You Now Here »

Menolak Pemindahan Ibu Kota Dengan Kerusuhan Papua  (Read 57 times - 106 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,508
  • Poin: 19.584
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menolak Pemindahan Ibu Kota Dengan Kerusuhan Papua
« on: September 01, 2019, 03:00:04 PM »




Jesse Sihombing:
Mereka bukan oposisi tetapi Gerombolan pecundang dan pengecut.
Hanya nyinyir dan fitnah bisanya mereka

Parto Suparto:
Karena pemerintah tidak tegas jadi dibuat mainan. Pemerintah masih bermimpi bisa menyembuhkan kaum korslet dengan persuasif, yang ada nantinya masyarakat waras jadi korslet. Lihat saja kelakuan GUBSU jenderal bintang 2 lulusan lemhanas otaknya korslet juga memaksakan wisata halal, dimana selama ini hubungan antar pemeluk agama disana (pulau samosir) sudah berjalan baik penataannya dengan kearifan lokal. Info teman asli orang sana rektor Unimed itu (muslim) asli dari samosir dan dikampung mereka ada yang parmalim (agama/kepercayaan asli batak), muslim, kristen, katolik walau masih satu kakek hubungannya harmonis saja. Ngapain gubsu meniup-niupkan isu sara, bintang 2 lulusan lemhanas barang itu.

iam hêylêl:
Oposisi di sby teriak monyet, oposisi di papua teriak merdeka, oposisi di jakarta teriak jokowi berkantor di papua..  Jadi oposisi kok tolol ahaha

TMP2:
Mungkinkah dari pikiran yg sakit dan gelap, bisa menghasilkan sesuatu yg sehat dan terang ??

Mungkinkah org/kelompok yg sangat bernafsu utk berkuasa dg menggunakan segala cara tanpa peduli efek negatifnya, menjadi nasionalis ??

Mungkinkah kelompok pengguna dan penikmat SARA, mau dan mampu memajukan bangsa dan negri ini ??

yuviandi purbodewanto:
Amit-amit ... JANGAN SAMPAI mrk berkuasa!

Sita W:
Oposisi rasa rendang...eeeh pecundang! Ternyata susah ya jadi oposisi yang cerdas berkualitas? Mosok kata oposisi harus diganti jadi enemy? ??? ?????

Barkah Adi:
Tolol dan goblog itu mungkin bawaan lahir mereka.

Wele Wele:
"..saya juga berharap agar partai-partai oposisi seperti Gerindra, PKS dan PAN, mampu menjadi partai seperti PDI Perjuangan.."

Gue sih pesimis kalau partai2 bermasalah itu mampu.. soal kardus sih mampu.. cuma.. dilihat dari etos, budaya, bahkan gaya kardusnya pun keknya masih tunggulah tahun 2070 atau lebih..
Setengah abad belumlah cukup bagi mereka jadi dewasa

Bersih bersih:
Jokowi kebobolan kali ini - tolong dibaca positifnya ya. Mengapa Jokowi kebobolan? Karena semua keputusan yg dilaksanakan (kalau cuma rencana saja, yakin tdk ada kerusuhan di Papua ini) berhasil menjepit mrk yg ingin dijepit. Hanya saja saking banyaknya keputusan spt ini: 'jangan lagi' soal korupsi, Petral+Blok Rokan+ Blok Mahakam+Freeport+kilang minyak blm dibangun malah ada yg terbakar(??), Tax amnesty (yg paling tersengat bukan pemilik modal krn dg bayar 2-10% semua harta diputihkan, ttp mafia tanah negara, di mana rata2 ASN terlibat, utk memutihkan kepemilikan tanah hrs bayar pajak dan rata2 tdk sanggup, gara2 Jokowi [+Sri Mulyani] tanah sekian hektar menguap dlm genggaman [bencinya Amien Rais??]), pengejaran simpanan korupsi yg trilyunan, dan terakhir pemindahan ibukota adalah trigger karena kali ini memutus 'penghasilan' di masa depan!  Blm lagi 'pembicaraan' ttg penuntasan kasus HAM masa lalu - Jokowi dg sikapnya yg 'jangan lagi' sanggup melupakan masa lalu demi ringan melangkah di masa depan, tetapi hampir tidak mungkin membentuk TRC ( Truth & Reconciliation Commission) spt di Afrika Selatan krn justru rakyatnya yg sangat pendendam. Penderitaan dan ancaman bersama ini mampu menggalang musuh2 Jokowi bersatu utk menciptakan kerusuhan - daerah yg terpilih krn tdk ada pilihan lain yaitu Papua. Tidak mgkn pilih Aceh krn para 'pejuang' Aceh merdeka sdh merem melek dikipas Otsus yg melimpah biarpun rakyat Aceh msh yg paling miskin se Sumatera, lagi pula sdh menjalankan syariat Islam, kaum Onta berkeberatan Aceh yg diobok-obok krn efek meluasnya adalah adanya kilafah (berlakunya syariat Islam) tetap saja membawa kemiskinan (yg jadi kaya raya? Ehm!!). Lagipula sdh tidak ada gaung internasional lagi soal Aceh.
Belakangan ada narasi yg dimainkan seolah2 referendum hanya seperti pemilu saja - kalau begitu ya tidak perlu ada referendum - partisipasi pemilih Papua (otomatis org dewasa= peserta referendum) 90%.
Referendum krn msh ada gaung suara internasional - perorangan yg tersakiti jaman Soeharto, tetapi baru berani kabur selepas jaman Soeharto. Sy hrs hormati org yg cari jalan utk menghidupi keluarga - ttp kau bisa bebas setelah jaman Soeharto, pernah pulang lihat situasi setelah Jokowi jadi presiden? Kalau merdeka mau buat apa? Siapa perintah siapa? Biaya hidup bisa spt skrg? Freeport bisa kau kuasai? Konsesi lahan bisa 'dinasionalisasi'? Siapa bisa buat tak ada perang suku? Benny Wenda perlu jawab dg jelas semua itu - kalau tdk anda skrg sdg jadi budak onta dan serigala!!
Kalau mahasiswa? Saya tdk bermaksud menjelekkan semua mhsw yg tinggal di asrama pemda (apapun propinsinya) ttp rahasia umum bhw mhsw2 ini 80% adalah 'pilihan' - spt kasus Koko paskibra yg tergeser krn ada anak 'pilihan' yg 'mampu' ttp tdk ikut seleksi umum. Ada banyakn vested interest mrk yg tinggal di dlm asrama ini - kalau kasusnya mrk menolak bahkan seorang Gubernur - bisa jadi di dlm asrama ada cukup banyak anak muda yg merasa (bapaknya) memiliki 'kasta' kesukuan yg lbh tinggi daripada Lukas Enembe!! (dan Lukas jg ada kesan mengecilkan kesukuan Lenis Kogoya!). Papua mau merdeka? Perang suku sdh jelas!!
Lalu ada media nasional ikut mengutip ocehan 'aktivis' mhsw bahwa ada 6 juta mhsw akan kembali ke Papua dan membangun Papua?!! Yg perlu bangun ya dia itu sendiri - total penduduk asli + pendatang di Papua hanya 4,5 juta. Ketahuan kan model (monas) yg ditiru.
Sekali ini banyak aktor yg terlibat, ada internasional (walaupun selama ini hanya utk jualan eksotisme - tdk ada badan resmi internasional terlibat, kalau LSM harap maklum saja krn itu cara hidup mrk), sakit hati, terancam, peluang (krn bodoh tdk lihat gambar keseluruhan) dan jg meliputi wilayah yg besar - jd dg paparan di atas smg pembaca seword bisa paham bahwa kemungkinan besar urusan ini akan panjang (lama) - percayakan penangannya kepada aparat, mari doakan agar tdk banyak korban jiwa, sekaligus jangan terbawa narasi urusan Papua hrs beres dulu seblm pindah ibukota!
Mari doakan jg agar sekali ini, saking semangatnya para provokator mengira langkahnya berhasil, jadi teledor dan banyak meninggalkan jejak bukti yg cukup utk membungkam mrk selamanya.

yuviandi purbodewanto:
"Alangkah hebatnya kalau pihak oposisi berdebat dan mengkritik secara fokus."
Mereka sdh nggak bisa mendebat kelemahan Jokowi, baik dari keluarga maupun kerja dan karyanya; pemindahan ibu kota, itu luarbiasa fenomenal. Tapi mereka hebat, harus diakui, dlm mendebat masalah selangkangan.

Wanda Bagus Sebastian:
Tolol dan begonya oposisi itu mungkin karena Squidward Tentacle.(╭☞•́⍛•̀)╭☞

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menolak Pemindahan Ibu Kota Dengan Kerusuhan Papua yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/menolak-pemindahan-ibu-kota-dengan-kerusuhan-papua-99HKWg2F76

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: