You Now Here »

Akankah Jokowi Mengulangi Kesalahan Mengerikan Era Pemerintahan Sby  (Read 32 times - 34 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,441
  • Poin: 19.517
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Andy Gunawan:
Panjang banget om tulisannya, namun penting dibaca oleh team Pakde

No Fear:
hebat tulisan-nya..., well thought of, TSM terstruktur, sistematis, magnificent

Hinamata:
jibaku tenan masku, ..... anda layak digelari "pejuang pemikir, pemikir pejuang"

Nawadi Zheng:
Semoga dibaca dan diselesaikan permasalahan2 yang diuraikan oleh Bung dengan sangat terperinci ini ??? ?????

Adil Fitri Sihite:
Mantull tulisannya bung, sangat inspiratif dan berbobot, mudah2han dibaca Pakdhe
Izin share ya om

Roedy Siswanto:
Salut bung Maulana .Bagus banget dan sangat menginjak bumi ....semoga tulisan ini bisa sampai kepada para pemegang otoritas negri .

yuviandi purbodewanto:
Kesimpulannya: manusia kunci. Org yg tepat dg senjata yg tepat. Manusia kunci ini bisa banyak musuhnya, krn dia akan bongkar habis sistim n org2 yg gak tepat agar target rakyat kecil kena. Kita perlu aktif backup manusia2 kunci ini .. dia nggak boleh sendirian. Kita lihat nanti spt apa kabinet baru Jokowi.

Tony Gede:
Seharusnya, para oposisi politisi itu kalo ngasih kritik ya seperti ini.

Mengangkat masalah2 nyata, menunjukkan bukti2nya.

Jadi Jokowi jg jelas di mana kesalahan di periode 1.

Tony Gede:
Mas Maulana, tulisan ini bagus sekali, dan layak dibaca tim presiden, sbg usulan dari praktisi.

Saran saya, BUMN yg dibentuk itu bisa bekerjasama dngn koperasi2 di desa2 tujuan.

Kenapa saya sarankan koperasi? Krn koperasi ini adalah gerakan masyarakat.  Dengan koperasi, saat masyarakat berusaha / berbisnis, mereka punya kekuatan dalam jumlah mereka (power in number).  Kalo sendiri2, daya tawar tiap pengusaha kecil ini ga seberapa. Tpi bergerak bersama, mereka bisa menyamai atau melebihi perusahaan2 konglomerasi.

Supaya masyarakatnya sukses, bukan hanya negara yg musti bergerak dngn membenuk BUMN, tapi rakyatnya pun musti bergerak dngn membentuk koperasi2,. sehingga ada sinergi.

Juga, koperasi2 ini bisa diwadahi dengan koperasi2 sekunder, dan setelah program ini besar, diwadahi dengan koperasi2 induk berskala nasional.

Dengan adanya koperasi2 induk ini, para pengusaha kecil di bawahnya punya kekuatan berskala raksasa utk bernegosiasi dngn perusahaan2 yg menjual produk2 atau alat2 yg dibutuhkan.

Mungkin koperasi petani raksasa Zen Noh bisa jadi inspirasi kita soal ini.

Kolik2000:
Puanjangnya bikin nyerah

Tony Gede:
Memang panjang sih, 23 minute reading.

Tpi pembahasannya membumi, menusuk ke permasalahan nyata di lapangan.

Roedy Siswanto:
ini yg selalu kita harapkan bung Tony , semoga pak Jokowi bisa mendapatkan menteri koperasi yg cerdas dan dan menjiwai koperasi .   atau kita bikin usulan nasional afar BTP ditugaskan di kementrian koperasi ?

Tony Gede:
Usulan yg bagus.

Tpi pertama2, RUU Perkoperasian terbaru musti digolkan dulu di DPR.

Rapat paripurna ke 5 kemaren, saya pikir bakal digolkan, karena sbnrnya pokok2 yg masih dibahas hanya tinggal dikit.

Taunya cuma 1 RUU yg gol, dan masih banyak yg ga gol, contohnya RUU perkoperasian ini.

Roedy Siswanto:
bener bung

jeremy edy d:
Kata kuncinya adalah benih, pakan, modal.
Utk contoh budidaya ikan yg dikergan kab bantul betapa antusiasnya masyarakay pd usaha ini, kendala permodalan utk meningkatkan produksi, karena ditinjau dari permintaan pasar masih sangat terbuka dan tidak membutuhkan jalur distribusi yg panjang utk pemasaran dengan begitu pesatnya industri kuliner yg terus berkembang dimana mana.
Tetap modal lah yg menjadi kendala utama, disamping penyuluhan utk diversifikasi usaha turunannya atau istilahnya pemberdayaan.

Jempol utk penulis atas tulisan yg benar2 membutuhan usaha dan pikiran.

Tony Gede:
Betul. Tulisan ini bagus sekali, krn ditulis org yg langsung ada di lapangan.

jeremy edy d:
Masyarakat di desa Kergan kab Bantul yg sy contohkan diatas boleh dikatakan daerah yg kurang sentuhan dr pemerintah setempat, jalan kampung2 nya tidak beraspal atau berbeton, pertaniannya kurang aliran irigasi pengairannya berpuluh tahun lamanya.
Tetapi masyarakatnya tetap tegar, disana sbg besar disetiap rumah menanam pohon coklat yg sebenarnya bernilai tinggi, tetapi lagi2 ini juga kurang sentuhan.
Semoga dgn ini ada yg memperhatikan daerah2 yg sebenarnya banyak potensi ini.
Secara umum adalah mengajarkan usaha kecil untuk mendapatkan nilai tambah pada produk yg dihasilkannya.

Eddy Lou:
sob, konsep koperasi yg begitu ideal  dan bgs. tapi sudah sekian puluh tahun tidak berhasil... entah knp?

Tony Gede:
Udh pernah saya bahas sebelumnya.

Karena banyak orang kita yg belum sadar kekuatan sesungguhnya dari koperasi untuk mengangkat harkat dan derajat masyarakat kecil.

Padahal coba lihat misalnya kekuatan koperasi petani Zen Noh di Jepang yg mampu mengangkat kehidupan petani2 anggotanya.

Atau kekuatan koperasi Mondragon di Basque, Spanyol.  Koperasi pekerja yg maju dan mampu bergerak dalam multi industri manufaktur.  Dan mereka cukup cerdas membidik celah pasar yg sedikit pemainnya.

Di saat ekonomi Spanyol hancur2an kemaren, wilayah Mondragon tempat di mana koperasi ini berada justru yg paling kecil tingkat penganggurannya. 

Karena pekerja2 koperasi Mondragon adalah pemiliknya, dan level manajemen justru disewa mereka sbg pegawai, yg terjadi justru pekerja2 yg bisa memecat manajer atau CEO.

Dan krn bersama2 mereka semua adalah pemilik, saat ekonomi jatuh di Spanyol, mereka di koperasi Mondragon semua sama2 setuju utk potong gaji.  Sama rata sama rasa. Ga ada pemotongan gaji karyawan sementara CEO enak2 dngn gaji fantastis.

Kelemahan perkoperasian Indonesia ada di mindset org2 kita.  Mrk masih belum serius menanggapi potensi koperasi.

Disangkanya koperasi itu cuma buat usaha2 mikro atau usaha sampingan kecil2an saja.

Jadi manajemennya jg alakadarnya, pemasaran jg belum maju konsepnya bt bersaing.

Padahal yg namanya koperasi itu adalah bentuk perusahaan jg.  Artinya, manajemennya jg musti serius dan profesional, dan konsep pemasarannya musti inovatif.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Akankah Jokowi Mengulangi Kesalahan Mengerikan Era Pemerintahan Sby yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/akankah-jokowi-mengulangi-kesalahan-mengerikan-era-pemerintahan-sby-JJnMfFWhbi

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: