You Now Here »

MUI Kenapa?  (Read 52 times - 73 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,006
  • Poin: 21.082
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
MUI Kenapa?
« on: November 12, 2019, 09:01:25 PM »




Cavarex G:
Mungkin tuhannya pemarah

afarinah:
Sudah saatnya MUI harus ada dewan pengawas supaya tidak besar kepala sebagai lembaga tidak tersentuh dan keuangan yang jelas keluar masuk.

Martabak Sweet:
"Enak saja kita dianggap berdosa, dianggap kafir dan pengikut jin hanya karena kita bukan Muslim? Kenapa MUI membisu seakan membenarkan?"

Semua pertanyaan Mpok Desy terjawab kalau bisa keluar dari pencucian otak dan menerima shock terapi. Ketika otak bisa menerima kenyataan dan membuang cuci otak kalau "agama tidak mungkin salah" maka bisalah mata terbuka.

1. Problemnya di ajaran agamanya, MUI hanya menjalankan saklek ajaran agamanya. SARA, egoisme, dan kemunafikan adalah ajarannya, seperti yang ditunjukkan, dikatakan, dan difatwakan MUI.

MUI dan tindakan kelompok sejenih loh yang menunjukkan kalau problemnya adalah "ajaran islamnya"

2. MUI tidak mengeluarkan fatwa atau bersikap berdasarkan kriteria kebangsaan. Masa bodoh lah mereka. Mereka urusannya bersikap berdasarkan koridor agama mereka yaitu islam.

Jadi mau berheran-heran kenapa MUI tidak mengedepankan toleransi atau kehidupan bernegara, ya karena mereka memang tidak mau dan tidak perlu ambil pusing dengan kehidupan bernegara dan toleransi. Urusan mereka adalah ajaran islam. Titik.

doodleramen:
It's all about power and control. Ini seperti pertarungan antara teokrasi dan demokrasi. Sejak merdeka Indonesia adalah negara demokrasi, tapi selalu ada saja segelintir teokrat yg tidak pernah puas dan selalu mencari jalan untuk memperoleh kekuasaan. Apalagi belakangan banyak yg terinspirasi negara khilafah.


Semakin religius suatu masyarakat maka akan semakin mudah dikontrol. Kalau di jaman kejayaan gereja Katolik level teokrat yg berada di atas level monarki. Di GoT ini mirip pertarungan antara Cersei dan High Sparrow. :)




(click to show)


Leo Nardo:
Semakin religius sekumpulan masyarakat, semakin naif cara berfikirnya.

Di Indonesia, orang-orang berlomba mencari dan mengembangkan sikap religius, bersamaan dengan itu masyarakat diseret perlahan-lahan ke dalam ruang gelap. Mereka diberi "penerangan" dengan sinar kegelapan. Dengan begitu segala kesadaran nurani dicerabut dari akarnya agar orang-orang dibuat mudah menelan segala kekonyolan sedemikian sehingga orang-orang mudah dikendalikan oleh mereka yang menyebut diri pemimpin atau elit keagamaan.

Maanaa Taahaan:
khilafah sebenarnya adalah theokrasi semu, mengklaim sebagai theokrasi (dipimpin langsung oleh tuhan) tapi sebenarnya manusialah yg jadi pemimpin

theokrasi sejati hanya pada zaman musa ketika musa selalu berkonsultasi dengan tuhan tentang segala masalah dan tuhan sendiri yg berfirman langsung ke musa.
tuhan sbg pemimpin langsung, musa hanyalah sebagai "juru bicara"
setelah musa, tidak pernah ada lagi theokrasi sejati, karena yg menjadi pemimpin adalah raja (manusia)

bahkan menurut mahmud md, khilafah (theokrasi model islam) hanyalah buatan manusia (ulama).
hanya menjadi ajang kekuasaan bagi orang2 yg ngaku wakil tuhan

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Halaman2 kitab suci apapun, bisa dipakai untuk membungkus apa saja agar kelihatan "rohani" untuk mengakali orang bodoh. Akhirnya agama yg disalahkan, padahal ujung2nya duit... jemaat harus banyak, karena berpengaruh pada omzet. Tidak banyak tokoh agama yg benar2 murni, berilmu dan mengamalkan ilmunya... :(

Kok bisa ? Buktinya banyak... Bisa cari tahu saja berapa besar pendapatan seorang pemuka agama sekali "manggung". Lihat rumah & mobilnya berapa mahal. Salah satu buktinya... itu foto pada koment (thread ini) dari sob @disqus_fKzVwnvcFb:disqus

Edwin Hendra Kusuma:
Kok ini gak papa ya...
(click to show)


NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Aturan itu dibuat MUI untuk umat... memang bukan buat elit MUI.
Aseng... mana aseng... mana duitnya, angpao-nya... Seng...

Kampret212:
beragama kok baperan. Klu ada ribut-ribut soal agama paling ya kelompok itu-itu juga. soal remeh temeh begini kok diurus. isinya apa agama atau iman remeh temeh sih?

Fsasosi:
Kebanyakan aturan... Lama2 kentut pun akan diatur MUI...

Lanina:
Fatwa apalg neh menjelang Natal thn ini?

xenakis2:
cilaka wutul, dengan kebijakan MUI ini akan membuat RAJA SALMAN dari SAUDI ARABIA gak bakalan mampir lagi dah kemari
.
.
.
(click to show)


.
.
.
. awokwokwokwokwok

Christoper Sigit:
Miris memang. Tetapi ya begitulah kenyataan di negeri ini. Semoga saja performa pemerintah dalam menangani masalah intoleran dan radikalisme bisa meningkat signifikan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel MUI Kenapa? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/mui-kenapa-GIxh73cs8K

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: