dengan masif. tanyalah ke anak anak kita di lingkungan pendidikan dasarnya, adakah budaya daerah asalnya ditanamkan? pelajaran bahasa daerah misalnya. sangat terasa saat ini karena rakyat Indonesia banyak tak sadar akar rumput nya bukan dari Arab sana,,, jadi nya yaah,,,,arab,,,pati jelas

Leo Nardo:
Mantul, Kang Mas! ????

Eddy Lou:
yg aneh si anas kan kader pdip..?  apa dia udah berubah jd radikal..?

Hinamata:
kalau air mendidih melepuh sudah tuh mereka... setuju bung.

Segalanya Baik:
Mendukung penuh tulisan anda sob.

Prisca:
Ini tulisan yg paling saya tunggu...

Banyuwangi kok bisa sampai spt itu.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Politik Sang Bupati Devide Et Impera Ala Kompeni yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/politik-sang-bupati-devide-et-impera-ala-kompeni-PpROZFwACE

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: