You Now Here »

Hanya Orang Picik Yang Mengecam Kpai  (Read 25 times - 48 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,450
  • Poin: 19.526
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Hanya Orang Picik Yang Mengecam Kpai
« on: September 10, 2019, 02:12:24 PM »




Seabook Arno:
Gak masalah saya dibilang picik sama penulis, karena sejauh yang saya lihat memang KPAI gak ada gunanya.

Martabak Sweet:
" Yang herannya, kritik KPAI yang sudah on the track itu justru membuat PB Djarum play drama as a victim dan mendramatisasi suasana dengan memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. Kalau bukan kekanak-kanakkan, entah istilah apa yang tepat buat mereka."

Yang ini tidak setuju. Bukan kekanak-kanakan tapi logical business decision. Yang benar adalah "This is business. Investasi harus ada return."

Edwin Hendra Kusuma:
Lalu pertanyaan berikut, kenapa hal yang positif kok diributin KPAI? Kenapa anak-anak yang terlibat radikalisme dan intoleran yang nyanyi-nyanyi bunuh, bunuh, bunuh si Ahok, bunuh si Ahok sekarang juga saat pilkada DKI 2017 yang lalu?


Jawabannya juga sederhana, karena hati mereka-mereka yang sudah antipati sama KPAI
 lalu menyalahkan dan membully KPAI bahwa KPAI hanya ngurusin yang“berminyak” (Baca: berduit).



Rada bingung saya baca dua paragraph ini, yang kalau melihat bagian awal masing2 menyiratkan bahwa paragraph yang sebelumnya adalah pertanyaan, yang dijawab oleh paragraph berikutnya. Soalnya, CMIIW, kalau memang itu maksudnya, kedua paragraph itu berarti menyatakan bahwa KPAI "meributkan hal yang positif" karena banyak pihak yang "menyalahkan dan membully KPAI".

Martabak Sweet:
Jawabannya ada di paragraf atau kalimat selanjutnya yang ditulis penulis, Bang Edwin.

Martabak Sweet:
Saya setuju banget dengan yang ditulis penulis.

KPAI ini mandul, tebang pilih, tidak konsisten, dan sarat kepentingan. Seperti lembaga Negara dan ormas yang sok ngatur Negara lainnya. Tidak heran jadi.

Tapi KPAI tidak salah terkait argumentasi eksploitasi anak. ALASANNYA:

1. Yang mengerti marketing, marketing communication, branding, pasti tahu kalau Brand Identity dan Brand Equity dari "DJARUM" dengan huruf "J" yang khas adalah trademark dan brand identity dari grup yang besar karena rokok tersebut. KORELASINYA JADI ADA!

2. Pemakaian kaos dan penamaan PB Djarum itu adalah bagian dari BRAND STRATEGY. Terlepas dari apakah kegiatannya bermanfaat atau tidak.

3. Uang marketing rokok itu banyak tapi tidak bisa disalurkan. Bagaimana caranya supaya bisa disalurkan? Ya ke olahraga atau ke hal lain dengan cara yang subtle atau gerilya atau terselubung.

4. Penyalurannya banyak contohnya: ke platform digital, olah raga, esports. Bidang tersebut sebenarnya punya aturan keras dan jelas: ROKOK dan OBAT tidak boleh masuk ke ranah olah raga, tradisional dan elektronik.

5. Investasi Djarum ke ranah luar supaya bisa menyalurkan marketing budget dan sekaligus CSR contohnya: investasi ke Kaskus, ke BliBli investasi ke IESPL (esport yang lagi marak) yang ingin mencoba coba masuk ke olah raga. Olah raga memang seyogyanya jangan dikotori oleh BISNIS ROKOK DAN BRANDING GRUP ROKOK!

Tapi KPAI sebagai lembaga punya kesalahan lainnya:
1. LEMBAGA MANDUL YANG TEBANG PILIH! Seperti yang banyak dishare yaitu tutup mata saat anak diexploitasi untuk mendemo dan jadi wadah radikalisme.

2. Suka berbohong

Edwin Hendra Kusuma:
Saya kira kuncinya di kata "eksploitasi" itu, bung. Kalau ada yang bilang Djarum sebagai perusahaan rokok numpang berpromosi melalui aktifitas PB Djarum dan Djarum Foundation, pasti gak akan saya bantah. Masalahnya, bisakah promosi seperti ini dibilang eksploitasi? Karena kalau ini termasuk eksploitasi, semua iklan produk yang menggunakan pemeran anak-anak juga harus digolongkan eksploitasi, apapun produknya.

Martabak Sweet:
Eksploitasi jelas. Mereka AWARE dan SADAR kalau Brand Communicationnya via olah-raga.

Seperti yang penulis tulis. Yang kerja di Djarum cerdas, bukan idiots.

Aji Soko Santoso:
Akhirnya ada pandangan yang berbeda!
Saya setuju dengan pandangan Bang Argo!
Lanjutkan Bang!

Agus Anggoro:
Cing outside cong

mbladus ah:
Lalu apa yang dilakukan KPAI dengan IKLAN KOMERSIAL yang menggunakan bintang iklan anak anak?

Wahyudin Salim:
Weleh segitunya ... memberi stempel picik ...

Edwin Hendra Kusuma:
Di semua negara di belahan dunia ini, perusahaan-perusahaan rokok ditolak menjadi sponsor.



Semua negara? Kalau begitu bisa dijelaskan kenapa Philip Morris International bisa jadi sponsor di F1 bergandengan dengan Ferrari-Chevron, juga British American Tobacco yang menggandeng McLaren?

Martabak Sweet:
Balapan target marketnya orang dewasa. Olahraga "pria adu*t".

Edwin Hendra Kusuma:
Apakah badminton monopoli anak-anak?

Ari:
Sebagai yang mendukung KPAI penulis sudah paham belum duduk persoalannya, penawaran dari PB DJARUM mengenai kesepakatan saat diskusi dengan KPAI sebelum menulis jangan hanya melihat satu sisi aja donk pahami dulu persoalannya..udah gitu aja ga usah banyak cing cong

harriz salim:
wooow...bela KPAI niiih yeee....baguslaah....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hanya Orang Picik Yang Mengecam Kpai yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/hanya-orang-picik-yang-mengecam-kpai-Og4Bd883Bd

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: