You Now Here »

Atas Alasan Cinta Merah Putih Haruskah Menista Saudara Sebangsa  (Read 51 times - 65 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,526
  • Poin: 19.602
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Parto Suparto:
Apa bedanya sih modus membela islam tapi nyatanya merusak islam itu sendiri. Membela merah putih dengan cara seperti itu ??? ?????

Tanya kenapa..........

Edwin Hendra Kusuma:
Jangan tanya deh. Gak bakal ketemu nalar jawabnya, ntar malah pusing sendiri...

Glent Lim:
Kalau menista pengkhianat2 jembut tahi boleh kan? Mrk itu bukan saudara. Mrk adl pengkhianat yg harus mati

Harry:
Menarik...karena ada satu kesesatan berpikir. Yg ntah karena disengaja atau tidak...untuk melanggengkan narasi bahwa kesalahan ada pada pihak pendemo mahasiswa papua. Pertama ditekankan bahwa dugaan penyobekan bendera sulit dibuktikan. Bahkan ketika ada saksi yg melihat ada seseorang dgn ciri2 orang papua yg melakukan. Saya merasa penulis terlalu berusaha utk menggiring opini publik utk mengutuk kelompok yg melakukan aksi demo tempo hari. Padahal masalah utamanya bukan semata provokasi. Tapi justru seperti yg dikatakan haris azhar "kalaupun rekayasa tapi rumput keringnya sudah meluas..." artinya friksi yg terjadi itu hanya trigger/pemicu tapi bukan the underlying cause atau penyebab yg sebenarnya. Marginalisasi dan ketidakcocokan orang papua dalam skema nusantara yg dipaksakan sejak dululah yg seharusnya menjadi penyebab utama. Tapi tentunya penulis dan banyak seworder berusaha menyakinkan dirinya...kalau semuanya baik2 saja di papua. Orang papua merasa bagian dari NKRI. Jokowi menang 90% di papua maka papua pasti cinta NKRI. Infrastruktur dibangun, saham freeport dibagi secuil maka kesalahan berpuluh tahun telah ditebus. Dan banyak dongeng lainnya. Apakah itu kenyataan sebenarnya? Kalau memang itu kenyataannya, logika saya berpikir...kenapa takut referendum? ????

Kembali ke masalah asrama papua. Pengalihan isu oleh pemerintah indonesia yg didukung oleh orang seperti penulis seword di sini. Seakan melupakan satu hal penting...bahwa seandainya pun insiden perobekan bendera tidak jelas, tidak terbukti...tapi sikap mahasiswa papua di situ jelas menginginkan referendum. Seperti yg terjadi tempo hari ketika si khofifah dan lukas enembe ditolak masuk ke asrama. Bukankah referendum itu jelas penolakan NKRI? Bahkan di lain waktu bisa saja...para mahasiswa ditangkap karena definisi karet dari pasal makar. Hanya demi meredam kemarahan orang papua, mereka tidak diproses.
Penyobekan bendera itupun mungkin saja memang dilakukan mahasiswa papua. Terbukti dari begitu derasnya keinginan orang papua utk referendum. Tak sesederhana itu menumpahkan semua kesalahan pada para pendemo.
@antonaffidon:disqus

Harry:
Bagaimana menjelaskan ini? Kalau seandainya memang sumber masalahnya cuman provokasi...tentu tidak akan seperti ini. Jika tempo hari baru dugaan separatis. Kini sudah riil tuntutannya. ???
(click to show)

(click to show)

(click to show)

(click to show)

(click to show)

Masihkah kita mau menafikan kenyataan yg sebenarnya? @antonaffidon:disqus

Oma Acel:
Inilah buah terutama dari 32 thn rejim orba suharto
mempersilakan freeport mengeruk emas bumi papua, tentunya dg kongkalikong. Th  1975 saja masih disebut Tembagapura, pembohongan  publik, padahal kandungan emasnya justru lebih banyak.
Jangan salahkan pemerintah skrg. Biang kerok semuanya adalah orde baru. OPM atau organisasi papua merdeka sdh ada sejak jaman orba.

Harry:
Saya tidak menyalahkan pemerintah sekarang. Jokowi jelas menaruh perhatian yg lebih pada papua. Hanya saja...too little too late. Jokowi or no jokowi. Papua itu telah "disalahi" dari awal "pembebasan" papua dari belanda. Read history. Not the sugar-coated indonesian version mind you. The real one.

Hingga sekarang pun, dgn perhatian jokowi pun, orang papua belum mendapatkan yg semestinya. Saya bersimpati pada mereka. Turut merasakan jadi second class citizen. Feel like you don't belong...orang papua berhak hidup bermartabat. Berhak menentukan nasib mereka sendiri seperti juga aspirasi pendiri bangsa ini yg tertuang di pembukaan UUD45. For better or worse.

Oma Acel:
"Feel like you don't belong?".... Saya merasa papua krn pernah hidup dan besar bersama mereka dulu, disana,   dan masih bersahabat hingga hari ini. Jadi saya tidak ingin kehilangan papua,  walaupun saya sangat mengerti bgm mereka terluka dg kejadian rasis kmrn dan turut minta maaf. Kmd ada pihak2 yg mengompori mereka utk memisahkan diri dari NKRI.

Harry:
Seandainya papua pisah pun...anda tetap bisa bersahabat kok dgn mereka. Kenapa musti merasa kehilangan? Kalau menurut saya, yg benar2 merasa kehilangan itu pengusaha, penguasa, dan penguasaha di jakarta.

Bersih bersih:
Pertanyaan sederhana - anda pernah berteman dg orang Papua? Karena stereotype yg anda tulis menunjukkan tidak (saya pernah ungkap ini dlm silang komentar kita di tulisan yg lain). Anda tdk akan paham seberapa mrk menghargai Gus Dur dan Jokowi kalau blm pernah berteman dg orang Papua (tp jangan yg model Pigai - dia ini berharap Papua merdeka spy bisa jd raja kecil krn pernah jd komisioner Komnas HAM di jkt - yah jualannya Jakarta juga!). Mmg yg mau Papua merdeka adlh penguasa (lokal) dan pengusaha (international), OPM jaman Suharto mmg pemberontak lokal krn kesenjangan dan represi - OPM jaman skrg adalah mercenaries, mana ada pemberontak pake istirahat sekian lama baru mulai lagi beraksi dekat2 kejadian penting. Wake up man.
Pun andainya anda mmg tulus mau Papua merdeka, tolong baca lbh lanjut kisah Vanuatu dan PNG, saya sih ga rela saudara2 saya sekarang di Papua yg hidup merdeka akhirnya akan hidup di alam penjajahan saat kekayaan alamnya msh ada, dan hidup melarat sesudah semua kekayaan alamnya habis dikuras. Saya percaya Jokowi dan rakyat Papua percaya Jokowi, soal referendum, siapa bilang itu kemauan rakyat Papua - sudah selesai waktu OPM meletakkan senjata! Kayak FPI mengatas namakan umat Islam saja.

Harry:
Tapi daripada kita berdebat..anda bilang orang papua sangat menghargai gusdur dan jokowi. Maka mereka cinta NKRI. yg mau pisah cuman segelintir elite politik lokalnya. Saya bilang itu pandangan itu semu.

Nah utk membuktikan pandangan anda kenapa tidak lewat referendum saja dibawah pengawasan PBB? Toh anda yakin benar dan saya yg salah...jadi saya sih gak ngotot bilang saya benar. Malah saya ikut senang kalau terbukti salah...dan ternyata orang papua memilih NKRI. Setidaknya sebagai bangsa kita akan lebih solid. Dan bisa move on ke hal2 lain mensejahterakan bangsa ini. Tapi ya buktikan dulu. Kan lucu jadinya, yakin2..tapi saat mau diuji eh takut... ????

Harry:
justru saya yg mau bertanya pada anda...dari mana anda tahu papua tidak menginginkan referendum? Kalau cuman berdasarkan teman2 papua anda yg maaf saja belum tentu juga mau berterus terang pada anda karena takut dicap makar. Kalau betul kata anda...kenapa para mahasiswa papua berbondong2 minta referendum?
(click to show)

(click to show)


Saya sudah pernah dengar kisah vanuatu dan PNG. Kisah itu mengingatkan saya pada kisah indonesia...dimana 20 thn setelah merdeka justru lebih terpuruk dari saat penjajahan belanda...yaitu saat 1965. Negara morat marit...mungkin saja belanda tertawa pesimis saat itu. Seperti pesimisme anda saat ini terhadap prospek papua merdeka. Tapi ternyata kemudian indonesia bisa maju juga. Kenapa tidak papua? Ingat alasan pembangunan infrastruktur tak bisa sekonyong2 jadi legitimasi. Belanda pun bukan tidak ada membangun nusantara. Contoh bandung yg dijuluki paris van java saat itu. Seorang oma2 pernah bilang saya malah mendingan bandung saat belanda ketimbang diurus ama indonesia. Jadi pembangunan itu tak cukup sebagai legitimasi. Sometimes we are just too different to be together. And we are happier apart. Just like east timorese. Besides right for self determination is enshrined in our constitution preambule. Doesn't that mean something? Or is it just typical "basa-basi" only applies to ourselves when it's convenient and not to others.

Self determination itu memang tak ada garansi ke depannya akan lebih baik. Bisa lebih buruk, bisa lebih baik. Tapi itu hak manusia menentukan jalan hidupnya. Itulah kenapa ada semboyan di sini..."lebih baik mati daripada dijajah". Kalau anda merasa sebaliknya...mungkin anda type orang yg fine2 aja tinggal menumpang di rumah mertua... ????

Bersih bersih:
Saya suka saja beradu argumen, karena bisa belajar juga, tapi ada syaratnya yg khas Seword, yaitu pakai data - bukan hoax. Lha penduduk total Papua cuma 3.5 juta jiwa dan Papua Barat hampir 1 juta jiwa - bayi2 juga sudah jadi mahasiswa?? Yang bener aje ente ??!!

Harry:
Anggap aja hoax. Gitu aja kok repot. Makanya saya attach sumbernya. ???? terlepas dari itu hoax apa bukan...tuntutan referendum itu nyata. Berapa banyak yg minta referendun bisa diperdebatkan. Tapi adanya tuntutan itu fakta. Petisi dibawa ke PBB itu fakta. Mari kita debatkan essensi argumen saya yg lain. Bagaimana anda merasa benar tapi menolak pembuktian. Pembuktian dgn referendum itu jauh lebih baik dari pada perang. Dan belum tentu referendum dimenangkan pendukung papua merdeka. Bisa jadi mereka justru memilih NKRI. ????

Bersih bersih:
Begini Mas, melampirkan gambar itu tidak berarti anda menyertakan sumber datanya, dan karena anda yg akan menyebarkan informasi ini, sebaiknya dicek ulang. Di media ini, anda loh yg menyebarkan informasi ini yg terbukti tidak benar, jd ya harus bertgjwb. Paling tidak anda bisa kena marah Mas Alif berani2 pasang hoax di sini.
Kembali ke esensi - seharusnya anda setuju bahwa yg dpt mengikuti referendum adalah penduduk dewasa setempat, setuju?!, semoga data berikut dpt meredam keinginan anda utk melakukan referendum (yakin PBB sdh mingkem kem): partisipasi pemilu 2019 Propinsi Papua 90% dan Papua Barat 88%. Tambahan sedikit utk memperjelas - tidak di bawah todongan senjata tetapi dengan gembira dan gegap gempita mendatangi TPS.

Harry:
Itulah kelatahan  produk indoktrinasi bahwa semua informasi yg salah itu hoax. Padahal info yg kita kutip tak selalu akurat. Itu bukan hoax tapi bisa jadi sumber yg salah. Ya jangan dibungkam dong. Lihat aja essensinya. Lagipula kutipan saya gak salah juga...ini dari media lain.
(click to show)

Dan saya juga gak ada bilang jumlah sekian2. ????
Itulah pikiran kerdil anda...berkutat ke hal kecil mengalihkan dari essensi masalah yg sebenarnya. ????

Kalau benar partisipasi pemilu2019 papua melukiskan dukungan pada NKRI (psst...noken lho itu noken). Bagus dong...berarti kalau referendum pasti menang besar kita. Nanti saya ikut merayakan bersama anda! Yakin menang tapi gak mau dikonteskan...apa namanya itu? ????

Bersih bersih:
Saya mohon maaf, anda mmg punya sumber datanya, hanya saja isinya jg perkataan seseorang yg terlalu menantang nalar. Soal referendum, kalau data partisipasi pemilu di atas blm cukup meyakinkan anda, ya silakan saja anda berharap suatu hari bisa melihat pelaksanaan referendum ini. Referendum diadakan atau tidak bukan tergantung saya, hanya saja pemerintah tdk akan melayani permintaan absurd orang 'luar' dan ihwal PBB akan meminta pemerintah Indonesia melakukan referendum kok rasanya gimana gitu.

Joni Agus Suparta:
bagus itu, mak susi, emak kamfret caleg gagal yang sok nasionalis kudu mempertanggungjawabkan cocotnya yang  nyaris mengakibatkan NKRI perang saudara....., orang yang suks bikin ribut ini kudu  sekadang dengan aktivis yang oplas gagal, caleg gagal ketemu yang oplas gagal

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Atas Alasan Cinta Merah Putih Haruskah Menista Saudara Sebangsa yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/atas-alasan-cinta-merah-putih-haruskah-menista-saudara-sebangsa-fMcf3PNkXB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: