You Now Here »

Pengalamanku Bersama Ustad Somad Dan Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya  (Read 48 times - 73 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,421
  • Poin: 19.497
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




FAUZi:
bagus sih tulisannya tapi kan menyangkut agama, mbok ya gunakan sub forum spiritual mbak...

Jemima Mulyandari:
I miss u Fauzi.

Heri:
“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
"Lidah adalah hewan buas, bila dibebaskan ia menerkam."
“Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih”.Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."
"Sering ketidaktahuan orang berilmu meruntuhkannya sedang pengetahuan yang dipunyainya tidak menolongnya."
"Bilamana seseorang menyembunyikan barang sesuatu di hatinya, hal itu akan terungkap melalui kata-kata yang tak disengaja dari lidahnya dan rona wajahnya."

Jemima Mulyandari:
Cakeeeppp ????

No Fear:
tabiat & kelakuan si aduhsomay memang sebanding dengan "ketampanan" wajah dan congor-nya.

#ahlimenghinalupabercermin

Jemima Mulyandari:
Hahaha....

Jack Seno:
amin.. JBU

Jemima Mulyandari:
Gbu too.

Aji Soko Santoso:
Amin!  Benar sekali Mbak Jem!
Kitalah cermin dari apa yang kita percayai.

Jemima Mulyandari:
Sepakat Dok. Thanks atensinya ya. Gbu

.:M:.:

(click to show)


Jemima Mulyandari:
Keren.

.:M:.:
Mba Jemima, terima kasih atas artikelnya, yang menurut saya memberikan pandangan yang objektif, rasional, dan proporsional, pastinya membawa kedamaian ketika membacanya, terasa ajaran cinta kasih-Nya.

Terima kasih? ???

Jemima Mulyandari:
Kembali kasih. God bless you.

Opa patompo:
Yg tau intisari dari titik2 noda tinta sm yg baru bisa baca tempelan tinta, ya setipis topeng dari kertas...
Ngapain hafal kalo kagak tau intisari-nya?

Jemima Mulyandari:
Tu dia.

xenakis2:
tetapi mba'  kulo read the bible, wedha [al-qur'an, hadith yang diutamakan]
gak harus ngerasa jadi somad, untungnya......amien....

noce tulisannya....dilanjoooot mba....

Jemima Mulyandari:
God bless you.

Wele Wele:
Ah indahnya indonesia bagai surga jika semua orang bisa berbuat seperti itu.. utopia di depan mata atau cuma imajinasi gue aja?

Jemima Mulyandari:
Saya nyumbang bilang amin aja dah.

Nyoman Mawa:
Seperti yang bu Jemima tulis, saya pun tidak pernah mendengar khotbah yang disampaikan di gereja kami yang isinya menjelekan ataupun menghina agama lain. Kalau itu sampai terjadi pasti pendeta akan ditegur. Kami fokus pada pengajaran yang membangun iman jemaat. Tidak ada alasan untuk membela diri karena ceramah itu untuk kalangan intern. Ucapan yang menebar kebencian pada umat lain, apalagi disampaikan oleh seorang tokoh agama akan menjadi sebuah pengajaran dan ini tertanam di hati jemaah. Sangat berbahaya kalau hal ini kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Andy Wijaya:
Semoga masyarakat kita bisa lebih cerdas dan santun

Jemima Mulyandari:
Itulah Pak.  Saya rasa umat Kristen Katolik juga tidak marah dengan isi penghinaan Somad. Ngga bakalan ngaruh ke imana & agama. Yang bikin terluka itu keadilan yang tidak adil di negeri ini. Dan itu memang membahayakan seperti yang Bapak tulis di atas.

deetopia:
Saya juga ikut terharu baca artikel ini mbak Jemima. Terima kasih atas pengingat nya untuk terus berbuat baik. ☺️

Jemima Mulyandari:
Kembali kasih. Tetap semangat ya. God bless you.

Zero:
Sy jg titip salam klo bgitu kpd mb. Jemima yg sdh cantik tnp kerudung smoga sll dlm keadaan sehat dan bahagia dgn suami dan anaknya yg lucu...☺️

Jemima Mulyandari:
Amin. Thanks ya. Doa yang sama juga untukmu. God bless you.

TMP2:
Yakinlah bahwa Indonesia masih akan berdiri kokoh dalam NKRI dg Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, karena dinegri ini mash jauh lebih banyak jumlahnya, yg menginginkan serta siap mengawalnya drpd jumlah gerombolan pencoleng politik kekuasaan dan kaum pengguna dan penikmat SARA.

Dan yakinlah juga, bahwa akan tatap dan terus menerus adanya tarik menarik antara ideologi, agama dan politik kekuasaan serta kepentingan kelompok, karena memang sdh ada sejak negri ini dinyatakan oleh para pendiri bangsa ini.

Jadi....bersiaplah kita dg kondisi tsb, bisa dimulai dari diri kita sendiri utk tetap bersikap dan turut berpartisipasi bersama rakyat kebanyakan yg masih menginginkan NKRI dg Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tsb. Jangan pernah pesimis dg harapan2 yg lebih baik utk bangsa dan negri ini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pengalamanku Bersama Ustad Somad Dan Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pengalamanku-bersama-ustad-somad-dan-habib-luthfi-bin-ali-bin-yahya-ddPnmFE1OE

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: