You Now Here »

Jihad Poligami Mengawini Janda Tua Miskin Atau Janda Beranak Banyak  (Read 33 times - 111 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,480
  • Poin: 18.556
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




.:M:.:
Maaf ya agak keras

Mengikuti kemauan pen*s =
ketidak mampuan menguasai hawa nafsu - amarrah bissu =
hanya berkutat di perjuangan materi/fisik semata =
tidak bisa lanjut ke tingkat perjuangan spiritual =
rajin ritual ibadahnya buat apa? =
bagaimana mengenal TuhanYME kalau tidak menguasai perjuangan spiritual =
Ikuti ajaran siapa kalau bukan ajaran-Nya?

Firman-Nya disuruh pakai akal buat jadi wakil-Nya di muka bumi berlandaskan kasih sayang-Nya (mampu mengelola ego, untuk mengabdi pada kepentingan pihak lain / bukan diri), bukan buat ngakal2in demi kepentingan sendiri (egois).

Parto Suparto:
Satu istri saja keluarganya belum makmur, malah mau 2. Kualitas yang paling penting bukan kuantitas, fpi diikutin pemda ya bakal kacau. Banyakin anak kayak marmut, pola fikir jahiliyah lagi. Kita boleh mengikuti kelebihan suku batak (yg jeleknya jangan ya he...he,,,) semiskin apapun hampir bisa dipastikan lulus sma dan angka usia pernikahan rata-rata diatas 23 tahun yg perempuan dan laki-laki diatas 25 tahun, tingkat perceraian rendah.

Jangan baru mens dikawinkan, syarat minimum agama memang itu tapi kan akal manusia harus dipakai

.:M:.:
Hahaha gpp..ada plus minus ko..
Suami saya keturunan Batak.
Pola didiknya ya rasional.

Setuju dengan pendapat Anda.
Ngurus anak bukan cuma kasih makan terus gede. Ada tanggung jawab moral yang besar, memfasilitasi pembentukan karakter, untuk modal masa depannya. Siap menhadapi tantangan dinamika hidup sekaligus menjaga diri sebagai hamba-Nya tanpa terbawa arus.

Cinta:
Hal ini masalah pelik karena persepsi dan tafsir ada banyak. tidak ada kesepakatan. maka jika menuruti satu per satu tafsir dan alasan maka yg terjadi adalah keributan belaka. Karena definisi ADIL tidak jelas alat ukurnya dan tidak jelas SOPnya. Kalau kemudian stlh poligami terjadi ternyata TIDAK ADIL lalu bagaimana tindak lanjutnya? ???,, apakah wanita boleh melaporkan sbg tinda pidana???. Kontrolnya bagaimana dong bagi pria2 yg telah melakukan poligami???.
Maka, walaupun Aceh memiliki otoritas sendiri mengenai aturan hendaknya mendagri menjadi filter yg sangat selektif.
Oleh karena permasalahan di Aceh adalah pemberdaayan SDM, maka perlu upaya yg harus dilakukan supaya para wanita tidak tergantung dg  pria.
Jika wanita yg mampu mandiri tentunya akan menunda usia pernikahan dan kebanyakan ogah jadi istri siri.
Jika para wanita usia produkti disana tidak ditingkatkan kualitas SDMnya sehingga mampu mandiri maka harapan satu2nya hanyalah menunggu dinikahi oleh pria.
PR besar bagi kementrian pemberdayaan wanita untuk membangun SDM wanita Aceh.

Oen:
Janda tua miskin ada anak , sudah oversize lagi kaga la yauw , maunya perawan tingting , cantik , punya penghasilan , masih standard ini baru oke Oce croott.

Juan:
skenarionya sudah jelas:
1. kawin cepat, beranak minimal tiga atau empat. sambil diiming-imingi "anak bawa rejeki".
2. dari semua keluarga yg 'terjerumus bisikan syurga' itu, ndak mungkin semuanya akan hidup sejahtera. pasti ada yg pas-pasan. kemudian berhembuslah narasi "semua salah pemerintah pusat".
3. rakyat terprovokasi, ditambah tekanan hidup (yg sebenernya karena ulah mereka sendiri & para pembodohnya), demo lah besar-besaran menuntut ke pusat atau referendum merdeka. kisah nostalgia "Aceh menyumbangkan ribuan ton emas untuk kemerdekaan NKRI" akan digaungkan sampai pada budeg.
3. setelah pisah, maka naiklah para elite yg selama ini sudah membohongi rakyatnya ke tampuk kekuasaan.
4. fast forward 10 years, and welcome to the 'little Africa' in Indonesia. akhirnya para elite lokal saling memperebutkan kekuasaan sendiri-sendiri, tanpa memikirkan rakyat.

Prisca:
Ada udang dibalik batu... Mana ada poligami melindungi wanita... Semua berawal dari nafsu... ???? ????. Coba yg di kawinin sudah tua peyot miskin lagi.. Kira2 mau gk ya.... Aceh oh Aceh...

Kimjongun:
Mengawini itu kata dasarnya kawin, kawin itu artinya bertemunya sp*rm* dengan bla bla bla.... masak untuk membantu perempuan harus ada begituannya segala. Kalau niat membantu ya disantuni saja sudah cukup.. pahalanya juga besar

Tia:
Pertanyaannya adalah mana bisa bersikap adil dalam nafkah batin kalo istri ke2,3 dan 4 adalah janda2 tua yg beranak banyak?
Kalo sungguh mau mencontoh nabi dalam berpoligami, silakan aja, tapi berpoligamilah setelah istri pertama meninggal!

Love NKRI:
Penganut paham Poligami lbh memilih nyemplung ke kolam Buaya atau kelonan di kandang Singa drpda mengikuti saran penulis ??? ?????
Kata2 Jihad hny sekedar melegalitas syahwat krn ADIL itu hny milik TUHAN YME.

Menyakiti istri yg tdk Ikhlas n Ridho di poligami bukanlah keadilan tp sebuah Pengkhianatan.

Mikirin Rakyat jlas beda dg Mikirin Selangkangan.!

Ari Kristanto:
"seharusnya pemerintah mendidik masyarakat untuk setia dan bertanggung jawab dalam perkawinan, untuk menjaga seluruh anggota keluarga baik secara lahir maupun batin.
Itukan ajaran agama orang "kafir" , sodara. ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jihad Poligami Mengawini Janda Tua Miskin Atau Janda Beranak Banyak yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/jihad-poligami-mengawini-janda-tua-miskin-atau-janda-beranak-banyak-JEdqYEi5PO

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: