You Now Here »

Intoleransi Terjadi Lagi Di Yogya, Umat Hindu Dan Buddha Dikepung Dan Dibubarkan Ritualnya  (Read 65 times - 83 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,026
  • Poin: 21.102
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




dogol-forester:
rasanya muak mendengar cerita seperti ini dan gue sih maklum banget dengan sikap dan tindakan mereka itu karena bukan hal aneh karena ya mungkin spt itu yg diajarkan keyakinan mereka . Kalau ada diantara mereka saling bertengkar /berpendapat/berdebat bahwa itu tdk sesusai dgn keyakinan dan ajaran ya silahkan saja tp apalah arti kata-kata bukankah pohon dilihat dari buahnya ???
buat saudaraku kaum minoritas, jangan berharap terlalu jauh bahwa kaum minoritas dpt melakukan ibadah apalagi mendirikan rumah ibadah dengan tenang dan sejuk di negeri Pancasila ini, percuma itu akan membuat stress dan sakit hati.
simpel saja mengalah spt yg dilakukan kaum minoritas di jogja itu jauh lebih baik dan  akan lebih baik doakan saja agar mereka eling.
jangan sekalipun menyalahkan pemerintah apalagi presiden kita.

rashid netz:
Anda bisa komen begini krn anda bagian dr mayoritas. Negara ini tdk bisa maju krn banyak yg mabok agama, merasa superior dan gampang mengecilkan kaum lain. Negara2 lain bisa maju krn rakyatnya bersatu hidup harmonis dan kompak tanpa menonjolkan identitas agama, kenapa pemerintah kita tdk belajar dr mereka, mulai dgn menghilangkan kolom agama di ktp dan tidak mrlindungi agama mayoritas saja.

SH:
Bagaimana kalo di perumahan kalian yg jadi minoritas, apakah kalo kami bubarkan tahlilan atau pengajian, kalian juga akan mengalah??

DC:
Mau mengalah apa lagi? Tradisi2 sudah dihilangkan demi toleransi, apa masih belum cukup? Sampai level apa harus mengalah? Apakah sampai gereja, wihara dan pura lenyap? Kalau Indonesia terjadi balkanisasi, semua itu karena tindakan intoleransi mayoritas. Tidakkah belajar dari kerajaan Majapahit?

Suge19:
sekedar mengingatkan, d sekitar Jogja ada gunung berapi, ada patahan, dan rawan gempa .......eling ....eling...... lan eling rekkk

DC:
Psst, biasanya juga yang demo kerusuhan justru pendatang baik dari negara lain yang menikah dengan orang asli atau dari provinsi radikal. Masyarakat yang sudah bergenerasi tinggal di Jogja sudah terbiasa dengan acara keagamaan lain. Bisa ketahuan dari logatnya.

B-Over:
Jumat sampai hari minggu kemarin baru balik dari yogya jenguk ibu mertua, muter2 dalam kota terus kelilingan turi, pakem, sawungan terus naik lagi ke kaliurang untuk menjenguk saudara2 ibu mertua sampai makam bapak mertua dan makam orang tua ibu mertua. Dari pengamatan saya sih, memang keramahan khas masyarakat yogya itu sudah menurun jauuuh sekali. Belum lagi di beberapa daerah yang sepi di seputaran sleman ada banyak pondok pesantren yang tampilannya lebih menitik beratkan pada kostum dan janggut yang beberapa diantaranya, pandangan matanya mengamati seksama ketika kami melintas karena kaca mobil saya buka. Yang saya ingat, mereka juga pendatang disitu karena kalau penduduk asli/ lama pasti kenal dengan ibu mertua saya. Entah curiga atau  iri melihat jambang, brewok dan kumis saya... Hahahahaha

C Jon:
Lihat tetangga kita, Singapura, tanpa Pancasila bisa menjamin umat beragama menjalankan haknya utk beribadah.
Manusia2 intoleran spt di Yogya ini harus ditangkap dan diadili sbg pelajaran bhw agama adalah pilihan dan masing2 agama punya hak utk beribadah menurut keyakinannya.
Sri Sultan HB X juga harus tegas sbg Raja dan sebagai Gubernur DIY.

Yulianto Yulianto:
wuih ...samapai kapan kita harus TOLERAN dengan kaum INTOLERAN...ayo pak Polisi bergeraklah sebelum semuanya terlambat

Agung Nugroho:
Yg Biadab itu Siapa..? Yg Mana..?

Kebenaran itu gak perlu dibelain sampai harus mati (ngebom) segala, KEYAKINan yg benar itu bisa membela dirinya sendiri unt tetap Exist tanpa pakai bunuh2an.
Yg waras psti faham.

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Ketika datang ratusan tahun lalu... penduduk beragama Buddha, Hindu dan aliran keyakinan menyambut dengan keramahan Nusantara. Jangan lupakan sejarah...

FAUZi:
Tidak ada harapan selama pemerintah tidak tegas dan menghilangkan agama digunakan sebagai identitas...

hari setyawan:
Mangir....ini lokasi berdekatan dg demo menolak keberadaan patung Bunda Maria didalam kompleks Gereja, demo menolak camat non muslim dan baru terakhir pembubaran acara sedekah laut di pantai Baru, Pandan Simo.

Para pendemo mengatasnamakan warga "kampung tertentu" padahal keberadaannya disitu sbg markas ormas....bukan mewakili aspirasi seluruh warga kampung

Riwandi Sigalingging:
Sejarah akan selalu berulang dan terus terjadi. Kejadian seperti ini akan tetap terulang dan kemunafikan akan mewarnai atas dikap dan tindakan. Intoleransi itu muncul karena adanya doktrin dan doktrin itu ada sumbernya. Sdh pahamlah kita itu.

Taufiqurrahman:
jgn di dramatisir ini bukan isu sara

SH:
Kalo tahlilan dan pengajian di rumah warga dibubarkan apa jadi isu sara??

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Intoleransi Terjadi Lagi Di Yogya, Umat Hindu Dan Buddha Dikepung Dan Dibubarkan Ritualnya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/intoleransi-terjadi-lagi-di-yogya-umat-hindu-dan-2lUHfJ21i3

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: