You Now Here »

Ketika Feminisme Dan Arabisasi Berkawin  (Read 20 times - 118 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,480
  • Poin: 18.556
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Ketika Feminisme Dan Arabisasi Berkawin
« on: July 10, 2019, 09:11:56 AM »




Parlindungan Panggabean:
Dalam budaya padang pasir seorang wanita menjadi hanya sebutir betina. Dan ajaib.. disini wanita yang 15-10 tahun lalu pernah menikmati betul sebagai warga yang setara dengan pria, sekarang dengan sukarela merevolusi diri menjadi betina2 pabrik anak. Beruntung benar para pejantan yang menikmati betina2 itu.. syurga didunia direngkuh, sorga akhirat menanti..
Lalu sibetina dapat apa.?
Betina tidak punya hak bertanya.!!

Barkah Adi:
Sebagai warga depok sejak 1964, sekarang rasanya kok jadi kaya gini yak? Paling drastis berubah sejak nurmahmudi jadi walkot.

Mike©-®BEYER:
Sodara2 sy yg warga asli Depok bilang sekarang depok itu miniaturnya negeri hti .gak ada nyamannya blasss

firman proindo:
Emangnya mau kencing di parkiran? pakek diisiin tulisan ladies sm gentleman

Andy Wijaya:
Wkwkwk this is really good shot

kartika d.:
Lucunya walaupun mengambil konteks revolusi agama di barat sebagai alat untuk menegakkan khilafah di Indonesia, mereka tidak mengakui masalah utama mengapa hal tersebut bisa terjadi dan mengapa hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi terkini Indonesia. Di barat, semua hal - hal berbau agamis itu minoritas dan hak - hak untuk mengekspresikan dirinya sesuai agamanya ditekan. Hal ini terjadi karena terbentuknya ISIS, sehingga masyarakat barat diingatkan kepada masa di dalam sejarahnya di mana agama dipakai sebagai alasan peperangan dan genosida atau ketakutan akut karena terorisme yang menjadi - jadi. Lantas fakta ini dubumbui lagi, dikipasi lagi untuk mempertarungkan masyarakat progresif dengan masyarakat konserfatif sehingga timbullah politik identitas.

Namun kasus di Indonesia sangat berbeda, mereka memplesetkan fakta ini sebagai alat politik fearmonger untuk menggantikan sistem demokrasi dengan sistem khilafah. Coba lihat siapa saja di seword ini yang pernah ditakut - takuti bahwa agama akan hilang karena kelompok progresif yang merupakan minoritas di negara ini dan bahkan progresivitas diidentikkan dengan kemaksiatan. Mereka lupa bahwa rakyat Indonesia itu mampu berpikir dan memilah sendiri hal - hal yang bisa diterima dengan hal - hal yang tidak masuk akal. Dengan politik fearmongering, mereka memecah kelompok them vs us, memecah dengan basis hal yang tidak bisa tergantikan secara lahiriah, merepresi dan memecah kelompok cendekiawan dengan kelompok agamis sebagai alat untuk mensupresi hak berpikir dan berpendapat secara kritis, dll. Hal ini pernah terjadi di sejarah Indonesia dan sejarah dunia berulang kali bahkan ratusan tahun sebelum kepemerintahan pakde, masihkah kita tidak ingin sadar dan belajar dari sejarah mengenai hal ini? Dan tebak saja siapa yang akan diuntungkan oleh politik ini karena kelompoknya hanya itu - itu saja?

Fsasosi:
Berarti juga harus ada jukir pria dan jukir wanita
Bengkel pria dan bengkel wanita
Sekalian juga pom bensin pria dan pom wanita
Tambal ban khusus pria ato wanita

yuviandi purbodewanto:
Jalan raya ..
Kantor ..
Rumah makan ..
Wilayah Indonesia .. sekalian dibagi 2, khusus pria n wanita .. Gubraakkk!

Martabak Sweet:
Penuh dengan kemunafikan dan pen-tabuan dan penyangkalan hal hal yang salah kaprah.
Sudah saatnya dibahas dan diperbaiki.

Opa patompo:
Aje gile aje, orang gila agama makin membabi buta...

dadank:
di dalam bis ada kursi khusus wanita kalua laki2 duduk disitu diusir tapi giliran tempat laki2 banyak wanita duduk santai2 aja

yuviandi purbodewanto:
Jadi berasa org asing kalo masuk Depok .. ini di Indonesia apa di Arab sihh?

O_i_n_FREE:
Tulisan TOP +1
Yg merasa dan mengaku sbg feminist banguunnn... kerja...kerja...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ketika Feminisme Dan Arabisasi Berkawin yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/ketika-feminisme-dan-arabisasi-berkawin-TSjzWwCwaS

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: