You Now Here »

Kabinet Anti Radikalisme Bukannya Kabinet  (Read 77 times - 44 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,463
  • Poin: 20.539
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kabinet Anti Radikalisme Bukannya Kabinet
« on: October 24, 2019, 11:04:45 AM »




Sita W:
Saya justru melihat dua-duanya berjalan seiring....membasmi radikalisme yg juga berarti merevolusi mental sekaligus mewujudkan Indonesia maju. Menag, Mendagri, Mendikbud semua akan saling bahu membahu untuk menangkal radikalisme yg tidak dalam arti dangkal sekaligus membuat Indonesia maju. Contohnya mendikbud, arahan pertama jelas utk menyiapkan SDM siap kerja, link n match pendidikan dan industri, bila ada titipan berantas radikalisme wajar krn pembibitan justru sdh ditanamkan sejak dini, ingat saja teriakan bunuh Ahok dari anak-anak kecil, belum lagi guru yg menanamkan kebencian, di sisi lain pelajaran tata krama/budi pekerti, toleransi dan cinta tanah air jg hrs digaungkan lagi. Tugas mendikbud jg. Jadi saya pikir semua baiknya dilihat secara holistik,  tidak bisa petil-petil, karena satu bidang akan mendukung bidang yg lain. Semua arahnya jelas utk mewujudkan mimpi Indonesia maju.Ini pendapat saya sih mas.

Ichsanudin Emzet:
Yup ????

Love NKRI:
Sy pribadi yg meyakini kata2 MAJU akan semakin tdk mudah digapai jika rongrongan paham2 radikalisme semakin intens.
Radikalisme n Teroris bukan golongan musuh yg "ecek-ecek" Cak.
Keamanan dasar Kemajuan.

Etto Arodam:
setuju ... ! krn pada gilirannya kemajuan itupun akan porak poranda bercerai berai.

Love NKRI:
Nah ituuu? ??? ????

Wuranto:
Pertama, pembangunan SUMBER DAYA MANUSIA yang menjadi fokus Jokowi periode 5 tahun kedepan akan sia-sia apabila SDM tersebut sudah terpapar radikalisme. Pinter/kompeten tapi radikal, itu ngga akan bermanfaat untuk bangsa dan negara.
Kedua, radikalisme sudah masuk di berbagai lini, berbagai institusi, berbagai kementerian maupun lembaga. Butuh sinyal yang jelas, bukan untuk memberantas keras/habis tapi setidaknya mereka akan tiarap dan diharapkan tidak akan berdiri lagi.
Ketiga, ketika Jokowi kemarin teriak untuk melawan radikalisme, dibilang cuma ngomong doang. Sekarang beliau buktikan dengan cara menitipkan pemberantasan radikalisme ke berbagai kementrian/lembaga, tentu dengan tetap fokus kepada tugas dan fungsi pokok kementerian/lembaga tersebut.
Cak Alif kok sekarang agak gimana ya? Kecewanya kelihatan banget gitu? Mbok lihat dulu kinerja para menteri baru ini lah. Kadang kita tidak bisa melihat apa yang dilihat oleh Jokowi. Dan belakangan barulah kita mengerti kenapa Jokowi melakukan itu.

Sita W:
Heheheee mas Alif sedang dalam kondisi galaw maas...nggak apa butuh waktu katanya? ???

Tony Gede:
Lagi galau berat sampai ga tidur, begadang subuh2 nulis? ???

Sita W:
kewajiban kita sebagai anggota keluarga menghibur kakak pembina? ???...ayo Bung Tony buat artikel episode ngakak bersama? ???

Ari:
sama seperti dulu memilih wakilnya banyak yang kuciwaaaaaa hehe

gajahkecil:
sebenernya sisi lain kepala saya juga bersuara sama dg tulisan mas Alif yg ini. mweheheh. tapi bukan suatu kekecewaan buat saya sih. lebih ke 'pikiran liar' aja saat mengkritisi sesuatu.
tapi beda orang ya pasti beda cara mengekspresikan, beda cara mengelola pikirannya, beda prosesnya ????☺
ndak papa pak Wur, mungkin hanya perlu waktu sedikit ????☺

FAUZi:
Justru radikalisme itu harus diberantas duluan, walau dengan cara radikal sekalipun, tanpa ampun pada yang berbeda ideologi



Cap dan Tandai KTP para pengusung khilafah dan yang anti Pancasila TERMASUK anak keturunannya

Batasi ruang lingkup mereka baik akses ke pendidikan maupun pekerjaan


Lakukan litsus dan hidupkan kembali Laksus yang menangani masalah ini

Kembalikan dominasi budaya nasional dan jati diri bangsa, bukan bangga dengan atribut keagaamaan dan (apalagi) budaya kadal gurun

Baru dari situ diharapkan ada kemajuan

Yaris Djami:
Benar sekali, kaum radikal membodohi generasi muda Indonesia sehingga berjalan mundur ke jaman pejajahan...no way Indonesia bisa maju tanpa  berantas tuntas  radikal...

d10n:
Lbh mundur lg dr era penjajahan kali..

DC:
Maaf mas Ali, saya tidak setuju karena kita masih belum tahu apakah benar solusi itu bisa berhasil atau tidak. Apalagi radikalisme sudah dilakukan secara sistemik bertahun - tahun.

AQUAMAN:
Yang benar Justru benang merahnya radikalisme yg menghambat Indonesia maju... agar tercapai tujuan Indonesia maju diiringi masuknya sob gojek di kabinet...jadi seiring sejalan berantas radikalisme disertai kemajuan TI...langkah cerdas jokowi... simpelnya Indonesia tdk akan maju andai radikalisme msh eksis! !!! Krn sdh masuk institusi negara yg hrsnya steril PNS, sekolah negeri, kampus negeri, TNI POLRI, tempat pengajian dan bahkan mesjid2..sbg tempat ibadah...hampir semua terpapar radikalisme...

Prisca:
Cak alif kenapa to...... Sudah beberapa kali artikelnya gimana gitu. Karena ini bukan cak alif banget.

Budi Aksana:
Sama...sy jg ngeliatnya gt. Kayak ga kebagian sesuatu kah??

Alifurrahman:
kalo kesimpulanmu begini, sebaiknya ga usah baca seword lagi

Izzer_qu:
Gue yakin mas alif tdk mengharapkan jabatan atw apa sbg pendukung jokowi tp apa salah klo para mentri yg di pilih jokowi di dorong utk membeantas radikalisme terutama mentri pendidikan...?Kan sdh jls...sekolah" dr SD smpe SMK dan perguruan tinggi sdh banyak yg di susupi oleh pengajar" yg mendoktrinkan radikalisme..?

Benny Hutabarat:
Gak sekalian aja Anda seleksi siapa yg boleh baca Seword? Yg gak boleh "ditendang" aja...

Tony Gede:
Jangan buru2 jawab kalo lagi emosi, tuh bung Alif.

Tenangkan pikiran dulu sebelum menulis / menjawab.  Karena jejak digital itu kejam.

Prisca:
Sabar mas,.... Sabar. Saya hanya melihat ada sudut pandang yg berbeda dlm penulisan. Saya malah gk ada pemikiran spt yg mas budi aksana tulis tsb. Sekali lagi tetap semangat mas alif... ??? ?????

gajahkecil:
sabarr mas alif

Etto Arodam:
Lalu menurut anda bagaimana cara menghadapi khilafahis radikalis yg sdh berjumlah jutaan itu? ... mau hanya dg polri tni spt di-tii yg bersenjata dan blm ada HAM itu? Sbg kakak pembina, khusus ttg persoalan ancaman ideologi bangsa ini, sy berharap agar tidak bernarasi pesimis atau bahkan bernada kritis bung, krn kita memerlukan tekat keberanian untuk ber pekik 'Allahu Akbar' disaat perongrong Pancasila itu sdh ber Allahu Akbar sambil anarkhis persekusif bahkan ngebom.

d10n:
Lha kok sama pekikannya.. Gimana bedakannya?

Etto Arodam:
ibaratnya sob ???? ... kita kan gak biasa mekik ????

Prihatin Prihatini:
Ijin Ormas FPI , yg belum di tuntaskan, dan belum di perpanjang , mudah2an bisa langsung di eksekusi oleh Tito feat Mahmud Md.

pradana:
Harus diakui, bagaimana besarnya institusi pendidikan dan pemerintah terpapar radikalisme dan tidak hormat thdp pemerintah serta NKRI.
Mau tidak mau... 1 tahun pertama, fokus Mendikbud, Mendagri, Menag, hrs membersihkan pentolan2 radikalis di institusinya. Berangus ceramah2 yg mengumbar kebencian, penghinaan, adu domba.
Kenyataannya krn kurang fokus ke anti radikalisme, rakyat mudah terbelah, pembangunan terganggu.

mad gilbird:
Kakak Pembina kita sepertinya sdg galau dan kecewa dgn menteri hasil pilihan pak dhe. Well, wajar sih, saya paham perasaan anda. Tapi jangan lupa, pergerakan para radikalis yg rapih ini g bs dilawan dgn cara biasa aja. Saya sdh pernah nulis komen ttg betapa MASIF nya pengaruh radikalisme dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam lingkungan ASN. Instansi di lingkungan ASN tmpt saya bekerja banyak disusupi ceramah2 radikal dan anti pemerintah di masjid kantor. Jumlah ASN pro radikal sangat banyak, bahkan saya yg pro pemerintah jumlahnya hanya sdikit! Maka ASN pro pemerintah spt saya lebih banyak diam drpd kena bully para ASN anti pemerintah. Para atasan pun tutup mata dgn hal ini. Itu berdasarkan pengalaman pribadi saya sbg ASN aktif di lingkungan instansi pemerintah, bukan cerita karangan spt cerpen. Gak bs ngebayangin kl 1 instansi bs dikerahkan utk membela radikalisme dan melawan pemerintah suatu hari kelak.  Ini suatu indikasi kuat bahwa kita tidak boleh menyepelekan masalah radikalisme ini. Lebih jauh lagi, radikalisme dan paham thogut anti pemerintah juga menjalar smp level TNI dan bahkan anak2 TK (coba lah lihat lah berita ttg fenomena pawai anak2 kecil bercadar hitam dan bawa bawa senjata). Bagaimana negara bisa maju kl SDM negara kita disusupi dgn aliran radikalis dan anti pemerintah? Ideologi radikalisme inilah yg wajib utk diberantas, jd wajar kl pak dhe memilih menterinya dari kalangan TNI maupun profesional yg anti mainstream kyk gini. Ini bukan kabinet yang dibuat untuk menciptakan ketakutan! Tapi ini kabinet untuk mencegah paham radikal menjalar lebih parah lagi! Tolong bantulah dan support pemerintah dalam mencegah dan menghancurkan paham radikalisme, bukannya malah mencemooh menteri kabinetnya yg baru saja dilantik! Jgn halu dan tutup mata seolah negara ini dalam keadaan normal, kita sdg kena darurat paham radikalisme. Kecewa dan sakit hati boleh, halu jangan!

Mike©-®BEYER:
Satu pemikiran " pemahaman(-)  yg disebar diam2 , sistimatis dan masif lebih berbahaya drpd 1 tindakan radikal bombastis .

Review Suplemen Asli:
Sedikit saja menurunkan kewaspadaan kepada radikalisme, maka tanpa disadari negara kita sudah menjadi suriah ke 2.. TNI dan POLRI memang terbukti tidak cukup, pelarangan rumah ibadah masih banyak terjadi, persekusi atas nama bela agama masih terjadi, SKB dua menteri belum dicabut, hukum masih tumpul ke mayoritas tapi tajam ke minoritas. TNI malah disusupi kaum radikal.

Ceramah-ceramah provokasi masih berkeliaran dan semakin banyak, TNI dan polisi tidak cukup, radikalisme tidak hanya berbicara keamanan negara tapi semua aspek dari politik, ekonomi, hukum, media sosial dan banyak hal yang tidak hanya butuh POLRI dan TNI untuk mengatasi itu semua.

Kalau sudah meledak dimana-mana, maka polisi hanya bisa plongo-plongo, percayalah!!

kurakuat:
Mau jadi Indonesia maju tampa base camp yang aman ?
anda terlalu naif cak Alif 
Btw prabowo di angkat jadi mentri tidak hanya untuk mengatasi kelompok radikal melainkan cara Jokowi untuk menyelesaikan masalah Papua yang di rongrong oleh asing secara halus
jadi jangan kaget bila masalah papua mereda kemudian terdengar berita kita impor senjata/pesawat/amunisi dari USA  (udah pada tau kan Prabowo itu proxy barat )

xenakis2:
tumben penulisan opini nya mimin sewot mengalami kedangkalan dalam berargumen, hanya mengandalkan bentuk tugas yang normatif dari masing" kementerian yang difokuskan

- tanpa mau melihat kalo radikalisme itu menggangu untuk menjalankan tugas" yang menurut mimin sewot harus dilaksanakan- bukan fokus ke masalah radikalisme yang sudah merasuk kesegala bentuk sosial dan budaya di masyarakat- padahal kondisi ini sudah termasuk mencemaskan.
- apa gunanya kalo mengalami kemajuan, tetapi secara paralel radikalisme juga mengalami kemajuan yang sangat pesan karena pembiaran yang mana dapat merusak kemajuan dan kesatuan bermasyarakat yang sudah dicapai.


.
.
(click to show)


.awokwokwokwok

Ichsanudin Emzet:
Mas Alif terasa lain.

Barkah Adi:
Kecewa boleh PakBro, nanging ojo ngambeg yho.

Etto Arodam:
kecewa boleh ... tapi jangan soal ideologi bangsa !!!

Henz:
Mengurus negara itu tdk semudah menulis di seword. Udh gt ajahh...

Rachmat Zoets:
Sleeding artikelnya atuh, masa penulisnya yang disleeding.

mad gilbird:
Setuju!

Ari:
Pakai banget!

Ari:
Pertanyaannya , Bagaimana Indonesia ingin maju kalau radikaliemenya tidak di bersihkan? pemilihan jendral2 dalam kementrian yang bergesekan dengan radikalisme merupakan gebrakan yang membuat mereka khususnya kroco-kroconya pasti ngeper mau macam-macam. Yang di lakukan Presiden sudah tepat untuk menangkal sisi radikalismenya di tempatkan lah jendral2 yang pastinya dukungan intelijen, TNI dan Polri akan lebih mudah dikoordinasikan. Disisi ekonomi masih ada Ibu Sri Mulyani. Nah untuk Prabowo kenapa Menhan pemikiran saya dengan posisi itu masyarakat mudah melihat gerak beliau kalau sampai keamanan Indonesia kacau semua akan menjurus ke beliau. beliau dulu sudah banyak ngomong tentang keamanan INDONESIA harus donk menjaga dengan baik jangan sampai kacau bisa2 partai semakin turun pamornya seperti demokrat ya kecuali kalau beliau muka tembok, dengan dipilih jadi menhan Presiden ingin rakyat menilai gampangnya Presiden ngomong gini "Iniloh tak dadike de e menhan ben buktike omongane, dang do nilai yo nek elek tak ganteke meneh" Presiden sudah tidak ada beban menggantinya pun tidak akan menjadi beban

gajahkecil:
ojo lali translate in Indonesia-ne masbro ????

btw nama kita samasi

Abdu Damandra:
Apakah kakak pembina sedang melakukan sesuatu yang aku belum tahu, survey pembaca seword mungkin? Hehehe

PT. Karunia Mitra Sukses:
saya berharap setidaknya ada staf atau dari Mas nadiem sendiri membaca artikel seword ini ... bagus sekali !!!

kalimat ini menyentuh sekali :  " Nadiem harus merumuskan strategi pengalihan, agar anak didik kita tak hanya fokus pada surga dan neraka"  bagi saya adalah dengan membuat sistem pendidikan masuk militer untuk anak muda Indonesia generasi selanjutnya (mungkin kelahiran 2010 keatas) sehingga fokus kepada negara dan cinta tanah air .. bahasa keren dari DR. Terawan " Brain Wash dari lingkungan Radikal "

Hans:
????, ini bener mas Alif yg asli ???

.:M:.:
Udah nonton "Laundromat"?

Sintinggg!!!! Realisasi canggih bentuk keserakahan?

Dari perspektif eik:
Kayanya 'dongeng' yang diceritakan dalam Laundromat, muara dari konflik yang terjadi dalam kehidupan manusia dari interaksi paling sederhana, sampai skala bernegara.

Saya ko asumsinya, Pak Jokowi seperti memberi sinyal ke geopolitik internasional yang tidak siap Indonesia Maju, untuk 'jangan macam2!'

Dari aspek jajaran pemerintah, seperti mengadopsi Tri Tangtu Sundabuwana; Resi (Ulama) - Raja (Presiden) - Rama (Militer), ilmu warisan 'Sunda' as in induk peradaban dunia. Pun barisan militer sebagai penindak tegas atas rongrongan perusak NKRI; radikalisme, teroris, perang ekonomi, korupsi, apa pun yang mengekang NKRI berdikari dan berdaulat. Semoga senjata ini diharapkan untuk memperjuangkan Bangsa Indonesia si agen Pancasila, bukan menjadi senjata makan tuan.

Coba nganalisis latar belakang berdirinya Gojek, semoga NM memang punya passion, kompetensi dan dedikasi memperbaiki masalah pendidikan Indonesia, notabene ujung tombak terbentuk suatu generasi yang terorientasi pada falsafah Pancasila "Bhinneka Tunggal Ika". Menuju era Indonesia Emas, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. SDM berkualitas adalah modal utama pengelolaan SDA berlimpah, milik zamrud khatulistiwa. Di sisi lain, ada cerita menarik tentang keluarga NM ini, sekolah tempat saya dulu bekerja pernah mendidik anak PRT dari Ibunya NM, padahal itu sekolah swasta yang sekarang reputasinya diperhitungkan, dan kesaksian salah satu guru menceritakan kepekaan sosial yang tinggi dari Ibu NM, jadi bisa di korelasikan didikan yang baik (empati) itu biasa tertanam dalam diri NM. Semoga harapan saya tidak salah.

Bismillah, Indonesia Maju...Garuda Pancasila bergegas lepas landas.

Izzer_qu:
Emang knp mas,bukannya menggasak radikalisme jg salah satu yg bisa membikin Indonesia maju..? Indonesia gak bakalan maju klo radikalisme masih petentang petenteng di negri ini.

Linawaty Lim:
Selama masa kampanye, sangat jelas terlihat kalau masalah radikalisme benar2 sudah akut dan mendarah daging dimana2. Banyak yg bertanya dan mengomentari bahwa itu karena "dibiarkan" sebelumnya. Jadi sudah benar kalau sekarang saatnya bersih2. Jadi kalau sekarang kalau mau dibersihkan, mbok ya kita jangan terlalu komplain.
"Drastic times call for drastic measures".
Memberantas radikalisme adalah proses menuju Indonesia Maju.

B-Over:
Sorry ya.. Kakak pembina seword selama ini tinggal di negara mana? Kalau di indonesia, kudet atau buta dan tuli? Serius nanya..

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kabinet Anti Radikalisme Bukannya Kabinet yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kabinet-anti-radikalisme-bukannya-kabinet-DMLaDlR1O8

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: