You Now Here »

Jaminan Kegilaan Jokowi Atas Keberhasilan Nadiem  (Read 56 times - 76 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,637
  • Poin: 20.713
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jaminan Kegilaan Jokowi Atas Keberhasilan Nadiem
« on: November 06, 2019, 11:02:56 AM »




S.C.W ™️ ✅:
Saya (sebagai mantan guru) cuma titip pesan sama bung Nadiem :
"Ubahlah yg perlu diubah. Perbaiki yg perlu diperbaiki. Kalau tidak prinsipil / benar2 perlu diubah, sebisanya jangan diubah."

Pendidikan kita tidak ada kemajuan salah satunya karena tiap ganti menteri, selalu ganti sistem (sistim pengajaran, buku2, penilaian, dll)... Jangankan anak2, guru2 saja bingung. Sangat tidak efektif : Ibarat komputer format ulang, install ulang, tiap 5 tahun, belajar operasikan OS baru lagi.

Dengan diiringi doa seluruh warga bangsa, semoga sukses bung Nadiem Makarim ????

Mike©-®BEYER:
guru2 muda honorer disekolah menengah kejuruan tempat anak bungsu saya bersekolah juga out the box dalam cara mereka mendidik , berinteraksi dan memotivasi anak didiknya . ketika saya cari tau latar pendidkan mereka ternyata bukan semuanya dari sekolah pendidkan guru . ada yg dr manajemen , ada yg pelaku usaha . ya mungkin SMK bisa lebih menyesuaikan dan mengselaraskan antara pendidik dan yg dididik entah dgn SMU tp yg pasti saya merasa kasihan dgn kakak2nya dulu yg pernah di SMU . rasanya anak bungsu saya enjoy menikmati pendidikannya sekarang ketimbang kakak2 nya dulu.

S.C.W ™️ ✅:
Setuju sob... memang semua itu dari hati. Apapun pendidikannya, kalau memang punya hati mau mendidik, ya kemungkinan besar akan berhasil... Pendidikan anak2 kita itu kompleks sekali sih sob, yg aku tahu, umumnya guru (teman2ku) menjadi "apatis" soal mendidik anak. Salah2 diperkarakan ke polisi atau jadi urusan sama orang tua, padahal gaji tidak seberapa, anak sendiri juga bukan. Tidak heran kalau akhlak anak2 sekarang seperti ini (kurang ajar, tidak tahu sopan, dll). Mudah2an deh mendikbud yg sekarang bisa membereskan keruwetan ini.

Tapi seandainya dibanding masa2 kita dulu sekolah bagaimana ? Lebih enak dulu deh kayaknya hahaha...

Mike©-®BEYER:
wah enak jaman kita dong , saking enaknya sampai 2x aku tinggal kelas....WKWKWKWKWK

Sita W:
Seingat saya dalam pidatonya pak Jokowi mengharapkan hasil yang jelas bukan hanya berkutat pada proses. Namun rasanya untuk dunia pendidikan di Indonesia, apresiasi terhadap proses itu perlu dilakukan. Ketika seorang siswa membuat karya, step by step proses yang dilalui untuk mencapai hasil akhir sebaiknya dinilai juga, dari situlah kemampuan siswa yang sesungguhnya akan terlihat dan teruji. Selama ini yg saya amati, siswa dikejar-kejar target nilai akhir yg 9 ato 10, A ato B, tapi bagaimana mereka bisa meraih itu tidak ada yg peduli, akhirnya siswa 'menggunakan segala cara' untuk mendapat nilai yang diinginkan, cara positif maupun negatif. Ini cuma satu sisi, masih terlalu banyak masalah pendidikan yg perlu dibenahi. Harapan besar pada pak Nadiem, kita tunggu!

ErikaErika:
Pak Jokowi kan bcr pada para menterinya dimana delivery of work menjadi tujutan utama. Kalau tetap proses siswa berkarya tentu saja 'mengapresiasi' terhadap cara kerja mereka, berhasil atau tidak, harus selalu ada. Seperti yang Pak Mendikbud bilang "Psikologi" itu penting....

Sita W:
Setuju mbak, karena pernah mendengar anak-anak yang patah hati karena proses dalam berkarya tidak masuk hal yang dinilai, selalu hanya hasil akhir yang diapresiasi. Nilai 8 selalu lebih buruk dari 9 ato 10, tapi tidak ada yang tau bagaimana cara mereka meraih nilai-nilai itu....cara benar ato cara salah

Roedy Siswanto:
Kalau saya ibaratkan Pendidikan kita ini seperti sebuah bangunan yg sdh jadi dan digunakan tetapi Fondasinya salah struktur ...Pilihannya susah memang ..mau dirobohkan atau pakai cara lain ..dan hanya orang " gila " yang berani mengeksekusi ......Semoga sukses Bung Nadiem ....Terima kasih Sis Erika untuk tulisannya yang apik dan menginspirasi .

ErikaErika:
sama-sama....

IndoA:
lebih 300.000 sekolah dng 50.000.000an murid, jelas bakal frontal berhadapan dng mafia/penerbit  buku sekolah yg cuma segelintir itu. Dan penulis /content materi buku bakal lebih makmur

Chandra von Caledor:
Imho mending pakai e-book aja
Sekolah sediain tab 2jt buat siswanya selama 3 tahun terus diwariskan ke siswa baru. ngga perlu banyak tebang pohon

ErikaErika:
setuju....

ErikaErika:
membuat buku... berapa pohon harus ditebang yah...? teknologi yang membuat kita terlepas dari hard copy juga menjadi satu solusi untuk menjaga oksigen di bumi ini.... :))))))

Roedy Siswanto:
Nah ..alasan ini juga yang harus diingatkan kepada para penggiat lingkungan yang memerangi penggunaan plastik ..kalau diganti kertas mau berapa hutan yang harus digunduli ??

S.C.W ™️ ✅:
Kata film Kingsman The Secret Service (2014) :
"When you get a virus, you get a fever. That's the human body raising its core temperature to kill the virus. Planet Earth works the same way. Global warming is the fever. Mankind is the virus. We're making our planet sick. A cull is our only hope.

If we don't reduce our population ourselves, there's only one of two ways this can go. The host kills the virus, or the virus kills the host. Either way... The result is the same : The virus dies."


Pilihannya / solusi lainnya ? Rasanya itu tetap pilihan terbaik dari semua yg ada. Paling tidak pohon masih bisa ditanami lagi. Kalau pakai softcopy, spt kata sis @disqus_yiUo5VKBeE:disqus  masalahnya itu dgn copyright / hak cipta & pembajakan.

Mungkin aku salah : Menurutku sumber masalah nomor 1 manusia itu : Kita kelebihan populasi ! Masalah2 yg lain (polusi, global warming, kekurangan pangan, energi, dll) itu cuma efeknya saja...

ErikaErika:
og pls.... knock it off... kalau Indonesia sudah berpikir "kelebihan populasi", bagaimana dengan India, cina dan latin Amerika yang jumlah populasinya di atas Indonesia....?

S.C.W ™️ ✅:
OMG... Kok bisa sis Erika berpikir seperti itu ? Sis lagi pakai jurus : "Gpp jelek, tokh masih ada yg lebih jelek" ? Lagi adu jelek ? ??? ?????

Pertanyaannya : Indonesia mau maju tidak ??? Sumber daya alam kita jelas tidak akan bertambah malah berkurang, luas wilayah juga tetap. Makin banyak penduduk jelas makin banyak tanggung jawabnya, makin sulit mewujudkan hal2 spt : Ketersediaan makanan, lapangan pekerjaan, fasilitas kesehatan, perumahan, kesejahteraan rakyat, dll... Hal2 yang negatif juga otomatis makin banyak seperti : kemacetan makin parah, tingkat kejahatan makin tinggi, makin banyak sampah, dll.

Untuk apa pula kita urusi negara orang, selain kondisinya beda2, tiap negara kan punya tanggung jawab masing2. Mereka punya strategi sendiri. Misal China sejak dulu mereka terapkan "one child policy" artinya dari 2 orang dewasa (L+P) hanya akan menjadi 1 orang anak - itu sama dengan reduksi 50% jumlah penduduk. Kini mereka terapkan "2 child policy", artinya penduduk China tidak akan bertambah, mungkin malah berkurang kalau ada yg tidak mau menikah / tdk punya anak.

Atau diskusinya mau dilihat dari kacamata agama ? Biar aja punya anak 1000 tokh Allah pasti akan mencukupi begitu ?

ErikaErika:
maksudku adalah... ketika kita akan melakukan sesuatu, jangan dihalangi oleh pikiran-pikiran yang memberatkan, masalah kebanyakan populasi misalnya. Peraturan itu berlaku untuk semua, dan di setiap organisasi selalu ada yang namanya oknum atau istilahmu itu virus.

tapi membandingkan sebuah negara dengan body manusia (host) tidak apple to apple. karena ketika sebuah negara (Indonesia sekarang) dihinggapi banyak oknum, negara akan membentuk antibody sendiri. sementara virus pada tubuh manusia sebagai host, kalau virusnya sudah menguasai body, si body tak akan mampu membentuk antibody. Healing dilakukan oleh element external (pengobatan kemo or alternatif).

Kadang untuk beberapa negara kecil, ketika oknumnya sudah benar-benar menggerogoti, biasanya pemerintahnya akan minta bantuan dunia internasional.  Kayaknya Suriah melakukan itu kalau saya tidak salah....

S.C.W ™️ ✅:
Maksud saya jumlah penduduk itu bisa jadi masalah, bukan "oknum" ????  Soal masalah sampah plastik, global warming... itu sumber masalahnya : Penduduk dunia sudah semakin banyak. Makin banyak orang, makin banyak hutan di tebang, makin banyak mobil, makin banyak polusi, otomatis  makin banyak sampah, dan 1001 efek jelek lainnya.

Whats wrong with anticipation ? Andai hal yg saya katakan tidak relevan, barulah itu tidak perlu dipikirkan. Seseorang mau berkeluarga ? Coba saja punya anak sebanyak2nya ... +1000 orang anak, kita lihat keluarganya seperti apa. Apa Allah akan mencukupi. Negara ya seperti keluarga, perlu menata masa depan juga dalam hal jumlah penduduk. Have a nice day sis... CMIIW

Roedy Siswanto:
Wah , menarik dan sangat logis pendapat anda bung .

ErikaErika:
Tapi dampak plastik lebih berbahaya... well... ga ada yang bagus untuk di pilih. Pake kertas hutan jadi gundul, pake plastik bertahun-tahun tak bisa diuraikan, sekuali plastik yang bisa di makan spt penemuan orang singapur apa malaysia tuh tempo hari saya lihat videonya....

Roedy Siswanto:
Menurut saya pribadi , pakai plastikpun gpp , tetapi harus bawa sendiri dari rumah sehingga dipakai berkali kali .

ErikaErika:
ya betul reuse...

Rheza Rivana:
Pendidikan di indonesia harus berorientasi ke enterpreneur, bukan jamanya elu sekolah terus mental lu jadi budak korporat asing. Makanya itu, pak nadiem punya resume itu.

Wele Wele:
Yg pasti akan hemat luar biasa dan gak lagi banyak pohon yg ditebang jika mulai meninggalkan laporan hard copy dalam skala nasional

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jaminan Kegilaan Jokowi Atas Keberhasilan Nadiem yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/jaminan-kegilaan-jokowi-atas-keberhasilan-nadiem-5oJOV5zUau

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: