You Now Here »

Dulu Gebrak Podium Koarkoar Antek Asing Sekarang  (Read 40 times - 85 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,460
  • Poin: 20.536
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dulu Gebrak Podium Koarkoar Antek Asing Sekarang
« on: October 27, 2019, 09:02:37 AM »




Alex Rustandjaja:
Yang penting jangan jadi pendukung fanatik nanti kagetnya nggak bisa hilang.

Opini Kampung:
Segala sesuatu yang berlebihan, ga baik..."terlalu" kata si abang...

iam hêylêl:
Pendukung si "Sasuke"  ini 44,50%, belum termasuk "Shinobi" (KODAM).
 "anak" didik dan teman dia juga banyak. dan dia teman Hokage ke 4.
Hokage 4 -anti dikhinati, selalu "ingat teman seperjuangan dia" walau dia seorang "Sasuke"
So sudah waktunya Sasuke gabung membangun "Konoha"  dengan Naruto
soal ide dan konsep pertahanan, di "Shinobi" sudah  "GBHN"  bisa juga melihat konsep "desa" lain.

intinya : kita butuh "Sasuke" untuk dapat kita lihat siapa  "Akatsuki" sebenarnya, sehingga tidak perlu banyak warga desa jadi korban kekacauan .

tugas Hokage 4 dan Naruto emang untuk "cuci" otak nih sasuke biar normal lagi.  Dr "terawan" dari Desa sebelah mungkin perlu berkali kali cuci otak ni sasuke,

ahaha

gajahkecil:
nyerah bang, qu nyerah ????
relatednya dapet, tapi analogi naruto-nya numb nih, secara aku ngikutinnya doraemoonn. ahahaha

Senopati:
Wiranto diprediski reseh ? apa dasarnya ?? Setahu saya, kalau saat reformasi Wiranto ambil alih, itu sangat mudah sekali sebagai Panglima TNI. Dari situ saja kita bisa menilai karakter Wiranto.
Sedangkan Prabowo, saya kok juga ragukan kapasitas sebagai MenHan. Bukankah sudah lama tinggalkan militer, bahkan masih belum jendral penuh. Terbukti saat debat capres, konsep pertahanan sudah jadul. Bahaya sekali kalau sistem pertahanan vital dirombak oleh orang yg tidak kompeten.

Edwin Hendra Kusuma:
kalau saat reformasi Wiranto ambil alih, itu sangat mudah sekali sebagai Panglima TNI



Nggak sesederhana itu. Walaupun Wiranto saat itu panglima TNI, kenyataannya dia hampir tidak punya massa pendukung di kalangan TNI yang saat itu masih terpecah bberapa fraksi yang dikuasai golongan2 jendral tua.

Senopati:
TNI terikat rantai komando, gak ada istilah massa pendukung. Apalagi ditengah desakan mundur Soeharto, boleh dibilang vacuum kepemimpinan Nasional. TNI butuh kejelasan posisi, di sinilah peran Panglima TNI sangat vital.
apalagi Panglima saat itu mencakup juga TNI & kepolisian.

Edwin Hendra Kusuma:
Idealnya seperti itu, tapi fakta di lapangan berbeda. Jaman sekarang aja, ingat pernyataan bahwa 3% anggota TNI terpapar radikalisme? Kalau chain of command memang mutlak berlaku hal itu gak akan terjadi.


Bisa dibayangkan bagaimana kondisinya di masa transisi itu?

Senopati:
Rantai komando itu tidak kenal toleransi, diperintah membangkang, ya dihukum, Dan tidak ada hubungannya dengan kondisi saat ini yg konon 3% terpapar radikalisme. Era ORBA sangat jauh berbeda dengan saat ini.

Oen:
Biru stroke , hitam muntah darah ,Wiro sableng termehek mehek wuahahaaaaaaa

gajahkecil:
sudah mulai baper baperan saya bayangin ibu Susi sekarang lagi duduk diatas paddle sambil seruput kopi paginya "i am done with everybody's shits"
terimakasih ibu Susi, rasanya ibu tak akan pernah bisa tergantikan ????❤

semoga Edhy Prabowo bisa lebih joss di KKP

Alexander David ™️ ✅:
Jangan sedih sob... segala sesuatu pasti ada akhirnya. Bagaimanapun, ibu Susi telah memberikan "standar" baru saat dia menjabat. dia itu mirip2 seperti Ahok. Kualitas waktu itu juga penting, tidak hanya soal berapa lama...

Dengan standar itu, Edhy Prabowo harus bekerja serius, minimal menyamai "standar" ibu Susi, atau dia bakal jadi senasib dengan Anies di Jakarta.

Terima kasih yg sebesar2nya untuk ibu Susi Pudjiastuti ❤️

gajahkecil:
iya bener ??? ????? idealnya lebih oke dari ibu Susi. mosok kalah sangar dari ibu Susi.
aku sampe googling Edhy Prabowo bolak balik ????

Opini Kampung:
Jangan di google bang...tenggelamkan saja bijimana ?? ????

gajahkecil:
saat KPI yg ditargetkan Presiden tidak bisa dicapai ya tenggelamkan ASAP!
yg mas Alex diatas sudah bilang, ibu Susi sudah matok standar kerja yg tinggi di Kementrian KKP, jadi mau gak mau, suka gak suka Edhy Prabowo benchmarknya ya kesitu. lagipula bossnya langsung kan LBP. bisa diompongin LBP kalo dia ngawur ????

ini soal KKP dan Edhy Prabowo yah, ya semoga EP bisa memaksimalkan hasil kerja ibu Susi sebelumnya, termasuk menciptakan iklim investasi kemaritiman yg kondusif. gemez sih yah, kita sebagai negara maritim, 2/3 wilayah Indonesia adalah laut tapi masih seupil mengelola potensi kemaritiman sendiri.
lanjutken gahar ke mafia -mafia laut dkk, trus gaspol mbangun investasi di sektor bahari.

gajahkecil:
aku koq yah tergelitik tapi gak ada yg kitik-kitik ???? soal investasi kemaritiman blabla itu mas Alex. apa cuma pikiranku aja yg pengelolaan kebencanaan di Indonesia belum diperhatiin dalam membangun perekonomian maritim. secara kawasan pesisir kan sangat rawan bencana (misal tsunami).
yakali kita bisa nrimo legowo bencana itu adalah takdir-Nya. tapi belum tentu sama masyarakat & investor asing yg terbiasa dg data & informasi terukur. trus muncul kebaperan berinvestasi krn tingginya resiko + gedenya biaya yg harus ditanamkan di sektor bahari. prakteknya toh kebencanaan memang belum jadi bagian dari perencanaan pembangunan terpadu. cuma baru sebatas data pendukung tok.

misal di jogja, pesisir yg sering kena gelombang pasang ya gitu gitu aja loh, enggak tersentuh terkelola dg terintegrasi dan satu komando tindakan mitigasi *kzl kzl gmz*
tiap aku mantai trus ngobrol sama kang parkir sampe penjual makanan itu ya jawabnya STD BGT "nek keno rusak yo wis ben ae mbak, wis takdirnya harus begitu piye neh. mosok manusia mau lawan takdir?" ??? ?????
tapi nanti kena lagi dan lagi yaa bisa semakin terkikis dan hancur noh, lama-lama habis. belum lagi masih banyak yg suka jualin telur penyu itu dibiarin. huaa nangis aku :((

Bagong Setya:
Pelajaran baru dari pak Dhe Jokowi adalah inovasi dalam berpolitik. Simak, amati, pelajari dan nikmati pertunjukkannya.

lexy:
begitulah politik g boleh baperan kalau ingin bertahan ambil contoh SBY dari pemenang pilpres dan pemilu 2009 terus mengalami kemerosotan sampai sekarang penyebab utamanya karena baper

Prisca:
Kabinet sdh terbentuk, saya pendukung Jokowi hanya bisa berdoa, semoga pilihan pak Jokowi ini hebat  semua.....  Jangan sampai ada Mentri kadrun, semoga semua setia kpd ideologi negri ini, agar negri ini bisa maju.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dulu Gebrak Podium Koarkoar Antek Asing Sekarang yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/dulu-gebrak-podium-koarkoar-antek-asing-sekarang-zXjSBM0gm5

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: