You Now Here »

Terbongkar Ternyata Ini Alasan Jokowi Tidak Pilih  (Read 61 times - 99 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,460
  • Poin: 20.536
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Terbongkar Ternyata Ini Alasan Jokowi Tidak Pilih
« on: October 28, 2019, 03:08:49 AM »




Bersih bersih:
NU memang adalah Ormas Islam terbesar di Indonesia, PBNU boleh bangga utk hal itu, tapi korelasinya dg fakta di lapangan?
Ada 2 kesalahan fatal NU/PBNU saat Jokowi punya Menag orang NU, yaitu:
1. Tidak berhasil mempengaruhi MUI.
2. Tidak berhasil menghalangi terbitnya Fatwa penista agama utk Ahok. (Jokowi dan seluruh Indonesia mengalami kerugian besar). KMA yg wakil NU di MUI, dibiarkan jadi korban di MUI, persepsi masyarakat Fatwa tsb diterbitkan KMA tdk pernah ditepis (NU gengsi ketahuan tdk bisa kendalikan MUI?!). Dan perlu seorang Jokowi utk bisa menyelamatkan KMA! (jangan dibolak balik pemahamannya!)

MUI masih punya pengaruh besar sbg perwakilan umat Islam se Indonesia bagi mereka yg tidak berafiliasi ke NU atau Muhammadiyah!
Desember 2016 Alvara Research Centre melakukan estimasi jumlah warga NU dan Muhammadiyah.
Dari proses perhitungan survei dihasilkan jumlah penduduk muslim yang berafiliasi dengan NU berjumlah 79,04 juta jiwa dan yang berafiliasi dengan Muhammadiyah 22,46 juta jiwa. Dari sisi keanggotaan, 57,33 juta penduduk muslim Indonesia mengaku menjadi anggota NU dan 9,39 juta mengaku menjadi anggota Muhammadiyah.
Mengacu data Sensus Penduduk 2010 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam sebesar 87,18%. Menggunakan data ini maka tahun 2016 penduduk Indonesia yang beragama Islam berjumlah 223,18 juta Jiwa.
Dapat dilihat bahwa penduduk yg berafiliasi dg NU dan Muh = (79.04 + 22.46) juta : 223.18 juta = 45 %. Jadi 55% penduduk yg beragama Islam tidak berafiliasi ke NU dan Muhammadiyah. Catatan penting agar jangan menganggap yg 55% ini lantas berafiliasi dg ormas Islam lainnya (unsur2 pendiri MUI di luar NU & Muh) - kebanyakan justru 'independen' yg berarti cukup terpengaruh seruan2 MUI (termasuk Fatwa) secara langsung.

Mau dibilang gengsi nyatanya NU hanya bisa menyoroti seruan dan Fatwa MUI yg terlalu 'sering'. Sehingga perlu Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 utk membuat pernyataan bahwa berdasarkan konstitusi tidak boleh ada lembaga yang mengeluarkan fatwa kecuali Mahkamah Agung. NU juga hanya mampu mengingatkan bahwa MUI adalah forum silahturahmi yg tidak membawahi ormas manapun.

Yg jelas NU tidak mampu mengajak Ormas Islam pendiri MUI lainnya utk melakukan pembersihan MUI, padahal KH Said Aqil Siradj pernah menyatakan ada 11 Ormas Islam yg menyatakan apresiasi kpd NU dlm upaya penetapan Hari Santri Nasional oleh Jokowi (kurang apa lagi Jokowi menghargai kaum santri?!). MUI jelas2 sdh bermain politik, di mana dalam Munas MUI suara NU maupun Muhammadiyah tidak diberi porsi sebesar jumlah umat yg diwakili, shg pemangku operasional harian berhasil menguasai sepenuhnya arah kebijakan MUI yg cenderung menjauhi toleransi (ke-onta2-an). Mau teriak sekencang apapun NU sendirian saja tidak akan mampu mengatasi MUI.

MUI tetap penting krn pengaruhnya atas sebagian besar (lebih separuh!) umat Islam Indonesia spt paparan di atas, hanya saja perlu pembersihan dari anasir2 jahat yg sebetulnya cukup jelas siapa saja.

Periode lalu berhasil memutus logistik finansial (yg pertgjwbannya tdk transparan) lewat pengambilalihan sertifikasi halal kembali ke Depag.

Menteri Agama yg baru, sudah jelas tugasnya utk bersih-bersih MUI, shg tidak lagi diberikan kpd orang NU krn fakta2 tsb dibatas. Menag diharapkan mampu mengajak seluruh stake holder keberadaan MUI, utk mempertimbangkan perbaikan struktur organisasi dan metode pengambilan suara di dalam MUI pada saat Munas MUI 2020. NU sbg stake holder terbesar tentunya diharapkan mampu menunjukkan kebesarannya dalam membersihkan MUI supaya NU bisa berperan aktif di masa depan utk ikut mengendalikan MUI secara proporsional sbg Ormas Islam terbesar di Indonesia.
Ribut2 minta jabatan... itu gak NU banget deh!!

Mike©-®BEYER:
mau bilang benar koq betul semua poin analisa anda ,  jadi bingung kita2 ini , ini NKRI atau bukan sih ??

Angellina:
sob, anda harusnya jadi penulis Seword, wawasannya luas gitu lho.

Zero:
Kok bisa pinter bgt bgitu, kerjaan anda bagian apa sih sob ???

Bersih bersih:
Pengamat Seword...... ??? ?????

Zero:
Wahhh..., klo di undang ILC sy dikabari ya biar bs nonton... ??? ??? ??? ???

Bersih bersih:
Wah.. ada harapan bisa tampil di ILC ya? Mesti mendaftarkan diri dulu nih sama Bang Karni. Mosok kalah sama ketua2 BEM planga plongo... ??? ?????

Zero:
Nahhh..., sippp lahhh...

Sniper of Siantar:
Setuju..
Dimana Menag (dari NU) saat MUI masih dicokoli orang seperti ayah Naen (TZ)? saat ibadah ada jemaat terusir dari tempatnya karena alasan ijin?

Bersih bersih:
Kalau soal ibadah (agama minoritas) ada jemaah terusir - saya tidak terlalu menaruh beban ini ke NU, karena jauh lbh banyakbpihak yg terlibat, tapi jelas memang pekerjaan Menteri Agama dan Pemda setempat (yg biasanya kalah menghadapi kaum onta preman). SKB 2 Menteri pasal 14 ayat 3 MEWAJIBKAN Pemda mengatasi persoalan pembangunan rumah ibadat di mana jumlah umat/jemaat memenuhi persyaratan tetapi ijin masyarakat sekitar tidak diperoleh (Pemda jadi mediator atau malah menyediakan alternatif lahan).
Beberapa kali saya menulis utk mengatasi hal2 di atas perlu Menag yg agak preman. Kalau Jend. (Purn.) Fachrul Razi sih biangnya preman - mana lagi pernyataan pertama,"Saya ini Menteri Agama RI, bukan Menteri Agama Islam." Aman lah kita!!

FruitNinja:
Bagi saya sangat memalukan minta jabatan beralasan "balas jasa" atau "jatah", dimana seharusnya minta jabatan dilandasi alasan "kemampuan".
Udah gitu pake maksa.
Diumbar ke publik pula.

rudi sasongko:
jaman ne jaman edan... klo ga ikut edan ga kebagian....

Bapake Maria:
betul. malu"in

JOSR:
sayangnya seword ngak ada yg terpilih, malah projo kebagian dagingnya wamen. ini bukan provokasi loh, cuman ikut ngomporin kakak pembina. hehehehe.

GSaroso ID:
minta jatah itu biasa, yang tidak biasa itu mau mborong 34 kementrian, lalu meraca berjasa bagi nkri. ckckck ternyata pada pembagian menteri hijab mereka terbuka oleh diri mereka sendiri.

Lanina:
Presiden nya di anggap manut saja

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Terbongkar Ternyata Ini Alasan Jokowi Tidak Pilih yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword/umum/terbongkar-ternyata-ini-alasan-jokowi-tidak-pilih-9MkgYQmZTX

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: