You Now Here »

Menyelesaikan Kegaduhan Tentang Salam Pembuka Semua Agama  (Read 98 times - 69 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,006
  • Poin: 21.082
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menyelesaikan Kegaduhan Tentang Salam Pembuka Semua Agama
« on: November 12, 2019, 05:16:56 PM »




Martabak Sweet:
"Saya kira itu jauh lebih elegan tanpa kita harus repot-repot mengabsen salam khas agama lain satu per satu. "

Ajakan yang aneh karena
1. yang membuat polemik MUI/islam. TIAP TAHUN
2. yang lain tidak peduli sebenarnya apakah salam mereka diucapkan .
3. seperti kasus "selamat natal" yang tiap tahun jadi polemik. Umat Kristiani tidak gila hormat harus diselamatin oleh islam atau Buddha, atau yang lain. Yang bingung tiap tahun justru orang islam. ANEH.

Benahilah diri sendiri.

Martinus Sitohang:
terlalu receh untuk diperdebatkan..
ibarat begini : dikasih kerja malas.. ga ada kerja, bosan, trus buat kegiatan/masalah yg ga jelas..

Kampret212:
makalum iman mereka juga recehan

Nogomuliono:
Selamat pagi/siang/malam bapak/ibu yang kami hormati,Selamat datang  dan Salam sejahtera untuk semuanya....titik.. As Simple As That..
Kenapa jadi rumit ruwet ribet ya urusan salam?
Pertama wisata halal kedua urusan salam ,what is going on ..people?,and what wrong with you all?

Sam Dear:
salam seword... lebih keren

Prisca:
Harusnya spt....... ??? ?????

Soekojono Goen:
Paling bagus ucapkan salam dalam bahasa Indonesia saja dan berlaku untuk semua agama :
Selamat .......... (tergantung pagi, siang atau malam) dan salam persatuan buat kita semua
Dengan demikian terlihat rukun dan elegan serta tidak ada yang merasa lebih agamis dari yang lain.


Catatan :
MUI jangan lagi mengeluarkan aturan atau fatwa lain yang sekiranya akan menimbulkan pendapat yang saling bertentangan.
Lebih baik MUI membuat hal-hal yang bisa mencerdaskan umatnya dalam menghadapi persaingan di dunia yang semakin menuntut kepintaran dan kecerdasan.
Mampu kan ?.

Prisca:
Malas..... Negri ini masalah salam pembuka saja dibikin rewel....   Apa kek, bikin penemuan apa yg berguna utk kehidupan masyarakat.......

dogol-forester:
kaga ada kerjaan banget  ngebahas salam pembuka/penutup.
soal keyakinan dibahas dalam rana internal masing2 agama saja kaga usah diruang publik pasti debat kusir. wong satu agama beda ormas saja masih debat soal salam apalagi beda agama.
yg dilihat orang bukan ucapan tapi tindakan.  ngomong seolah baik dan benar tp tindakan dan perilaku minus.

Juan:
dari dulu, di acara apapun selain acara rohani agama saya sendiri (yg sejak lahir rasanya bisa dihitung pakai jari), saya tidak pernah mengucapkan salam-salam yg bernuansa agama. lebih baik langsung salam universal "selamat pagi/siang/sore/malam".

yg mau bilang saya tidak religius ya terserah. mungkin menjadi religius adalah suatu keharusan/tuntutan di kitab anda, tapi kitab anda tidak bisa membawa saya ke surga, apalagi ke neraka.

Zombie dongoook:
Dah kaya mikirin mo ke bulan aja.... Wkwkwk

Pada acara yg umum ditempat umum dengan audiens yg beragam sewajarnya ya salam pake bahasa Indonesia

Pada acara terbatas dikalangan tertentu silahkan pakai salam yg sesuai

Orang Indonesia pakai salam berbahasa Indonesia kepada sesama warga negara nya kok gak PD

Lucunya ga habis habis,,,,, wkwkwk wkwkwk

bams:
cuma cuitannya MUI gak usah diperhatikan

Oen:
Sekalian aja kaga boleh dan jangan pakai barang dan belanja barang dari toko kapir , barang apapun jangan buatan kapir supaya barokah ajib ajib....

I am Vader:
Dulu sewaktu saya masih kecil sktr th 80an, ucapan salam di TV hanya “selamat petang/malam, MERDEKA!” Apakah tidak mungkin dikembalikan pada salam “MERDEKA” yg lbh netral dan menunjukkan semangat dasar perjuangan bangsa Indonesia

Martabak Sweet:
"Tokoh yang terang-terangan kontra dengan tausiyah MUI Jatim tersebut antara lain Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Sesepuh Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif. Pihak yang kontra terhadap tausiyah MUI Jatim tersebut beralasan bahwa kita hidup di dalam sebuah negara yang heterogen dan pluralistik, hendaknya tetap saling menghargai (ko-eksistensi) dengan cara menyebutkan salam semua agama dalam pembukaan pidato-pidato resmi."

1. Helmy dan Buya TIDAK BERKATA kalau "islam ajarannya bukan itu. Islam itu ajarannya toleran".

2. Helmi dan Buya BERKATA kalau "itu tidak pantas dalam kehidupan kenegaraan yang pluralistik"

3. KESIMPULAN DARI PERKATAAN TOKOH: memang ajaran islam seperti itu, yaitu SARA, intoleran, inklusif. Yang tidak pantas kalau kalau dilihat dari sisi kehidupan bernegara.

4. Kalau ajaran islam itu toleran dan tidak kasar, sang TOKOH pasti dengan mudah berkata "yang dikatakan MUI bukan ajaran islam dan MUI salah mengerti tentang islam yang rahmatan lil alamin". Tidak perlu muter-muter.

firman proindo:
Maklum MUI perwakilan khilafah

Fsasosi:
salam kadrun
(click to show)


Leo Nardo:
Itu salam 72 bidadari disurga sob...wkwkwk

ada gitu bidadari di surga buat digenjot??? ---> halusinasi murahan abad ke 7

firman proindo:
Hahaha ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menyelesaikan Kegaduhan Tentang Salam Pembuka Semua Agama yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/menyelesaikan-kegaduhan-tentang-salam-pembuka-7gPsAQM9IW

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: