You Now Here »

Dr Terawan Jadi Menteri Akibat Idi Tak Mawas Diri  (Read 37 times - 111 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,637
  • Poin: 20.713
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dr Terawan Jadi Menteri Akibat Idi Tak Mawas Diri
« on: October 28, 2019, 08:09:41 PM »




David Ph Napitupulu:
Sdh bgmna ya respon IDI terhadap kelakuan HR terkait pernyataannya yg interdisipliner.... sudah melihat, menyentuh dan meraba? ???? khan sudah ikutan main politik kan? 

Konsep terapi murah dr. Terawan (diakui dunia kedokteran Internt'nl), maka banyak peralatan mahal di RS yg mungkin belum lunas dan juga obat2 mahal (hasil main mata institusi kesehatan dan farmasi) banyak terpangkas. ini spt perang pembubaran Petral yg ke dua. Dimana hampir semua produsen peralatan kedokteran dan obat2 an adalah perusahaan luar negeri semua. 

Sdh saatnya dokter2 yg berjiwa komersil (nurut dan mementingkan kebutuhan asing) di IDI dan MKEK diganti dg dokter2 yg berjiwa nasionalis dan innovatif, dan bpjs dapat lebih kompetitif.

doodleramen:
Kalau saya sih tidak sependapat dengan isi tulisan ini. Malah saya lihat tulisan ini cenderung membela membabi-buta...


Saya bukan mengkritisi pilihan Jokowi. Tapi saya lihat memang ada beberapa klaim yg janggal oleh dokter ini. Misalnya sudah melayani 40000 pasien dalam 6 tahun. Masa sih? Kalau jumlah hari kerja dalam setahun 250 hari berarti sehari dia melayani 26 orang. Emang prosedur ini tinggal datang dan tancepin jarum suntik terus selesai? Gak ada konsultasi, cek riwayat medis, tes darah, tes alergi, dll dulu? Apalagi yg disasar khusus untuk penderita stroke, ini termasuk penyakit berat. Dari 40000 pasien itu berapa persentase yg memperoleh efek positif? Trus yg negatif ada berapa? Gak mungkin 100% positif. Wong heparin itu juga banyak efek sampingnya.

Terus dr Terawan kan backgroundnya radiologist ya? Kok bisa menangani pasien stroke? Saya tau dokter spesialis itu sudah melewati pendidikan dokter umum sebelum jadi spesialis tapi ini kan bidangnya beda.

Terus klaim ini:
Masyarakat ilmiah Indonesia, bahkan dunia, akan menyambutnya dengan sukacita. Artinya, telah ditemukan obat baru stroke oleh putra Indonesia.
Masa sih? Dari sedikit gugling saja sudah kelihatan bahwa heparin sudah ditemukan sejak 1916. Sori man, di Indonesia itu tidak ada penemuan obat (modern) yg baru. Obat yg kita ketahui semuanya berasal dari temuan negara lain yg punya dana riset yg besar. Indonesia hanya negara konsumen.

Mungkin ada penjelasan yg masuk akal, tapi saya mengambil posisi skeptis dulu sebelum mempercayai sesuatu.

Roedy Siswanto:
Begini om ...Betul Dr.Terawan adalah seorang Radiologist , tepatnya Interventional Radiologist . Di Indonesia tidak banyak spesialis ini karena harus akrab dng Sinar Rontgen .Seorang Interventional Radiologist memang melakukan tindakan, Tidak seperti Radiologist lainnya yang maksimal menyuntikkan Kontras ( Barium Sulfat ) sebagai alat bantu diagnostik .Bahwa Heparin sdh ditemukan lama, itu betul sekali .Tetapi pemakaian Heparin pada Interventional Radiologist khususnya seperti pada metode yg dilakukan Dr.Terawan , memang baru pertama kali didunia . Itulah sebabnya Jerman sangat tertarik dan mengajak kerja sama dng Dr. Terawan . Mengenai jumlah pasien , saya setuju dng anda ....Nggak mungkin sehari bisa sebanyak itu . Satu lagi ..Salah satu spesialis Interventional Radiologist adalah yang ikut memutuskan menjatuhkan sangsi kepada Dr.Terawan dan didalam ranah Praktis , Dokter tersebut tidaklah menjadi rujukan .

doodleramen:
Nah ini penjelasan yg saya tunggu... ternyata dia seorang interventional radiologist. Ya saya baru cek mereka memang diperbolehkan melakukan terapi, bukan hanya diagnosis.

Tapi saya ragu dengan hasilnya. Apakah sudah dilakukan clinical trial sebelum dicobakan ke begitu banyak orang? Dari segitu banyak orang yg diklaim sudah menjalani prosedur ini, pasti bisa dong disimpulkan dan dipublikasi hasilnya. Peneliti lain menemukan pemakaian Heparin untuk pengobatan stroke belum terbukti efektivitasnya: https:// www. ncbi. nlm.nih .gov/pubmed/11086638

Itulah sebabnya Jerman sangat tertarik dan mengajak kerja sama dng Dr. Terawan
Saya rasa Jerman lebih tertarik kepada hasil clinical trial dan datanya apakah bener metoda ini efektif. Kalau soal teknik DSA dan Heparin sih saya rasa mereka tidak perlu belajar ke Indonesia.

Donny Rahardian:
Di sini lha masalah bangsa ini, kita selalu mempermasalahkan sebuah ide itu benar atau masih salah,



Kenapa IDI, dan lembaga riset medis dalam negri sama2 me riset, men uji coba, bahkan menyempurnakan hasil temuan Dr. Terawan, bukan hanya Menilai.



Tentu hasil temuan Dr, Terawan tidak sempurna, karena dia riset sendiri.


Di sisi lain Jerman hanya butuh sebuah ide baru untuk mereka uji coba, kembangkan dan sempurnakan.

Ivonne:
"Saya rasa Jerman lebih tertarik kepada hasil clinical trial dan datanya apakah bener metoda ini efektif."

Melihat tradisi ilmiah jerman. Ini lebih rasional. Karena setelah info tentang rencana mau kerjasama itu, saya juga belum dapat/tahu berita kelanjutannya (kerjasama) itu.

Roedy Siswanto:
Bung , googling deh naskah ilmiahnya Dr.Terawan yg sdh dimuat di penerbitan ilmiah international .

dogol-forester:
bijimane, wong IDI yg paham dunia kedokteran tdk berani mempersoalkan data dan hasil pengobatan Dr.Terawan.
yg dipersoalkan IDI menurut penulis ;
1.mengiklankan diri
2. Tidak kooporatif
3. biaya terlalu mahal

ermien:
Setuju dengan cara pandang anda. Banyak yang terjebak antara pemikiran pro kontra IDI dan Bpk MenKes yang baru.....Tolong beri link/informasi tentang wewenang dan tanggung jawab IDI sehingga kita yang awam ini ada referensi sebelum beropini, Tentang apa yang terjadi antara IDI dan MenKes [baru] itu ada lah ranah lain. Kita sebagai pihak ketiga tidak patut untuk berkomentar ...toh juga ybs tidak membahas lebih jauh. Terima kasih.

Ari:
Kalau saya melihatnya penulis ingin menjabarkan, kalau IDI bukannya ikut mendorong agar riset bisa lebih dikembangkan malah menjegal sob, kalau dalam hal riset begitulah pengembangannya terkadang penemuannya padahal yang tak terduga dan bukan pada orang yang backgroundnya sejalur sob, bahkan kadang ada penemuan didapatkan dari hal yang dilakukan karena keisengan dan ketertarikan padahal yang menarik bagi pemikirannya, bahkan penemuan yang ditemukan karena unsur ketidak sengajaan juga ada sob

Lanina:
IDI...iihh amit-amit! Iri engga bagi-bagi rejeki...

d10n:
Kerendahhatian seorang dokter terawan telah mengundang hasrat presiden utk mengetahui lbh dalam dan akibatnya justru mengangkatnya lbh tinggi drpd peng-iri nya..
Mirip yusuf bin israel..
Tuhan memberkati indonesia..

Odank Sagala:
biaya dokter mahal, harga obat mahal, selama ini Ikatan Dukun Indonesia ngapain aja?

yuviandi purbodewanto:
Eee mau tahu, menteri kesehatan bisa mbubarin IDI nggak ya?

Prisca:
Kenapa ya di Indonesia ini, orang pintar menemukan sesuatu yg bisa bermanfaat utk masyarakat, selalu dianggap angin lalu, malah dianggap gk waras dg penemuannya..... Tidak didorong atau dibiayai utk penelitian lebih lanjut, yang terjadi adalah orang-orang pintar di negri ini dibiayai oleh negara lain, bukan negri sendiri,  salah satu orang pintar itu tetangga saya,  dibiayai Jepang dan menjadi PNS disana. Ini fakta

Shin Beth:
benar, contoh perakit senpi, kmp malah ditangkap...fasilitasi mereka sesuai dg talenta....makanya rata2 hampir semua import..contoh AS pistol merk COLT...penemu pencipta SAMUEL COLT...dll..
mungkin SDA contoh BATUBARA  nah itu asli penemuan org indonesia/Batak

marga BATUBARA

Roedy Siswanto:
Mudah mudahan saya salah ...tapi faktanya aku sering lihat . Mungkin juga karena Dr.Terawan double minoritas seperti Ahok .

Ari:
Saya rasa ga semuanya di hubungkan dengan double minoritas sob...jangan juga apa2 dihubungkan dengan sara ga selesai2 urusan kayak gitu

Roedy Siswanto:
Setuju sob ...walaupun masih melihat dan mengalami tp saya setuju dng anda sob ...sorry dan terima kasih .

Ari:
Makasih sob, maaf kalau saya menyampaikannya mungkin salah. Saya senang dengan menag yang sekarang ini diawal sudah mengatakan bahwa beliau mentri untuk semua agama yang ada di INDONESIA berharap agar semua berjalan dengan keyakinannya masing-masing tanpa ada paksaan dan pemikiran orang-orang disisi muslim juga bisa berubah dan menag berani menindak ulama-ulama su' yang merusak pemikiran islam tentang kedamaian karena ajaran NABI MUHAMMAD SAW sangat jauh beda dengan ulama2 yang dadakan jadi ulama sekarang ini

Roedy Siswanto:
Amiin sob

Gorja:
So tau to klo idi jga sdh tersusupi onta gurun

Victor Drummond:
Sederhana, karena dia minoritas..

Ari:
Jangan berpikir sejauh itu sob, apa2 kok disangkut pautkan dengan minoritas..

Ari:
Begitu sulitnya Indonesia maju dikarenakan dalam satu akademisi saja tidak mau saling mendukung malah menjegal makanya dulu banyak yang lari riset diluar negeri karena diluar mereka dihargai dan di dukung dengan fasilitas dan keuangan yang besar

Kay Kayleigh:
Masalah klasik di indonesia. Padahal banyak sekali org indo yg menghasilkan karya baik. Sedangkan di negara lain berlomba lomba menawarkan bea siswa, pendanaan. Jgn jauh jauh, singapura saja sudah menawarkan beasiswa tuk anak smp masuk sma. Sma 3 thn disana lanjut kuliah 4 thn. Sudah 7 thn disana + kerja. Lambat laun jd warga negara sana. Secara halus mengambil anak indo yg prestasi menjadi warga negaranya.

Ari:
Yeah, i agree with u orang yang punya potensial sudah selayaknya dipageri dengan beasiswa dan kepastian kerja dan juga Haki yang terlindungi hukum dan pemberian dana yang sesuai, kalau perlu dibentuk lembaga riset yang terstruktur dan terpusat dengan baik, kalau Indonesia ingin benar2 maju mudah2an hal ini dapat di perhatikan di periode yang ke II ini, kalau ingin membangun SDM dengan baik

LAKSMANA BINTAN BANDAR BESTARI:
IDI nampaknya perlu ditinjau ulang keberadaannya, pilihan seorang Presiden Terpilih hasil Pilpres Tahun 2019 kepada Direktur RSPAD Gatot Soebroto itu tentu sudah didasarkan kepada berbagai pertimbangan yang sangat matang. Persoalannya saat ini : publik jelas semakin memiliki praduga bahwa IDI telah "terkontaminasi" atau "terpapar" paham radikalisme atau neo-radikalisme sebagaimana MUI dengan Tengku Zulkarnain-nya, sehingga prestasi yang telah dicapai oleh Mayjen TNI Dr. dr. TERAWAN, Sp.R., di level Internasional dan Nasional itu tidak menjadi "legacy" di mata Elit IDI, namun justru terlalu eksplisit di mata publik untuk "dijatuhkan". Perlu ada "Restrukturisasi Organisasi" IDI, kalau perlu "Dilikuidasi" dahulu kemudian dilahirkan organisasi profesi serupa yang baru dengan Visi, Misi, dan Program Kerja yang baru, serta mengedepankan kepada semangat Pancasila dan NKRI.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dr Terawan Jadi Menteri Akibat Idi Tak Mawas Diri yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/dr-terawan-jadi-menteri-akibat-idi-tak-mawas-diri-Pvz69nrAQL

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: