You Now Here »

Benarkah Cadar Itu Budaya Dan Tidak Memiliki Nilai Ibadah  (Read 69 times - 89 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,055
  • Poin: 20.131
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Benarkah Cadar Itu Budaya Dan Tidak Memiliki Nilai Ibadah
« on: July 01, 2019, 09:22:11 PM »




TUgiyo:
Kalo menurut saya budaya cadar itu menghilangkan sisi humanisme.seolah2 wanita itu kutukan bagi kaum pria yg ga bisa jaga napsu. Kalo menurit saya itu bagian dari budaya barbar gurn dimana manusia tdk diajari menahan hawa napsu sampai menganggap wanita hanya sebagai alat pelampiasan napsu saja.
Contoh nyata ya kasus pelecehan seksual yg dilakukan imigran dari afrika utara dan timur tengah di eropa...jangan bilang kalo orang protes prilaku mereka bilang islamphobia karena itu bukan agama tapi budaya. Budaya yang menurut saya sangat barbar dan tidak patut ditiru.

FAUZi:
Tulisan bagus dan mencerahkan, namun aku berpegang pada ajaran fihak yang menyebarkan Agama Islam di Tanah jawa ini, para Wali Sanga

Sebagai pihak yang menyebarkan agama, apalagi pada masa awal, para Wali melakukan kulturasi budaya dengan amat harmonis, disesuaikan dengan adat budaya setempat, dan sampai 1998 jilbab / hijab pun belum marak ..

Kini budaya nusantara makin terkikis dan lenyap ditelan indoktrinasi budaya gurun pasir, apakah para Wali salah mengajarkan ? atau indoktrinasi yang kelewat batas dengan tujuan merusak budaya nusantara yang harus kita lawan ?

Kapan lagi melihat Wanita Jawa nan anggun dengan rambut disanggul indah, dengan kebaya bercorak yang eksotis...

Akankah semua itu lenyap ?



(click to show)
 
(click to show)


rudi sasongko:
kebaya... dan budaya asli nusantara... malah bnyk dilirik oleh orang asing (BARAT) no ARAF yaaa... mereka malah mempelajari, mengagumi dan ada yg meng-uri-uri atau melestarikan malah... semoga masyarakat banyak yg sadar..........

Parto Suparto:
Terus pakai cadar nanam padi dan ke ladang, pakai daster membajak sawah.
Lucu nya senang Selfi, lha yg dilihat orang apanya gitu.......
Dengan melihat kecantikan, keanggunan, pakai kebaya misalnya kita mensyukuri atas ciptaan sang khalik, bukan terus niat memperkosa. Ada Orang yang otak bejat harus memaksa orang lainnya tersiksa,  dianya saja yg dikebiri malah nyalahin orang lain dengan otak kotornya.

Yukka:
Terima kasih buat artikelnya. Terima kasih buat ulasannya Karena jujur buat saya yang tiap hari dikatain kafir, ini seperti pengetahuan tambahan yang menenangkan melalui opini Mbakyu.

Awas nanti saya beliin teh kalo sampe ketemu di jalan ??? ??? ??? ???

Matur sembah suwun, Mbakyu ??? ?????

Hima Bintu Madani:
Sami2 mbak.. monggo laah kalau cuma teh manis ??? ?????..
Ohya udah baca tulisan sya yg sebelumnya ttg eyelash extension?

Yukka:
Maksudne..Aku sing tuku teh ne buat Mbakyu heheh

Baca kok soal eyelash extension itu. Cuma ndak tertarik nyoba Karena kacamatane tebel. Trus kata suamiku, mataku udah besar kan nanti Kaya komik jepang ndak proporsional.  Entah bener kata hatine ngono..entah males disuruh bayarin ????

Indri Giber:
Menurut data historis pre-islamic, asal mula kerudung/hijab punya alasan praktikal. Kerudung dikenakan untuk membedakan wanita bebas dengan wanita budak. Dahulu jika perempuan keluar malam, misalnya untuk buang air (krn di perkampungan tidak ada toilet pribadi), seringnya mereka diperkosa. Tapi dgn kerudung, para lelaki tahu kalau perempuan itu bukan bukan budak, bisa di gampar keluarganya kalau sampai mereka diganggu. Tradisi ini berlanjut sampai muncul yahudi,islam,dst.

Awam Wahono:
apa ga bikin ribet saat wudlu dan sholat kalau pakai cadar ?

Prisca:
Yang jelas klo wanita bercadar
sosialisasinya ya hanya dg kaum bercadar......

Samson Hakim:
Tulisan bagus. Bisa jadi referensi. ????
***
"...bahwa manusia itu ibarat sebuah teko, apa yang ada di dalam diri kita itulah yang akan kita keluarkan." ♥️
***
Setuju, cadar adalah budaya, terutama bagi yang hidupnya di wilayah gurun pasir untuk melindungi Mata. Maaf Kalo Salah.
***
Simpulan; saya putuskan tidak Akan makai cadar ????

Makasih

firman proindo:
Burkini jg apa sesuai syariah Islam?, kan termasuk pakaian renang yg ketat dan menonjolkan lekuk tubuh wanita

Julius DS:
Tentang cadar dan sunat sebenarnya baik dipandang dari sisi agama.

Tetapi dari segi humanis anatomi tubuh adalah sangat bertentangan sama sekali.

Perbedaan jenis kelamin dan bagaimana itu diciptakan, sehingga ada ketertarikan satu sama lain sehingga terjadi proses untuk pengembang biakan keturunan....

Seperti halnya alasan sunat untuk kesehatan adalah kebohongan secara nyata apabila dilihat dari fungsi anatomi dari kulit katan itu sesungguhnya.

Demikian halnya yang bercadar komplit akan menjadi kejanggalan nyata ditempat yang membutuhkan kelincahan dalam beraktifitas....

Apapun itu spt Cadar, sunat, cingkrang, jenggot, kepala dibotakin spt biksu dsb apabila atas nama kerohanian agama, maka akan menjadi kebenaran yang tidak bisa diperdebatkan dan mutlak bagi pemeluk yang sepaham dgn hal tsb.....

Menurut pribadi seh gitu

rudi sasongko:
klo sunat.. ohh itu kayak nya harus.... karena dengan sunat kita sebagai MALE utk membersihkan cukup hanya dengan dicelup aja... kalau tdk sunat kan msh ada 'kulup' atau kulit lebih yg nutup dan itu bisa jadi sarang kuman.. mo bersihkan jg repot.. kurang cepat maka waktu ga bisa crot celup bilas lap...  xixixixixixix... amit amit...

Sniper of Siantar:
Saya sudah pernah dengar dan kini disegarkan lagi oleh mba Hima.
Tidak untuk menjadi sebuah dasar dari prinsip apalagi ideologi..hanya menguatkan apa yang saya pahami selama ini.

Sandy Andreanus:
Mengenai cadar rasanya semua suku yg hidupnya berdekatan dengan gurun / padang pasir banyak menggunakan cadar biar ga kemasukan debu mungkin awalnya diciptakan begitu.. Suku2 tibet, mongol, india pakistan

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Benarkah Cadar Itu Budaya Dan Tidak Memiliki Nilai Ibadah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/benarkah-cadar-itu-budaya-dan-tidak-memiliki-nilai-ibadah-yzD1aPEy0O

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: