You Now Here »

Wisata Halal Kan Gagasannya Jokowi Kok Malah Ditolak  (Read 62 times - 38 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,508
  • Poin: 19.584
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Wisata Halal Kan Gagasannya Jokowi Kok Malah Ditolak
« on: September 04, 2019, 01:40:21 AM »




Luky Thea:
"Wisata halal ya wisata biasa, hanya saja di sana ada fasilitas beribadah dan kuliner halal bagi wisatawan muslim. Begitulah kura-kura."

Kalau alasannya itu ya tidak perlu diberi label halal atau yang lebih parah Syariah, kalau cuma fasilitas dan kuliner halal, di tempat wisata yang tidak pakai embel-embel halal juga bisa kita temukan.

Delavian Panggabean Sidabutar:
Sebab "munafik bergerombol" sudah dipaksakan menjadi kebiasaan yang biasa-biasa dan sah-sah saja!.....dah ngak heranlah? ??? ??? ?????

johanespermana:
Yg masalah sih sebenernya potensi para preman agama yg melakukan sidak atau patroli dgn maksud mengintimidasi mrk yg non muslim yg dipaksa mengikuti aturan agama islam. Lagian lebih setuju kalau dirubah muslim friendly drpd halal.

henry henz:
Wajarlah penggunaan kata halal dipermasalahkan mengingat byk kasus berlabel keagamaan yg terjadi di negeri ini yg penanganan hukumnya terkesan berat sebelah. Bukankah setiap warga negara memiliki kedudukan yg sama di mata hukum & hukum mrnjadi panglima tertinggi di negeri ini ? Kura-kura begitulah

Delavian Panggabean Sidabutar:
Sebab "mereka" tetap "membutakan "hati-pikiran-mata"......baca dan simak video Son of Hamas...Maya daughter of Hamas Seikh....apa yang "dilakukan" TB Josua dari Nigeria....Philiph Mantofa.....pengakuan "mencengangkan" Imam Tawhidi.....serta "pengulitan a-z" dari Arabian Prophet......(ini cukuplah dulu.. ??? ??? ??? ??? ????).

doodleramen:
Sepertinya ada salah pengertian dari pihak yg pro dan kontra. Saya yakin sebagian besar non-muslim sebenarnya tidak punya masalah dengan konsep wisata halal yg dimaksud penulis. Tapi melabeli suatu kawasan/area yg penduduknya mayoritas non-muslim menjadi kawasan/area wisata halal itu yg jadi masalah. Konotasinya jadi berbeda, seakan-akan area itu harus comply dengan aturan-aturan salah satu agama.


Tentu saja penduduknya ketar-ketir kalau pengertiannya seperti itu. Sedangkan wisata halal yg dimaksud adalah memudahkan fasilitas untuk wisatawan muslim. Gak ada yg salah, tapi harus disosialisasikan dengan jelas agar tidak menimbulkan ketakutan.



Lagian kalau dipikir-pikir lagi, apa sih gunanya melabeli suatu kawasan jadi halal? Kan sudah banyak paket wisata halal dan biro perjalanan halal. Tinggal ikuti saja dan mereka akan memandu wisatawan muslim ke tempat2 yg dianggap halal, misalanya ke restoran atau hotel yg muslim-friendly. Jadi gak perlu sampai melabeli seisi kawasan dengan label agama.

silabo hatung:
masalahnya beda dengan negeri jiran, di negeri ini para minoritasnya mempunyai perasaan (semakin) tertekan.. makin kesini walau berdemokrasi bila bertalian dengan keyakinan mesti banyak mengalah, misal izin rumah ibadah katanya lebih sulit dari izin membuka panti pijat, terseleo ngomong dinilai menista ! ada aturan tak ditulis, kata maaf yang tulus jauh dari cukup.. dijebloskan ke penjara adalah balasan yang paling murah, hakim ditekan tak boleh mempunyai pilihan ... maka, bagi mereka di wilayah yang populasinya berkategori mayoritas ketika ada suara suara seakan ingin mengusik/mengganggu kemayoritasannya, seperti daerah bali dan terakhir danau toba, tak heran tanduk defensifnya seperti punya kesempatan unjuk gigi ... langsung pasang kuda kuda sambil sang uneg-uneg naik ke ubun ubun; .. enak aja, haram buat loe halal buat gue, tau ! kalau merasa tak nyaman tak perlu datang. beres ! .. atau, tetap ingin bertamu ke tempat kami, antum kan bisa tak menyentuh apa pun yang haram. masa, ga bisa ?! .. jangan lemah iman, dong

TUgiyo:
Berarti kan cukup penilaian ga perlu dikasih label ??
Emang usul A ntar ujung2nya sampai Z. Kaya ga tau aja ini abang penulis. Selama msh banyak orang yg ketipu sama setan berbalut agama saya menolak yg pake label2 agamis karena ntar ujung2nya dipelintir kemana2.

Fsasosi:
Harusnya jangan cuma makanan doank yg di lebelin halal.... harusnya kotoran/e ek nya juga.. khan keluar dari fantat kafir.... jd di pisahkan jamban halal dan non halal, wc syariah.... ????

Ari:
Memang gagasannya beliau, tapi penggunaannya juga di sesuaikan dengan lokasi dan tempatnya donk, Jokowi juga ga bilang wisata Halal di Danau Toba. kura-kura juga deh

Elvan Timothy Wijaya:
Gagasan sih dr Jokowi. Tp kl yg jalanin dr radikalis ya arah ke depannya spy spt aceh..

Mencegah lebih baik drpd mengobati, minoritas utk mulai ga pcy kl Jokowi ini bisa adil, jgn ditambah2in dengan ide2 yg membuat minoritas makin antipati sm Jokowi deh..

Ari:
setuju dengan komentar lu sob...marilah menghargai daerah dan adat istiadat masing2 wilayah  dengan baik ga semua di hantam kromo wisata halal

Angellina:
Aduh, mas Alif ini...Bpk Jkw memang presiden terbaik yg dimiliki Indonesia, dia ijg dolaku. Tapi apakah beliau orang yg sempurna sehingga setiap sabdanya harus selalu kita iyakan. Kan ngga juga...

Lagian, masa sih, mas Alif membandingkan hotel halal dengan Danau Toba wisata halal. Kan ngga apple to apple dong. Kalo hotel mah dimana mana banyak, jadi kalo salah satunya dilabeli halal, kan masih bisa pilih yg lain. Kalo Danau Toba kan cuma satu. Kecuali kalau danau Tobanya banyak, salah satunya dilabeli halal, ya masih bisa pilih danau Toba yg lain...yg ada babi2nya yg lucu...

Ah...mas Alif suka gitu deh...

TMP2:
Jadi masalah ga kalo mereka melihat ada ternak babi main2 dan guling2 ditepi/pantai danau Toba, apalgi anak2 babi yg lg lucu2nya....Ntar air sedanau toba jd haram tuh....hi hi hi

Dan sptnya penulis jg sdg lucu2nya...ya jelaslah ga masalah, toh penulis menggunakan contoh daerah yg memang mayoritas muslim spt Lombok, Jakarta, Batam, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan. Gimana dg Toraja, Manado, Papua, Bali, NTT dll ??

Maksa banget sih...

David Agner:
Tulisan anda makin tak berbobot mas alif...seharusnya anda lebih jeli melihat kondisi masyarakat, kebiasaan dan kehidupan setempat. Anda jangan mengadu masyarakat disini dengan program jokowi.
Kenapa gak anda angkat aja pub, diskotik halal? Atau sekalian bikin ancol, taman mini, borobudur....anda makin lucu dan genit mas alif

Julius DS:
Wisatawan halal berdatangan banyak, ternyata sebagian adalah pengungsi halal yang transit lewat Indonesia dan ternyata ditolak oleh negara tujuan, akhirnya terkatung2 diJakarta dan sekitarnya.....

Opa patompo:
Yah, yg dikhawtirkan memang gerombolan sebelah yg "mabok".
Tokh, masyarakat lokal juga ga sembarangan dengan hal yg menyangkut "halal", karena reputasi wisata juga bisa turun.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Wisata Halal Kan Gagasannya Jokowi Kok Malah Ditolak yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/wisata-halal-kan-gagasannya-jokowi-kok-malah-ditolak-yzjoUfctmg

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: