You Now Here »

Memaknai Diamnya Warga Nu Soal Menteri Agama Dari  (Read 61 times - 45 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,460
  • Poin: 20.536
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Memaknai Diamnya Warga Nu Soal Menteri Agama Dari
« on: October 24, 2019, 12:13:30 PM »




Senopati:
Menurut saya penunjukkan militer di posisi menteri agama, khususnya untuk penugasan memberantas radikalisme sudah tepat. Betul memang Kyai atau ulama, lebih paham dalil2 agama, tetapi sudah jelas aliran / madzhab nya, inilah yang justru jadi hambatan. Ibaratnya muhammadiyah merasa tidak wajib mematuhi fatwa NU atau sebaliknya. Begitu juga dengan ideologi radikal, dengan mudahnya akan mengabaikan karena hal yang sama.
Poin lain dari penunjukkan dengan latar belakang militer, adalah penegakkan aturan. Bukankah pernah dicoba untuk sertifikasi penceramah untuk bisa berbicara di depan publik. Langsung ditentang oleh radikal dan pendukungnya, aturan itu tidak berjalan sampai saat ini. Semoga program2 sperti itu bisa berjalan di era menteri agama yang justru punya latar belakang militer dan netral dari segi madzhab.
Tambahan satu hal lagi, adalah hubungan dengan lembaga2 yang berkaitan, seperti BNPT, Densus, Gultor, dll.
Jangan lupakan pula, Wapres sudah Kyai / Ulama, yang tentu bisa membantu mengarahkan menteri agama dalam tugasnya.

Suge19:
istilah saya ini adlh strategi "subsidi silang" ............ selama ini, bidang polhukan dikesankan hrs dr latar belakang militer, itu krn ada unsur 'KAM' ....... dan menteri agama harus dr kalangan agama, dimana me-representasikan yg mayoritas ........... tp dinamika jaman berubah, ada oknum2 yg justru menunggangi agama utk mengacaukan keamanan rakyat

jadi cara yg paling logis adalah memasukkan unsur keagamaan di bidang keamanan & memasukkan unsur militer di bidang keagamaan ...........

kita tahu Mahfud MD mmg punya background hukum dan punya wawasan agama yg lumayan namun minim pengalaman kemiliteran meskipun pernah di kementerian d periode sebelumnya......jadi dg menkoplhukan yg punya pemahamn lbh di bidang agama maka dlm situasi 'radikal' saya pikir Mahfud MD punya sudut pandang lebih luas dlm menyikapi persoalan, misal, ada oknum2 yg ngotot pembentukan kilafah, dg segala pengetahuannya pasti sangat mudah bagi Mahfud MD utk mendebat mereka, jadi tak sebatas penindakan polhukam saja

berikutnya, bayangkan jika terjadi aksi terorisme seperti sebelumnya, menteri agama yg dulu, paling2 hanya sebatas menghimbau, ikut prihatin , dan sebagainya2 ...... klo teroris dan menag debat, pasti saling ngotot dg dalilnya masing2........... tp jika menag dr kalangan militer, pasti mindset nya beda ....... kemarin d wawancara KompasTV, Pak menag baru sdh mengatakan bahwa meskipun beliau bk kyai tapi sering juga mengisi ceramah2 ........... istilahnya, beliau adalah militer muslim yg taat, jadi tak asal jago nembak ..... toh semua org jg paham klo ngebom org itu dosa, d agama manapun hukumnya sama

satu lagi, klo ada massa demo dg memakai atribut trtentu, pak menteri pasti enggak mudah digertak hanya dg jumlah massa ratusan org, krn masing2 punya sudut pandang yg lbh luas, tak sebatas argumen dogma

contoh ekstrimnya ......ada demo minta bikin kilafah, massa mulai kacau, korlapnya dihadapi sama menkopolhukam, enteng saja dijawab "emang dalilnya apa sob?" ......... di sebelah menko ada menag, di todong golok sama demonstran anarkis, enteng saja dijawab "sy ini pernah ketembak 5 kali, satu peluru masih nyangkut di paha, ente yakin berani nusuk saya?"

ini sekedar opini pribadi saya, silahkan ditambahi/dikoreksi/disalahkan


**** btw, jaman pak Harto jg ada org militer jadi menteri agama

 
(click to show)


Senopati:
Ya, menag militer bukan hal baru. Dan betul juga Menkopolhukam justru dari sipil dan juga santri.
Semoga warga NU khususnya, bisa melihat dari sudut pandang ini juga.

Prisca:
??? ??? ??? ??? ????

Tony Gede:
Memangnya agama di Indonesia cuma 1 ya?

Kalau Kemenag cuma ngurusin 1 agama aja, mending ga usah ada Kemenag sekalian.

Biar bikin satu BUMN utk keperluan2 agama tsb aja.  Misalnya BUMN utk pengelolaan dana naik haji, dsb dsb.

Dipilihnya Menag dari militer jg karena situasinya membutuhkan.  Darurat radikalisme dan intoleransi agama.

Lagian terorisme dan intoleransi agama kan bukan cuma datang dari 1 agama. 

Jdi keahlian dlm 1 bidang agama aja ga penting2 amat di sini.

Yg penting itu org yg bisa baca situasi dan bersikap netral, g memihak ke satu agama aja

Suge19:
d wwncra dg kompas tv, Pak menag ngomong "saya ini bukan menteri nya agama Islam ya, tp menteri dr semua agama d Indonesia"

dogol-forester:
Cocok sudah itu,selama ini menteri cuma ngurusi satu agama saja, agama yg lain diurus sm Dirjennya.

Tony Gede:
Finally...!!!

Sita W:
Sudah terlalu lama menag tidak mengambil banyak peran yg menyangkut gejolak keagamaan. Dulu yg selalu terekam di benak saya, menag ya ngurusi haji dan penetapan idul fitri? ???, jadi bila saat ini yg dipilih militer tentu yg akan diharap ketegasannya, tidak ragu-ragu menyikapi dan menertibkan para pemuka agama manapun yg melakukan ujaran kebencian, mengembalikan tempat-tempat ibadah pada fungsinya semula, bukan sbg tempat pembibitan radikalisme dan tentu saja membuat umat beragama tenang beribadah, tanpa perlu nangis-nangis krn rumah ibadahnya dibongkar paksa (salah satunya). Ah masih byk lagi. Menag kan juga mengurusi semua agama yg diakui resmi di Indonesia.

esa:

(click to show)


esa:

(click to show)


HMV5888:
Kata mas Alif: "Menteri agama harus paham agama. Berhubung mayoritas rakyat kita beragama Islam, jelas harus merepresentasikan ulama. Yang paham agama dan toleransi. NU sebagai ormas terbesar di Indonesia sudah sepantasnya menempatkan kadernya di sana"

Kl menurut cak Alif hrs begitu, mendingan Kemenag diganti nama aja jd Kemenag Islam, agama lain yg diakui oleh negara ga usah diurus, toh selama ini kita2 yg non Is ga pernah diurus negara, semua jalan sendiri tanpa campur tangan Kemenag. Dirjen2 agama lain dlm Kemenag ga pernah kedengaran suaranya dan sudah ngapain saja selama ini, ga ada yg tau.

Yg kedua, kan Wapres udah dr NU, kiai dan ulama top, apa masih kurang cukup cak?

Suge19:
d wwncra dg kompas tv, Pak menag ngomong "saya ini bukan menteri nya agama Islam ya, tp menteri dr semua agama d Indonesia"

HMV5888:
Nah kl gini kan enak adem jdnya, ya kita lihat saja kedepannya bisa ga pak Menag skrg melaksananya janjinya

Rara Dayatri:
Setuju sob, kali ini cak alif istirahat dulu yuk bobo dulu, capek ya cak..

Edwin Hendra Kusuma:
Mentri agama & kementrian agama  harusnya gak perlu ada.

rashid netz:
Sependapat. Menag kerjaannya apa selain ngurusi umroh. Menertibkan ulama sesat tidak mampu, menjaga kerukunan antar umat agama tidak mampu, cuma melindungi kepentingan mayoritas.

Edwin Hendra Kusuma:
Intinya gak ada tugas kemenag yang gak bisa dialihkan ke kementrian2 yang lain.

Suge19:
di salah satu gruo facebook juga pernah ada yg komen sprti ini ........... lantas sy jawab "klo misalkan menag-nya se-agama dg kamu, bagaimana? " .......... komennya lsg dihapus, akun saya di blok :D

Edwin Hendra Kusuma:
Kayaknya dari saya kecil mentri agama di Indonesia seagama terus sama saya, dan sampai sekarang saya masih tetap menentang adanya mentri & kementrian agama. Soal agama itu kan urusan pribadi masing-masing. Soal kuota haji kan bisa diurus kemenlu. Soal sertifikasi halal-haram kan bisa diurus kemenkes. Soal perselisihan antar umat beragama bisa diurus oleh kemendagri. Gak ada tugas kemeag sekarang ini yang gak bisa dibagikan ke kementrian lain.



Kita punya kementrian agama tapi masih ada kasus gereja gak bisa dibangun (atau sebaliknya), masjid yang adzan-nya fals, daftar tunggu haji yang lama (plus pembolehan orang kaya naik haji berkali-kali). Kok rasanya memang gak ada gunanya ya.

Prisca:
Ya sebenarnya sih seneng aja, gk usah ada Mentri agama. Tapi klo dibubarkan bisa ada demo bersilit silit bertahun2 loh, gk cuma hitungan bulan...  Dg alasan membela Tuhan....

Edwin Hendra Kusuma:
Kasihan ya Tuhan difitnah terus...

Ari:
Don't judge the book by its cover , itu saja jawabannya

Randy Aries Saputra:
Pandangan saya :

Menag tinggal buat tim yg ahli agama utk screening kekhawatiran yg penulis maksud, tim agama A utk screening agama A, tim agama B utk screening agama B, dst, mulai dari pemberian lisensi penceramah/khatib/pendeta dsb, dan sekaligus yg bisa menginterpretasikan setiap ceramah agama yg disampaikan, apakah sdh sesuai prosedur ataukah justru mengkoordinir orang mengatas namakan agama, memprovokasi, dsb.

Lebih tepatnya penempatan bapak Fachrul Razi utk me-manage itu semua, utk membuat garis yg jelas antara AGAMA dan MENGATASNAMAKAN AGAMA.

Alex Rustandjaja:
Soeharto dulu juga pernah menempatkan militer sebagai Menteri Agama, Alamsjah Ratoe Perwiranegara.

Alifurrahman:
maksudnya ini lagi niru Suharto?

Alex Rustandjaja:
Maksudnya bukan pertama kali menteri agama dari kalangan militer.

Love NKRI:
Skdr mengingatkan utk saling mengingatkan, menteri2 agama sblm skr sll dari salah satu agama dg penampilan yg sangat agamis. Faktanya mengecewakan umat beragama (tersandung kasus hukum). Blm lg ketidaktegasan dlm hal ceramah2 provokatif. Telat jika baru sadarnya saat negri ini sdh porak poranda.

Mhn mf jk sy mengatakan Cak Alif gk lbh NU dari Ulama2 NU, juga tdk lbh Jokowi dari Jokowi.

Salam Indonesia Maju ????

Bagong Setya:
Saya punya perspektif lain, kabinet sekarang berorientasi keterwakilam yang berimbang. Bukankah sudah ada pak Maaruf Amin sebagai Wapres yang merepresentasikan umat Islam dengan posisi dan peran yang terhormat dan strategis? Maka posisi Menag yang lebih operasional diambil dari militer yang berdiri di tengah2 semua agama dan kepercayaan, mengingat radikalisme bisa saja membenturkan antara umat Islam sendiri maupun membenturkan saling silang antar umat beragama satu sama lain.

Prisca:
Gimana ya, apa baiknya Mentri agama itu ada 6 ya... Mentri agama islam, katholik, Kristen, hindu, buddha, konghuchu jadi adil gitu loh) oh ya tambah satu lagi = kepercayaan) .....  Atau yg netral sekalian dari militer. Menjadi Presiden tdk harus pintar semuanya, yg penting bisa memanage. Sama dg menag.....

Nb= kayaknya cak alif nulis ini, sebenarnya pingin tau respon pembaca mengenai Mentri agama itu spt apa....... ???? ????.

HMV5888:
Atau Mentrinya dirotasi sesuai agama2 yg diakui, tiap 2 thn misalnya

Suge19:
di salah satu gruo facebook juga pernah ada yg komen sprti ini ..... lantas sy jawab "klo misalkan menag-nya se-agama dg kamu, bagaimana? " .......... komennya lsg dihapus, akun saya di blok :D

btw, d kantor menag setau sy ada sud bidang agama2 yg lain, tp sy g tahu sejauh mana posisi mereka di bawah menteri ............... mngkin mirip analogi perusahaan, di pabrik mobil musti ada yg jago desain, jago mesin, jago elektrik, jago produksi, jago marketing, dll ......klo kebetulan CEO-nya dr org ekonomi, bukan berarti dia abai masalah mesin & produksi to?

Rita Sutisna:
Apa urusannya mentri agama seagama dengan rakyat?  Mau seagama kek gak seagama kek kalo yg diurus kacau terus ya buat apa ada yg urus hehehe
Contohnya dari dulu mentri agama yg ilmu agama Islamnya cukup tetep aja kadal gurun berkembang pesat

Suge19:
karena kadrun itu bukan salah agamanya, tp slh pemahaman oknum , otak dan kalbunya  yg bermasalah ....

di salah satu daerah, budaya religiusnya cukup kental meskipun tidak pernah ada menag dr daerah ini, tempat ibadah ada disegala penjuru pulau, ritual agama hampir setiap hari bisa kita lihat ....... tp s3x bebas dan alkohol  gampang sekali ditemukan , bahkan sy pernah mergoki pasangan bers*tubuh d semak2 d tepi pantai, hanya berjarak 50 meter dr parkiran ...... apakah klo menagnya dari daerah ini otomatis s3x bebas dan alkohol akan musnah dari daerah ini?

d perumahan saya ada bbrp rumah kos, penghuninya bnyk berasal dr kelompok trntentu, di pagi hari tertentu mereka rutin beribadah di sebuah gedung, tp klo malam hari malah lbh sering terlihat  begadang sampai pagi, nyanyi2, gitaran, kadang jg ada yg mabuk smpai bikin rusuh d kampung, sering trek-trekan d dalam komplek, kadang jg keributan dg kekerasan fisik, kumpul kebo jg seolah hal biasa ......... pernah suatu saat ijin ke warga katanya mau merayakan hari raya, ngomongnya acara akan selesai jam 11 malam, tp justru acara baru mulai jam 12 malam, rombongan datang nyanyi2 dan teriak2 sampai pagi, dan sy tahu persis itu bukan nyanyian rohani ...... apakah  salah agama-nya?

bbrp orang komentar sprti d grup facebook itu krn menganggap biang kekacauan adlh sebab agamanya, padahal khan cm oknum2-nya sj yg menyimpang, akhirnya antipati thd ajarannya ........  fenomena kadrun adlh menyangkut bnyk aspek, tak sekedar urusannya menag

oknum2 yg bikin masalah, brarti salah orangnya, bkn salah agamanya

mngkin anda punya pendapat yg berbeda? silahkan ditanggapi lagi

prd0000:
Mungkin yang lebih baik dan tepat, Menteri agama adalah menteri untuk konsolidasi antar agama. Jadi lebih baik agama ditangani oleh masing masing. PGI, KWI, NU, Buddha, Hindu, dst. Masing masing peraturan lembaga itu tidak boleh menyangkut agama lain. Kalau ada sangkut paut dengan agama lain, maka tugas menteri untuk memoderasi lembaga lembaga itu.

proyek kebumen somalangu:
radikal terselubung yang berbahaya adalah yang bersenjata..
artinya ??
dan menteri agama dari militer....
sekali kemplang dua tiga sasaran radikal jomplang

Didi MJ:
Masalah diamnya warga NU atas dipilihnya orang militer di posisi kementerian agama bukan berarti mereka pada baper atau kecewa. Saya justru melihat warga NU mempercayai dan memaklumi pilihan presiden Jokowi. Alasan Jokowi memilih menteri agama berlatar belakang militer karena situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang 'diserang' oleh Radikalisme dan khilafahisme. Menteri agama Fachrul Razi mendapatkan penugasan langsung dari presiden Jokowi untuk konsern masalah tersebut.

GP Ansor juga sudah berkomentar. "Ansor, Banser akan kembali ke barak melakukan konsolidasi internal penguatan kaderisasi, nah urusan radikalisme kita serahkan ke negara dan tidak akan ikut-ikut lagi urusan itu," kata Muhammad Nuruzzaman.
Komentar ini justru menggambarkan mereka gembira atas pilihan presiden Jokowi atas menteri agama, karena mereka menyadari kalau ini adalah tugas pemerintah untuk memberantas radikalisme dan khilafahisme, sehingga mereka tidak perlu bersusah payah lagi untuk itu. Warga NU dalam hal ini mundur dari kegiatan pemberantasan radikalisme dan khilafahisme secara fisik keluar namun tetap mendukung didalam pengajaran dan pembinaan ke dalam pesantren-pesantren. Yang artinya warga NU mempercayakan sepenuhnya tugas tersebut kepada pemerintah dan mengambil posisi siap membantu bila diperlukan.

Dalam hal menjalankan tugas seorang presiden memang seharusnya dalam mencari menteri untuk membantunya tidak dibebankan harus berapa persen dari parpol dan non parpol, berapa persen wakil perempuan, berapa persen wakil agama-agama, berapa persen wakil NU Muhammadiyah. Karena pemerintah harus bebas dari beban tersebut sehingga tidak seperti bagi-bagi kekuasaan sehingga bisa tersandera oleh hal tersebut. Justru pemerintah harus bersikap independen, tidak diatur oleh siapapun juga, tidak terlihat pro kepada satu pihak atau golongan tertentu. Yang penting adalah apakah para menteri itu bisa bekerja dengan baik, fokus, efektif, efisien, responsif, dan satu komando.
Jadi mari kita beri kesempatan kepada para menteri untuk melaksanakan tugas nya. Dan mari kita jewer ramai-ramai bila ada menteri yang bekerjanya melenceng dan mengecewakan.
Salam pantau dan kritis.

esa:

(click to show)


YouSuf Mohammed:
emang negara ini punya NU doang..ya ga kan

Edwin Hendra Kusuma:
bukankah lebih mumpuni para Kiai atau kader NU dibanding militer? karena
 radikalisme dan khilafah ini soal ideologi. Perangnya harus perang
ideologi. Masa iya mau menggunakan cara-cara militer?



Perlu dua2nya lah, karena yang sudah terpapar ekstrim sampai jadi teroris itu kan harus ditangani secara militer juga akhirnya, masa mau didakwahi sampai tobat? Dan kalau dianggap para kiai atau kader NU lebih mumpuni, apa sulitnya menggandeng mereka kalau mereka memang peduli?

Edwin Hendra Kusuma:
Dari dulu saya nggak pernah merasa perlunya ada kementrian agama di negara ini. Tapi kalau dianggap perlu, menurut saya mentri agama seharusnya seorang atheis, supaya bisa netral dan tidak memihak umat agama manapun.

Review Suplemen Asli:
Rocky Gerung cocok. Eh sekarang udah jadi ustad gerung ya? Lupa saya

Edwin Hendra Kusuma:
Kayaknya perlu saya revisi dikit: "seorang atheis yang waras"????

Review Suplemen Asli:
Sekarang gerung udah ustad

Kampret212:
gak tahu politik apa yang dimainkan Pak Jokowi. pembuat kisruh kyk wowo malah dirangkul... kberanian yang luar biasa...

Rara Dayatri:
Skg jadi gak top ulasannya bung Alif

Givern Miricle:
presiden menginginkan indonesia menjadi negara toleransi 
adanya skb 2 menteri menjadi batu sandungan tersendiri
mendagri dan menag sebelumnya tidak punya nyali dan insiatif untuk mengajukan pencabutan atau pembatalan
jokowi sangat machiavelli karena ingin melakukan sesuatu hal melalui tangan orang lain
lihat siapa diantara dua menteri baru tersebut yang memahami pikiran atasannya dengan meminta  pencabutan skb 2 menteri

Odank Sagala:
beberapa periode depag selalu dipegang nu, tapi nyatanya kaum nahdiyin masih terpuruk, inilah yang harus disadari, harus mau koreksi diri, dibanding dengan kaum khilafah yang tanpa bantuan pemerintah ternyata bisa eksis, berarti dilingkungan intern ada yang salah.... dengan adanya MA sebagai wapres, seharusnya kaum nahdiyin mulai start menggalang setiap potensi untuk bersaing ditingkat global. Allah tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu kaum, kalau orang atau kaum itu sendiri tidak mau merubah nasibnya

dogol-forester:
Kenape mesti alergi sama militer, seorang militer itu sudah teruji dalam banyak hal jd mbok biasa sajalah gak perlu dipertentangkan antara militer vs sipil.
militer itu juga asalnya dari sipil, kemudian dididik menjadi militer dan kembali menjadi orang sipil.
di negeri ini sering sekali mempertentangkan banyak hal, beda agama dipertentangkan, beda mazhab juga dipertentangkan, beda suku dipertentangkan dan bahkan beda selera kuliner juga dipertentangkan.
cek mana mau maju !

Review Suplemen Asli:
Beda superhero marvel vs dc aja bisa bikin ribut

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Memaknai Diamnya Warga Nu Soal Menteri Agama Dari yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/memaknai-diamnya-warga-nu-soal-menteri-agama-dari-D3jQuZ1enf

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: