You Now Here »

Indonesia Sibuk Beragama Bukan Bertuhan  (Read 55 times - 97 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,450
  • Poin: 19.526
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Indonesia Sibuk Beragama Bukan Bertuhan
« on: September 07, 2019, 10:01:38 PM »




iam hêylêl:
Ketika manusia tidak mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri maka dia gagal dalam bertuhan. Tidak peduli tuhannya esa tunggal atau jamak, zat atau manusia, matahari atau binatang sekalipun. Krn anti dr mengasihi adalah memusuhi dan itu adalah ajaran iblis ..ahaha

Givern Miricle:
pernahkah kita bertanya apa mungkin alam semesta lebih dari satu

Leo Nardo:
A. Einstein belum pernah memikirkan hal itu. Baru sebatas memikirkan letak batas alam semesta ini. Itu pun belum menemukan titik terang. Bila batas alam semesta telah ditemukan, maka ada kemungkinan disebelahnya ada alam semesta tetangga kita.

Zero:
Saat merokok sendiri di tmpt sepi, sy pernah bertanya spt itu mas. Bhkn pikiran jd liar mbayangkn saat bumi yg kita tempati sdh uzur dan akan hancur, ada sbagian manusia masa depan dgn peradaban jg tehnologi yg smakin maju sdh eksodus di planet baru atau bhkn di galaksi lain ????.

Paian Marulitua:
Brur, Tuhan semua agama SATU? Itu pandangan yang sungguh keliru. Pertama, sebagaimana anda tulis, ketidaksanggupan manusia mengatasi persoalan hidupnya membuat mereka mencari ZAT, dengan kata lain manusia mencari TUHAN bahkan ada yang menciptakan tuhan dan tidak sedikit yang menganggap dirinya adalah tuhan.  Kedua, keyakinan yg bersumber pada pencarian manusia kepada tuhan pasti berbeda dengan keyakinan yg bersumber pada TUHAN yang mencari manusia utk diselamatkan olehNYA seperti dalam kekristenan. Ketiga, dalam prakteknya sebagaimana ajaran yang mengatakan, DARI BUAHNYA KAMU MENGENAL POHONNYA BAIK ATAU TIDAK, tidak semua agama menghasilkan kebaikan universal. Persoalan kita di dunia saat ini POLITICAL CORRECTNESS membuat siapapun menyatakan semua agama baik. Tapi saya tidak percaya itu. Setan pun bersikap baik dalam kebohongan dan tipu muslihatnya untuk menjerumuskan manusia melawan TUHAN YANG BENAR.

Edwin Hendra Kusuma:
"TUHAN itu fakta. Agama menjadikan-Nya mitos."

- MartoArt -

Leo Nardo:
Yang namanya mitos itu bila eksistensinya tidak dapat dilacak. Ujungnya tidak lebih dari sekadar asumsi semata atau hanya sejauh teori tentangTuhan.

Joshray Sibagariang:
saya tidak memaksa siapapun untuk mengakui bhwa Tuhan semua agama sama. Tp saya berhrap jgn trlalu fkus dgn perbedaan yg ada. Toh kita akan berujung pd kesudahan hidup. Dmi indonesia yg damai kta sepatutnya meninggalkan identitas keagamaan kta msing2 tnp menghilangkan esensi dr ajaran agama msing2.
mmg terkesan dangkal pengetahuan agama saya ktika mengatakan Tuhan itu sama. Namun sejarah tidak bisa berbohong, dan saya yakin tidk mgkin berbeda Adam dan Hawa yg ada di Alquran dan Alktab...

firman proindo:
Bedalah, adam manusia berdosa tp justru dianggap sebagai nabi oleh Al-Qur'an sedangkan adam menurut Bible adalah hanya manusia pertama yg buat dosa

Leo Nardo:
Se-7 sekali...ada semacam illogical fallacy ketika mendengar klaim "semua agama atau manusia menyembah Tuhan yang sama".  Klaim model begitu langsung runtuh saat anda minta orang itu beribadah ke rumah ibadah agama lain. Orang itu pasti menolak keras. Padahal katanya Tuhan yang disembah semua agama sama...wkwkwk

Ali Al-Mujtaba:
AGAMA aliran KEBENCIAN itu sudah ada semenjak zaman ROSUL SAW. Dan ROSUL SAW meramalkan bahwa AGAMA ini akan semakin bertambah eksis di akhir zaman. Merekalah yang disebut beragama hanya sampai TENGGOROKAN. Mereka punya banyak pengikut, susah dibubarkan, membuat keonaran dimanapun mereka berada. Mereka adalah pengacau AGAMA CINTA yaitu agama yang diajarka ROSUL SAW. Mereka itu sudah dikavlingkan tempat yang disebut NERAKA WAIL.

Joshray Sibagariang:
Hahah
soal neraka biarlah yg kuasa memutuskan. Tugas kita mari menabur benih kebaikan selagi masih ada waktu

.:M:.:
Agree.

Saya pun termasuk yang meyakini Tuhan itu ESA, dengan berbagai a.k.a-Nya, dengan kronologis lini masa yang mengalami berbagai alur skenario cerita, tapi ada benang merah-Nya bagi yang mau mempelajarinya.

Izin ikutan nimbrung, analogi Sang Ayah, punya 6 anak, pasti ada harapan beliau anak2nya tumbuh jadi manusia dewasa dan ikut bertanggung jawab;
1. Ada yang nanggung biaya listrik
2. Ada yang berkenan membersihkan rumah
3. Ada yang berkenan memperbaiki bagian dan perabot rumah yang rusak
4.  Ada yang masak untuk anggota keluarga
5. Ada yang nanggung biaya keperluan rumah
6. Ada yang nanggung pajak
Kurleb begitu, gotong royong urus rumah, tempat tinggal bersama (atau pernah).
pasti setiap mahluk-Nya punya tugas masing2 untuk keberlangsungan hidup damai berdampingan (teratur) di bumi-Nya.

Joshray Sibagariang:
Kita terlahir ke bumi membawa tanggungjawab masing2 dr Tuhan, apapun agamanya

Hery Purnomo:
Apakah berganti agama/keyakinan berarti sdg berganti Tuhan. Kalau begitu betapa Manusi lebih kuasa dari Tuhan, shg bisa diganti. Apapun agamamu apapun suku bangsamu baiik manusia hewan maupun makhluk lain d bumi ini ber Tuhan Yang Mah Esa.

Joshray Sibagariang:
Yah memang demikian seharusnya....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Indonesia Sibuk Beragama Bukan Bertuhan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/indonesia-sibuk-beragama-bukan-bertuhan-KXC5Z4VEcA

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: