You Now Here »

Kenapa Warga Papua Cinta Jokowi Tapi Tak Suka Pemerintah Indonesia  (Read 58 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,450
  • Poin: 19.526
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kenapa Warga Papua Cinta Jokowi Tapi Tak Suka Pemerintah Indonesia
« on: September 06, 2019, 10:16:34 AM »




Martabak Sweet:
Tulisannya bagus. Mudah mudahan bisa membuka mata dan hati lalu ada perbaikan.

Bersih bersih:
74 tahun kemerdekaan RI, cukup 4 tahun kenal Jokowi sebetulnya semua orang Papua sudah menatap kehidupan yang jauh lebih baik di masa depan, yg sebagiannya sudah terbukti saat ini. Sayang sekali memang masih ada yg lebih suka menggali sakit hati di masa 70 (50/30/10??) tahun lalu, tapi hanya untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya.
Jokowi masih pemimpin kita 5 tahun ke depan - kepada saudara2 semua di Papua, percayalah 5 tahun ke depan akan jauh lebih baik daripada 4 tahun belakangan ini!!

Tony Gede:
Sependapat sama bu Jemima.

Kemarahan masyarakat Papua kemaren bukan sesuatu yg terjadi cuma gara2 provokasi dikatai monyet.  Itu cuma puncak gunung es.

Apa yg sudah terjadi sebelum2nya pada mereka ini yg sudah jadi dendam turun temurun, dari kakek nenek, ayah ibu, diturunkan ke anak2nya, generasi muda Papua sekarang.

Memutus rantai dendam yang panjang ini perlu waktu dan upaya yang sungguh-sungguh.

Upaya menambah pasukan ke sana dan pemblokiran internet utk menjaga kestabilan di sana mungkin oke utk sementara.

Kemungkinan rusuh memang harus diredam.

Dan pemblokiran perlu utk memberi waktu bagi masyarakat Papua utk tenang dulu, lepas dari suara2 luar yg terlalu ikut campur.  Beri waktu mereka utk cool down.

Kerusuhan Ambon dulu terjadi berlarut-larut karena tak adanya kontrol informasi seperti itu.  Akibatnya, berita2 hoaks dan menghasut terus membobardir dan membakar kebencian di sama.  Andai waktu itu pemerintah cepat memblokir, mungkin kerusuhan di sana akan lebih cepat diredam.

Maka utk saya, pemblokiran utk saat ini tepat.  Utk sementara.

Tpi setelahnya itu apa?

Saran saya tetap suara / aspirasi mereka harus didengarkan langsung (tanpa mengorbankan keutuhan NKRI tentunya).  Apa yg mereka mau, arah pembangunan mereka ke depannya, dsb.  Semua harus didengar.

Pemerintah tentu jg harus ksih masukan, agar masyarakat sana jg tahu apa alternatif yg tersedia di samping yg mereka inginkan.  Lalu berikan kesempatan pd mereka utk memilih.

Dan pastikan agar aspirasi mereka jadi bagian dari rencana pembangunan Papua ke depannya.

FAUZi:
Tulisan yang bagus, di tuangkan dari hati nurani...

Sedikit masukan :

Point ke Empat itul;ah yang menyesakkan

GAM dengan pengkhianat hasan tiro dkk.. malah dikasih kembali dan aceh pun lepas dari Indonesia, kerjaan si smeagol berkumis dan si habibi (yang ngasih gratisan timor timor timur, kayak nya hobby memnyerahkan wilayah negara kepada lain pihak, dan kepengecutan si badan besar sehingga aceh pun menjadi serba ajaib begitu. aku sih anggap aceh sudah bukan bagian dari  NKRI, di bayarin berapa juga nggak akan mau kesana... (lagi, karena saat Sabang hendak dijadikan 'kapet', kawasan pengembangan ekonomi terpadusampai bosan ke aceh, sesaat sebelum repotnasi gagal itu), Acveh seharusnya tetap menjadi wilayah DOM



Kalau HTI, semoga saja setelah dilantik Pak Jokowi, memiliki nyali dan keberanian dan kemauan untuk menuntaskan dan Mem PKI kan HTI dan kambrat kambratnya secara total..

Bila tetap seperti sekarang maka sungguh mengecewakan ..


Papua, OPM nya memang wajib dibasmi habis...

Ingat lho Mbak Jemima HAM is the biggest bullsh*t in the world

harriz salim:
Ditanah nan gersang orang hrs berlomba bangun sebelum matahari terbit untuk beraktivitas....ditanah nan subur orang lbh senang tidur larut malam bangun lbh siang karena alam nan subur menyediakan segalanya , siapa yg tidak siap mental dan malas maka tidak akan siap juga menetima perubahan....

Martabak Sweet:
"Saat OPM mengibarkan bendera Bintang Kejora langsung ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka. Tapi saat ada yang mengibarkan bendera HTI selaku ormas terlarang kok dibiarkan. Padahal itu terjadi di depan mata aparat juga. Pemimpin GAM juga malah dijadikan sebagai mitra dialog yang layak duduk semeja dengan petinggi-petinggi Indonesia. Luar biasa."

Kemunafikan yang sudah mendarah daging. Dan bukan hanya di soal bendera.

Bedanya masa sekarang dan tempoe doeloe. Yang dulu jadi korban karena tidak siap dan tidak menyangka, sekarang jauh lebih siap dan pasti akan ada korban tinggi kalau benar terjadi perpecahan dari sisi jiwa dan materi.

Wanda Bagus Sebastian:
Terima kasih Tante membuat artikel Seword ini untuk Papua. ????(*˘︶˘*).。*♡
#Felicia

si memble:
Minta maaf itu langkah awal yg bagus, namun bisa berubah jadi lips service semata  jika tdk diikuti perubahan laku dari semua pihak.
Pendek kata: orang papua cuma minta di "wongke", sesederhana itu, sad but true.

Aji Soko Santoso:
Tulisan yang bagus Mbak Jem!
Saya punya sedikit teman dan kenalan dari Papua, setiap kali bertemu mereka tidak pernah mengeluhkan aneh-aneh di daerahnya.
Setelah mengikuti berita-berita soal Papua, baru saya sadar orang Papua itu berbeda-beda suku dan daerah, yang setuju Papua-M maupun NKRI tidak sama.
Menurut saya, dunia internasional dibohongi narasi pendukung Papua-M dan pemilik kepentingan di sana.
Papua harus dibenahi lebih dulu baik masyarakat dan daerahnya.
Terima kasih sudah membaca tulisan saya.

Lanina:
Apa yg akan terjadi ‘post Jkw’?

Opa patompo:
Bener... Kekecewaan yg mendalam yg bisa meledak...
Menurut saya, mereka tidak meminta masyarakat luar Papua untuk mengembalikan apa yg sdh diambil...

.:M:.:
Semenjak nimbrung di Seword, dengan berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia, baru kali ini saya tidak tau di sisi mana harus berdiri. Yang saya tau, dirampas hak kita, ditindas (hti ga termasuk ya) rasanya ga enak. Tapi di satu sisi, ketika berupaya ikhlas dan sabar, buah-Nya manis.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kenapa Warga Papua Cinta Jokowi Tapi Tak Suka Pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/kenapa-warga-papua-cinta-jokowi-tapi-tak-suka-pemerintah-indonesia-jce50QkQ2l

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: