You Now Here »

Lampu Kuning Bagi Literasi Bangsa Indonesia  (Read 74 times - 59 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,886
  • Poin: 20.962
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Lampu Kuning Bagi Literasi Bangsa Indonesia
« on: September 11, 2019, 01:49:58 AM »




Jemima Mulyandari:
Ulasan sekaligus kritikan yang sangat berharga Dok. Selama 2 bulan ini saya aktif di dunia literasi sehubungan dengan tugas baru saya sebagai Sosialisator Program Literasi di Bali. Dari kunjungan saya ke puluhan sekolah di Bali yang nanti akan saya lanjutkan ke angka ratusan, sudah ada banyak gerakan literasi yang berusaha dilakukan sekolah2 ini sekalipun sederhana Dok. Misalnya ada pojok baca di setiap kelas yang akan diganti dengan buku baru setiap bulannya. Ada juga gerakan membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai dan banyak cara lainnya tergantung kreatifitas sekolah. Semoga ke depannya gerakan literasi ini bisa makin ditingkatnya. Bikin acara lomba2 literasi kayaknya menarik ya.

Aji Soko Santoso:
Wah, saya salut dengan Mbak Jem!  Tetap semangat!!
Terima kasih banyak atas komennya!

Martabak Sweet:
Kurang setuju. Gadget dan HP itu medium yang bisa dipakai untuk menggiatkan kebiasaan membaca. Bukan karena gadget, maka tidak mau membaca.

Poinnya tetap satu, ada tidak konten yang ingin dibaca oleh anak sehingga mereka mau membaca via HP mereka?

Aji Soko Santoso:
You got the pointAkhirnya terpulang pada peran orang tua dan guru untuk memberikan materi yang menarik kepada anak-anak untuk dibaca di gadget.

Martabak Sweet:
Betul, paling mudah menyalahkan Gadgetnya. Tapi elemen terbesar (dan tidak mudah, perlu effort) sebenarnya ada di peran orang tua atau guru untuk memberi materi yang baik dan menarik kepada anak-anak.

Indri Giber:
Yang paling sulit membiasakan anak untuk 'delaying gratification'. Ini yg jadi momok, krn ortu sendiri jaman skr juga cenderung addicted ke instant gratification juga. Talking about teaching by example...

Zero:
Setuju sekali dgn penulis, btapa pentingnya mengerti dan memahami makna membaca bg slrh masyarakat slain agar bisa memilah informasi jg tuk percepatan alih tehnologi.
Dan poin pentingnya yi mengutamakan penalaran dr pada hafalan pd anak2 yg agak sulit di galakkan di mayarakat krn mli bnyk orng tua yg lbh bangga klo anaknya byk hafalannya apalg dgn maraknya isyu bakal di trm dgn mudah di Universitas2 ungulan bila full hapalanya.

Oey Yung:
Sy suka banget bc buku biasa dibandingkan ebook ya..mmg hrgnya lbh mahal..tp tdk masalah utk sy...sy jg bkn dr kel yg sk bc buku lho...tp sy dididik utk bs membaca dan menyukai huruf dr sblm msk tk...jd cintailah huruf sblm blg mencintai buku..

Anak2 hrs diajarkan dr kcl utk mencintai huruf2 lalu sndrnye mrk akan mencintai semua buku...

Aji Soko Santoso:
Benar sekali!
Langkah pertama sangat menentukan!

Opa patompo:
Saya lebih suka membaca buku...
Drpd membaca online...

Saya kurang tahu regulasi pemerintah dalam pendidikan. Baik soal buku, pendidik, waktu, dan juga internet. Eh peran orang tua dalam mendidik juga diperlukan. Soal situasi juga mesti diperhatikan.

Pernah saya sewot, dimintain tolong print gambar. Tugas sekolah sih...

Cuman saya pikir, knp dulu pemerintah menyiapkan banyak buku, bertebaran dimana mana. Sekarng susah nyari-nya. Disuruh guru kek, disuruh internet, disuruh print segala...
Buku pelajaran jmn sekarng beda sm yg dulu... Bahkan terlihat kurang bagus... Entah regulasi pemilihan buku pendidikan kek gmn...

Aji Soko Santoso:
Setuju dengan Opa!
Seharusnya pemerintah membuat buku cetak itu terlihat menarik luar dalam jadi banyak orang yang ingin membacanya.

erwin franciskus:
Cakep dok

Aji Soko Santoso:
Terima kasih Mas!

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Lampu Kuning Bagi Literasi Bangsa Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/lampu-kuning-bagi-literasi-bangsa-indonesia-abwURFYBe9

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: