You Now Here »

Jokowi Menang 90 Persen Di Papua Tak Mungkin Minta Merdeka  (Read 72 times - 56 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,508
  • Poin: 19.584
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jokowi Menang 90 Persen Di Papua Tak Mungkin Minta Merdeka
« on: August 22, 2019, 09:24:03 PM »




Brian:
Permintaan maaf dan pernyataan mendukung secara publik memang suatu langkah awal yg bagus, namun belum cukup dan harus diikuti langkah nyata.

Pemerintah dan penegak hukum harus secepat mungkin menangkapi dan memproses hukum para provokator kejadian ini beserta (kalau ada) dalangnya.

Dengan demikian, itikad baik pemerintahan sekarang yang banyak membangun daerah Papua akan terlihat nyata. Masyarakat di Papua akan semakin mengabdi kepada negaranya, tidak merasa terpinggirkan. Semoga bisa seperti itu.

Teha Sugiyo:
semoga dalangnya segera ditangkap.

Tony Gede:
Yg ribut2 memanas2i soal referendum paling yg itu2 jg orangnya.  Wajah2 tokoh separatis yg itu2 jg.

Silakan aja mereka panas2in.

Tanpa dukungan internasional, g bakal mungkin kedaulatan suatu negara itu sah.

Mau separatis2 ngebacot seratus tahun, klo dukungan internasional dan PBB ga ada, ya percuma.

lexy:
betul sekali cuma karena segelintir pendukung OPM triak2 lgs jagad sosmed termasuk seword pada cemas sampe2 ada yg bikin artikel seakan-akan papua pasti lepas,atau harus bikin referendum
harus ditekankan sekali lagi bahwa Papua bukan Tim-tim, Tim-tim lepas karena memang tidak diakui oleh sebagian besar anggota PBB sebagai bagian dari indonesia beda dgn Papua yg diakui sebagai bagian dari indonesia oleh 100% anggota PBB
jadi kalau mau bikin referendum y harus dapat dukungan dari 100% anggota PBB yg saya rasa mustahil

Andy Wijaya:
Jika mencintai negeri ini, bila kita tdk bisa saling mengasihi minimal kita bisa saling menghormati.

Pinguin:
Saya di Jayapura. Selama Jokowi jd Presiden RI, Papua dan Papua Barat masih gabung Indonesia.... lha nanti kalau presiden RI bukan lagi Jokowi, bagaimana mada depan orang asli Papua (OAP)? Itu yg ada dalam benak mereka.

Secara umum, OAP punya problem traumatik di jaman ORBA, dan itu tidak bisa disembuhkan hanya oleh seorang Jokowi. Problem itu terbawa terus turun temurun diceritakan oleh ortu ke anak cucu. Masalahnya terlalu kompleks: sumber daya alam dikuras, pengalaman represi militer masa lalu, disisihkan oleh pendatang karena kalah bersaing, dan berbagai macam stigma negatif yg muncul thdp OAP. Kasihan mereka.

Tony Gede:
Memang Jokowi seorang g akan menyembuhkan luka Papua yg udh bertahun2.

Tpi umpama org yg luka berat, apa yg dilakukan Jokowi ini awal pengobatan.

Pengobatan udh dimulai, dan kalo diteruskan dengan benar maka bisa sembuh.

Tapi klo pengobatan baru dimulai, orgnya yg lgi diobatin malah ngabur, bisa2 bukannya sembuh, malah tambah parah.  Apalagi klo sampe ketangkep org yg berniat buruk.

Hal seperti ini perlu waktu, perlu perbaikan yg berkesinambungan.  Yg jdi presiden setelah Jokowi jg perlu melanjutkan tongkat estafet upaya perbaikan yg sudah dimulai Jokowi.

yuviandi purbodewanto:
Tidak hanya OAP, saya yg di Jawa pun menanyakan hal yg sama; bagaimana Indonesia nanti setelah Jokowi bukan presiden lagi? Saya pikir selain memenuhi target di periode 2 nya, Jokowi dan tim juga akan menyiapkan penerus RI-1 yg siap bertarung di 2024 nanti .. Biarlah itu nanti, sekarang fokus sekarang.

rashid netz:
Semua yg baik yg telah dilakukan Jokowi tdk ada gunanya jika dirusak oleh gerombolan oposisi, parpol, dan aparatnya sendiri. Beliau nenberi teladan jgn korupsi itu baik. Tp lihat di belakang parpol saling main mata untuk proyek2 yg menguras apbd/apbn. DI DKI saja sdh ada proyek bambu, trotoar, formula e, dan pin emas, dan dprd tenang2 saja, tidak mewakili suara rakyat. Bukan hny gerinda dlm hal ini, krn ketua dprd berasal dr pdip. Elite politik ini sdg bermain2 dgn rakyat. Ketika pilpres saling hujat, setelah pilpres elite2 itu rangkul2an dan korupsi berjemaah jalan lagi, tanpa ada realisasi penegakan hukum. Rakyat sedang dipermainkan.  Kalau Jokowi serius membenahi Indonesia, buktikan dgn menindak para pelaku makar, provokator, dan berani menegur keras (bukan hny sindiran) pejabat daerah yg menyimpang.

Harry:
Jokowi menang 90 % di papua. Papua pasti gak mau merdeka?!? Saya bisa saja membantah kenaifan alifurahman dgn mengatakan bahwa sistem noken di papua itu adalah suatu anomali pada sistem demokrasi kita "one man/woman, one vote". Suatu anomali yg rawan penyelewengan. Jadi angka 90 % itu ilusi.

Tapi daripada kita berdebat kusir. Mari kita buktikan teori alifurahman. Jika memang dukungan pada jokowi 90%. Tentunya alifurahman dan pemerintah tak keberatan menggelar referendum papua saat ini. To settle this matter once and for all. So that we, as a nation, can move forward.

Dan referendum kali ini tentunya jangan seperti PEPERA dulu. Suatu referendum yg penuh dengan intimidasi. Tapi tentunya kita sama2 tahu itu tidak akan terjadi. Wong diskusi membedah peristiwa sejarah awal papua saja dibredel kok.
Baca nih...

(click to show)

Kenapa? Ya karena gak percaya diri. Kenapa gak percaya diri karena diam2 di dalam hati...sadar bahwa fakta sejarah itu menunjukkan kesalahan indonesia. Silahkan google new york agreement. Dan nilai sendiri...etiskah suatu kesepakatan dibuat tanpa melibatkan orang yg berkepentingan dalam hal ini orang papua? Selanjutnya silahkan gali apa yg terjadi di papua menjelang pepera.

Jadi kembali lagi saya tegaskan...kalau berani sesumbar PeDe seperti kata2 alifurahman...maka indonesia itu udah dari dulu adakan referendum utk meningkatkan legitimasinya. So with all respect this article is bullshit.

Ninda Cynthia Amanda:
Mau tanya, jika sistem noken di papua itu adalah suatu anomali pada sistem demokrasi kita

Lantas, kalau memang protes dengan hasil pemilu, kenapa ga demo aja lagi, turun ke jalan, dan bakar lagi gedung dprd, toh kenapa anteng? Kenapa nerima? Logika sederhana saja, isu disurabaya mereka bisa turun, masa isu nasional pemilihan presiden, kalau hak-haknya diambil gak protes?

Emangnya sistem noken dibredel? Hayoo..

No Fear:
Siapa yg minta kekuasaan dibagi 45% klo mau rekonsiliasi ??

Trus klo ngga dikasih mau bikin rusuh ??

Yg takut hasil jarahan keluarga-nya puluhan tahun di sita pemerintah ??

Ninda Cynthia Amanda:
cendana.

yuviandi purbodewanto:
Indonesia sdh pengalaman pedihnya lepasnya Timtim. Papua? Nggak akan!

Harry:
Orang timtim lebih pedih lagi pengalamannya diduduki indonesia. ????

Terbukti sebenarnya memang anda2 semua bukan memikirkan dari sudut pandang orang yg bersangkutan. Misalnya orang papua atau timor leste. Tapi dari sudut pandang penguasa.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Menang 90 Persen Di Papua Tak Mungkin Minta Merdeka yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/jokowi-menang-90-persen-di-papua-tak-mungkin-minta-merdeka-kuG0SpWOyj

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: