You Now Here »

Menyumpal Mulut Besar Kpai  (Read 91 times - 109 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,450
  • Poin: 19.526
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menyumpal Mulut Besar Kpai
« on: September 08, 2019, 03:02:57 PM »




Arif Soetanto:
Bubarkan kpai & komnas ham
Lembaga tak berguna pembela bandit & penjahat

Soekojono Goen:
Bung Arief Soeanto, saya mendukung 1000% untuk pembubaran KPAI dan KOMNAS HAM.
Uang rakyat dan uang negara SANGAT TIDAK PANTAS DAN HARAM diberikan kepada kedua lembaga seperti itu.

Agus Anggoro:
Seruju banget

GustiMbotenSare:
Audisi untuk cetak atlet kelas dunia dijegal,....maunya anak mereka audisi gangbang kali ya

Kolik2000:
Saya dukung kak Seto

Givern Miricle:
sebentar lagi kegiatan olahraga apapun bisa jadi haram karena atlet nya berpakaian tidak menutupi aurat

Fsasosi:
KPtAI...

deetopia:
Aku nggak suka dengan rokok. Tapi aku paham olahraga hanya bisa maju dengan dukungan sistem yang bagus, pelatih dan pembinaan yang rapi. Itu semua butuh dana luar biasa besar. Dan itu semua baru bisa diberikan sponsor seperti Djarum.

Sam Dear:
hahaha.........
kalau orang tua dan sekolah tidak meng-eksploitasi anak dari kecil darimana kita tahu kelebihan dan kelemahan anak kita.

KPAI... KPAI... KPAI... kalau mau melucu, bodohnya jangan kebangetan, intelek dikit, napa .....

Wanda Bagus Sebastian:
??? ??? ??? ??? ????

Edwin Hendra Kusuma:
Dibubarkan? Nggak perlu sampai segitu. Cukup ganti aja semua personil-nya dari top sampai bottom dengan orang2 jelas kredibel.

.:M:.:
Mungkin...KPAI khawatir, kebanyakan orang tua jaman now tidak berkenan ambil kendali terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anaknya, karena sibuk menuhin keinginan diri mencari semangkok berlian..kan udah bayar sekolah mahal-mahal masa 'gitu'..
ironisnya, keluarga - anak adalah harta paling berharga, tapi lebih ga rela serahin perhiasan2 dan sertifikat2 tanah ke ART.

Eh, biasa hidup gengsi...masa mau pake beasiswa.. ????

Mungkin, lagi jadi toa dari permainan 'perang industri', farmasi dan produk gaya hidup lainnya.. ????

Udah bagus perusahaannya sadar untuk menggerakkan CSRnya secara efektif berkesinambungan, yah ada logonya mah wajar, timbal-balik namanya. Anak beresiko merokok? Tanya orang tuanya..

Lagian ya, kalau sudah cukup umur, dan mampu beli..industri rokok itu menghidupi banyak orang. Dalam batasan wajar, bisa jadi salah satu sarana nyalurin stress (gegara permainan dunia kapitalis - siklus rat race) yang lebih ringan dampaknya ketimbang; narkoba, jajan esek2, konsumerisme berlebihan, adiksi beli 'gaya hidup', apalagi ya..

Bernard Djoman:
Yang sebelah kiri pakai hijab dadu itu memang penjilat, pernah bermasalah di zaman BTP. Dipecat Pemda DKI kok ditampung KPAI? Kualitas pecatan ya begitulah .....

Opa patompo:
Tampaknya soal amplop asing neh, persoalan anti rokok, trus di belokin ke eksploitasi anak karena pengelolanya pemilik rokok...
Drpd mengurus "eksploitasi" anak versi olahraga, mending urus "eksploitasi" anak dan balita yg sering dibawa lari, diculik, (dibuat seperti) kecemplung, kebakar, ketabrak, jatuh... Apalagi menyuguhkan kekerasan, trus masuk tempat ibadah, trus melakukan kekerasan lagi...
Ataukah KPAI ga da tipi karena masih produksi kafir?

Bibo:
Mengikuti cara berpikir yang digunakan KPAI tentang eksploitasi anak oleh PB Djarum, mari kita coba cermati apakah KPAI tidak mengeksploitasi anak.

Seandainya tidak ada ANAK maka tidak ada yang namanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI.
Gegara ada ANAK maka para pegawai KPAI mendapatkan penghasilan bahkan mungkin donasi dari luar negeri.
Apakah KPAI tidak mengeksploitasi ANAK?
mikir sob......

Chuck Longthong:
Setuju 1000%.

indo poltry:
Semua tentang amplop...
Semua tentang setoran...
Wajar negara kita susah maju, korupsi msh mendarah daging, mikir cuma urusan uang mulu tanpa mikir efek ke kemajuan buat anak cucu nantinya.
Mengutip kata2 seseorang di Seword : negeri 1000 makelar, sejuta preman .. Preman pasaran, preman kantoran .
Mumpung pak Jokowi periode terakhir menjabat, gebuk habis para koruptor, paham radikal... Nothing to lose.. Many things to win.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menyumpal Mulut Besar Kpai yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/menyumpal-mulut-besar-kpai-o1bYQsfEVi

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: