You Now Here »

Ketika Tni Mainmain Dengan Ideologi Nasib Bangsa Dipertaruhkan  (Read 81 times - 32 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,449
  • Poin: 20.525
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Sita W:
Perkara serius yang semoga ditindaklanjuti oleh TNI secara serius pula. Dalam tes tertulis atau tes wawancara bisa saja lulus, karena materinya mungkin bisa dipelajari. Tapi mengetahui siapa dia sesungguhnya ya bisa dilihat secara tidak langsung dari sisi lain. Tulisan, foto, pendapat, keikutsertaan dalam kelompok atau organisasi bisa merupakan refleksi dirinya itu siapa. Kalo saya tidak suka yang keras, kasar, rusuh, reseh ya saya nggak akan bergabung dgn ormas yg seperti itu. Kalo saya cinta NKRI, sayang Pancasila ya saya nggak akan nulis Negara Khilafah. Kita itu bisa menjadi diri sendiri dan menunjukkan jati diri kalo tau tidak ada yg memperhatikan. Tapi kalo sekarang TNI sedang melototi tingkah laku kita, apa ya mau pasang foto dgn bendera HTI misalnya? Dan kalo isi medsos fine fine aja menurut sang bunda dan anak, kenapa harus dihapus? Sebuah pertanyaan besar...pasti ada hal yg salah di situ...

DC:
Ayo semuanya angkat tangan siapa yang dulu tes PMP / PPKn pernah mengarang bebas tetapi bisa mendapatkan nilai 7, 8, 9, 10? Apakah benar tes masuk TNI tidak mampu dipelajari? Memang mungkin sulit bagi kami yang notabene masyarakat.awam. Namun bukankah kalau sudah ada niat, pasti ada jalan? Semoga saja TNI dengan segera menyelesaikan perkara ini dengan bijak.

Sita W:
Dulu saya masih ingat PMP/PPKN  itu pelajaran yang paling menyenangkan dan ujiannya paling menguntungkan...karena selalu dapat nilai bagus heheheeee itu karena yang ditanya teori, kalo pengamalan...cuma saya dan Tuhan yang tau? ??? ????...artinya dalam hati siapa tau, tapi kalo saya ngocehnya di medsos sumpah serapah terus, orang pasti bisa menebak isi hati dan karakter saya

Opa patompo:
Aku ikut ujian perbaikan Pancasila seorang diri, di-cap PKI sm teman...
Walau bercanda, ya rasa2nya pait gmn...

Hermoyo Hutabarat:
Yang perlu di periksa itu bukan si enzo nya..tp TNI nya..org yg bertanggng jawab terhadap acara seleksi masuk akmil..jngn2 org HTI juga.  Supaya masuk jendral2 HTI..klu uda begitu siap2 indonesia jd suriah ke 2

Harismandingo:
Betul bung,mungkin pihak panitya penerimaan juga perlu diselidiki siapa tau merekan sebagian dari 27 juta anggota yg terpapar itu,ngeri.

rudi sasongko:
o... o.... kamu kecolongan........ katakan tidak pada HTI a.k.a kilapah NKRI harga mati!

DC:
Silakan dibaca twit abu janda, semoga TNI memeriksa, memahami dan menjadikannya bahan pertimbangan. Sebagai tambahan saja, jejak digital Eijo dan ibunya tidak akan raib, pasti masih ada arsipnya jika diminta ke CEO Facebook, twitter, blog dan lainnya. Sekali sudah masuk ke internet, tidak akan ada data yang akan pernah hilang, termasuk foto, audio dan tulisan - tulisan.

Juan:
belajarlah dari negara lain yg militernya disusupi lalu akhirnya jadi bikin pemberontakan... kenapa harus kejadian dulu baru belajar? kapan kita bisa belajar mencegah?

Opa patompo:
Gw yakin, masih ada yg mau belajar mencegah, tpi tidak ada respon.
Hanya karena "kebiasaan" menunggu terjadi, maka terlambat. NKRI blm bisa mencegah, karena persoalan HAM, adat dan budaya yg akan dimajukan sebagai persoalan.

rudi sasongko:
Bisa jadi kebiasan ABS yg dikatakan prabocor... memang masih banyak terjadi disemua lini.

Oloan 1964:
zSeharusnya yg 3% ini harus sgr dilitsus..dan non job.....sgt berbahaya. NKRI bisa diujung tanduk...jika yg 3% ini tdk diambil tindakan sgr.

Wele Wele:
Kalau di zaman orba ada tentara yg terdeteksi radikal .. langsung dor

Agung Nugroho:
Smg tni serius, jangan abai dan baper

GAMING SUNDA70:
oh jdi kalo begitu yang menjaga dan memakai tauhid berarti radikal,jdi sahabat" rassul radikal dong...
aneh nya,masa orang islam nuduh orang islam radikal,yang radikal itu yang tidak mengakui tauhid,yang anti NKRI,PKI,Syiah,baru itu radikal....

Brian:
Bukan kalimat tauhidnya yang dipermasalahkan, tapi bagaimana penyalahgunaan kalimat  tsb yang dicantumkan ke simbol bendera oleh pendompleng seperti HTI atau ISIS.

Kalau memang pendompleng ini salah, maka harusnya pendompleng ini harusnya dilawan beserta simbol yg disalahgunakannya. Setelah pendompleng selesai dilawan, barulah dilakukan pembersihan nama baik dari simbol yg disalahgunakannya. TIDAK DENGAN DIDIAMKAN, DIBIARKAN ATAU BERLEPAS DIRI.

Udah deh ga usah ngeles lagi. Sudah cukup taqiyya nya.

rudi sasongko:
sptn ya rekan kita gagal paham akan esensi-nya....

Wele Wele:
Betul. Memang rata2 yg radikal itu ternyata gak paham esensinya.. cuma tahunya yg di permukaan yg tampak aja.. kayak orang miskin tapi menyamar jadi orang kata, begitulah kaum radikal menyamar jadi suci padahal munafik

rudi sasongko:
kayaknya kamu gagal paham akan esesnsinya....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ketika Tni Mainmain Dengan Ideologi Nasib Bangsa Dipertaruhkan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ketika-tni-mainmain-dengan-ideologi-nasib-bangsa-dipertaruhkan-VxdlPPofue

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: