You Now Here »

Jujur Saya Ragu Dengan Nadiem Makarim Sebagai  (Read 58 times - 126 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,463
  • Poin: 20.539
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jujur Saya Ragu Dengan Nadiem Makarim Sebagai
« on: October 23, 2019, 02:10:51 PM »




Edwin Hendra Kusuma:
Saya sejujurnya ragu, sanggup nggak nih Nadiem mengurusi soal pendidikan di negara ini.




Sama. Tapi saya cukup yakin paling tidak dia nggak akan lebih buruk dari Anies Baswedan yang cuma bisa berteori.

Martabak Sweet:
"dia nggak akan lebih buruk dari Anies Baswedan yang cuma bisa berteori."

Achievement Anies sebagai benchmark keburukan dan omdo tidak bisa kerja, mungkin sulit dikalahkan. 100 tahun lagi, mungkin juaranya masih Anies.

gajahkecil:
couldn't agree more ??? ?????

.:M:.:
Saya berharap banyak NM bisa menggali potensinya dan membenahi sistem pendidikan Indonesia yang terorientasi lahirnya pembelajar sepanjang hayat dan sadar akan perannya sebagai agen Pancasila dan penduduk bumi.

Ini teman sekolah sd, tepatnya (mohon maaf? ???) saya termasuk yang pernah 'rada' bully NM, karena dari dulu sudah terkesan sok pintar, padahal memang cerdas, saya ingat betul pas lagi adu argumentasi, dia bisa 'stand his self and his believe', vokal, rasional argumentasinya terhitung komprehensif buat level sd..tau2 jadi ceo gojek, nda heran..bibitnya jelas dr kecil.

Entah lingkungan sekitarnya sekarang bagaimana, tadi ada support system yang bisa digali dari lingkungan lamanya (yang saya tau), ada ibu temannya-Henny Supolo yang bergerak di pembinaan guru2 (kayanya sekolah negri) untuk kebhinekaan, ada juga Marvin Suwarso, punya sekolah swasta yang progresif (udh implemen HOTS dan creative learning) dan punya semacam action coach. Dan kayanya lihat di tv, cara NM lead gojek itu ok, kl nda bisa kelola ekosistem sdm nya nda mungkin jadi decacorn. Oh ya, gojek 001 juga ternyata seorang bapak (bukan anak muda), menandakan kemampuan komunikasinya lintas usia lumayan.

Semoga yang dikhawatirkan penulis, menjadi dinamika proses yang baik untuk banyak pihak.

Malah NM ini sebisa mungkin menggali potensi, menunjukkan kompetensinya, kaderisasi untuk jadi kandidat penyeimbang AHY, SU di bursa 2024, jadi kita punya pilihan yang berbasis kompetensi.

gajahkecil:
waw! teman SD yah? ???
saya pribadi, daripada skeptic and underestimate, lebih banyak geser lihat ke sisi positifnya NM saja lah. semoga dg semua kompetensinya, NM bisa totalitas memperbaiki dan membangun pendidikan dan SDM masa depan Indonesia lebih baik, lebih maju dan lebih cemerlang!
soal administratif lalala, bisa bagi tugas sama Dirjen dkk.

Marzel:
Kita doakan sama-sama aja Mbak semoga Nadiem sesuai harapan Pak Jokowi.
Klo mau dilihat sih wajar klo khawatir. Tapi liat aja mendikbud dari dulu sama skarang hasilnya klo dipimpin oleh orang yg gak jauh2 dari "guru' gak beda2 jauh pendekatannya.

Gak akan ada umpan terobosan yg bisa merubah keadaan di injury time. Butuh orang dng latar latarang yg berbeda dari guru yg bisa buat terobosan spt itu.

Harapannya Nadien.... Karena saat ini doi yg dipilih. Toh misal doi gak beres ternyata kerjanya, GANTI dng yg lain yg lebih serius kerjanya.

Krn klo serous, pasti jadi koq. Tapi klo mental pegawai yg menjabat, walaupun sampe dua rius, tetap aja pendekatannya hanya habis-habisin anggaran tanpa peni gkatan produktifitas. Liat aja, kesejahteraan guru sdh meningkat, hasilnya apa? NOL khan?!

Martabak Sweet:
Perbaiki kualitas guru honorer yang tidak lulus ujian kelayakan dan lulusnya atau masuknya mepet.

Guru itu demandnya banyak, apalagi yang berkualitas. Dibayar mahal pula oleh orang tua.

Tapi kalau kualitasnya jeblok ya nyangkutnya di "honorer" dari pada "nganggur tanpa kerja". atau jadi guru karena terpaksa, tidak ada ketrampilan lainnya.

Isu guru honorer cuma adalah isu orang malas.

rahmatika:
Tapi guru honorer itu salah satu  yg menutupi kurangnya tenaga pengajar kita.Apalagi untuk di daerah dan sekolah-sekolah swasta (non elite) yang masih jd jujugan banyak generasi masa depan bangsa menuntut ilmu. Kita nggak bisa hanya minta output tanpa mempertimbangkan nasib mrk yg terlibat di prosesnya

Martabak Sweet:
Yang mbak tulis itu justru malah menunjukkan kalau guru menjadi honorer karena kualitas mereka jeblok dan belum pantas jadi "guru real".

Karena ya itu, DEMAND BANYAK. Bukan over suply ya, justru supply kurang.

"honorer" itu adalah as a favor untuk 1/2 guru supaya tidak nganggur dan supaya bisa meningkatkan kualitas pribadi supaya jadi 1/1 guru. Kalau bisanya cuma demo dan menuntuk hak tanpa disertai kewajiban (memperbaiki kualitas diri dan kualitas mengajar), ya repot.

Martabak Sweet:
Yang perlu diperbaiki adalah mekanisme untuk menciptakan guru yang baik dan berkualitas dan terpanggil untuk mengajar.

Saat itu terjadi, demand akan terpenuhi dan tidak perlu ada isu honorer honoreran.

Guru honorer dan isunya adalah cuma masking symptom dan problem, bukan solusi dari problem.

Martabak Sweet:
""Oke lah tidak perlu bicara rencana gaji dulu. Ke depan dalam waktu dekat ini saja, paham tidak dengan yang namanya guru honorer, kurikulum K13, sertifikasi, dan dapodik. Saya yakin mungkin belum mengenal tetapi setidaknya sudah kah pernah mendengar nama-nama istilah di dunia pendidikan,""

Justru salah, kurikulum, honorer, sertifikasi, dapodik tidak ada harganya kalau lulusannya tidak bisa dipakai di lapangan kerja.

Tanpa ijazah, tidak pernah sekolah tapi bisa otodidak, lebih berharga dan bisa jadi CEO dari pada lulusan sampah S1 dan S2 yang tidak ada bobotnya.

Poinnya: kurikulum dan sertifikasi itu bukan ends of the means. Ends of the means itu tetap selalu sama dinegara manapun di jaman apapun yaitu apakah lulusannya READY TO WORK tanpa perlu di re-train.

gajahkecil:
NAH ??? ?????

Christian Rendy:
Kok gw setuju ya sama ini.... :)

C Jon:
Ada pesimisme, tapi beri Nadiem waktu utk membuktikan kemampuan manajerial dia dalam melakukan terobosan di Kementerian yg birokratnya sudah bebal dari jaman Orba dulu. Nadiem harus punya nyali besar dan berani memotong birokrat Kemendikbud yg mengakar dan korup sejak jaman Orba.

B-Over:
Jika bicara pendidikan selalu kental dengan teori & praktek. Yang nantinya berkembang menjadi akademisi dan praktisi atau pemikir dan pekerja. Ada juga akademisi sekaligus praktisi.

Bicara ranah kemendikbud-dikti, seperti mbak penulis tuangkan, lebih kompleks lagi. Sama seperti penulis, saya juga ragu karena pengamatan singkat saya, sosok nadiem ini lebih ke praktisi yang diawal masa kerjanya pastinya bisa memberikan nuansa dan wawasan baru utk kementerian yg dipegangnya.

Tapi semoga saja, NM mampu menjawab tantangan untuk mengatasi masalah kependidikan yg kompleks tersebut kedepannya.

Givern Miricle:
dia punya uang dan punya massa di selurujh pelosok negeri
susah untuk mereshufflenya jika gagal dalam bekerja
dia lebih lebih dari mantan mendikbud sebelumnya
sudahkah presiden mengantisipasi hal ini ?

theoderic:
Keraguan itu wajar. Supaya menteri baru tidak mengulang kesalahan pendahulunya yaitu melakukan pembiaran dan membuat kebijakan kontroversial. Semoga pendidikan kembali ke jalur yang benar, bukan semata formalitas mengejar gelar seperti yang selama ini terjadi.

eijin_kiver:
saya harus ngakuin kalau setiap ganti presiden itu udah pasti sistem pendidikan selalu berubah.  . menurut saya, kemendikbud itu seharusnya departemen spesial yang tidak boleh diutak atik saat terjadi penggantian presiden. apalagi nadiem sendiri membangun gojek sejak 2010. kalaupun nanti jabatan nadiem udah selesai, minimal penggantinya harus yang satu visi dengan nadiem juga.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jujur Saya Ragu Dengan Nadiem Makarim Sebagai yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jujur-saya-ragu-dengan-nadiem-makarim-sebagai-a4wb6c07hB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: