You Now Here »

Tuhan, Nabi Dan Hamba Hamba Lainnya  (Read 84 times - 90 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,967
  • Poin: 21.043
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Tuhan, Nabi Dan Hamba Hamba Lainnya
« on: November 13, 2019, 06:16:10 PM »




Ade Darma:
Patuhilah Allah dan patuhilah rosul (atiullaha wa atiurosul). Bukan berarti Allah     punya aturan dan rosul punya aturan sendiri. Ini adalah idiom yang berarti Patuhilah Allah melalui rosul sebagai  utusan yang menyampaikan risallah berupa al Qur'an. Karena Allah tidak mungkin berkomunikasi dengan manusia secara langsung kecuali melalui wahyu atau melalui utusan. "Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Ash-Shura 42:51). Jadi kronologinya Nabi menerima wahyu, kemudian nabi diutus untuk menyampaikan kepada umat dalam hal ini nabi bertindak sebagai rosul yang menyampaikan risalah berupa al Qur'an.

Leo Nardo:
Menurut riwayat dan bahkan dikatakan juga di dalam kitab suci bahwa Muhammad menerima wahyu melalui Jibril. Allah tidak pernah muncul berbicara dengan dia. Dan kitab suci juga sudah menjelaskan bahwa manusia (termasuk nabi) tidak mungkin berhubungan langsung dengan manusia tanpa melalui pihak ketiga atau melalui tabir.

Cuma yang membuat saya agak gimana gitu ialah kalau kita flashback ke kitab lain dari Yahudi dan Nasrani, ternyata Allah dapat berhubungan lansung dengan para nabi dan berbicara dengan mereka tanpa halangan. Padahal klaimnya menyembah Tuhan yang sama. Bagaimana menjelaskan pertentangan ini?

firman proindo:
Fiksi

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Sepertinya ada yg tidak bisa kumengerti...



D. Andai makhluk yang maha berbatas bisa berhubungan langsung dengan maha tak terbatas, maka hilanglah perbedaan makhluk dengan Tuhan akibat hubungan langsung itu. Bila hilang perbedaan, tak ada lagi makhluk.



Bukankah dalam setiap doa2 kita itu memohon (berhubungan) langsung dengan Allah SWT tanpa perantara ?



C. Andai makhluk dan hamba bisa berhubungan langsung, tentu kenabian yang berfungsi sebagai lembaga mediasi tak diperlukan. Allah maha mampu berhubungan langsung namun keterbatasan makhluk menjadi kendalanya.



Kalau keterbatasan mahluk adalah kendala, apa itu artinya Allah yang maha mampu ternyata tidak mampu "memampukan" manusia yg tidak mampu ? Lalu bagaimana bisa Allah bisa berhubungan dengan nabi2 sepanjang sejarah ?

Ade Darma:
Ayat ini dengan jelas memprediksi bahwa akan ada orang yang beranggapan bahwa berhubungan dengan Allah itu melalui perantara.

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar." (Az-Zumar 39:3)

Ade Darma:
Menurut saya konsep kita berhubungan dengan Allah melalui nabi itu secara Tauhid keliru fatal, bahkan bisa masuk kategori syirik Lalu apa bedanya dengan pengikut nabi Issa yang menganggap Issa atau Yesus sebagai perantara untuk penebusan dosa. Seolah kita menafikan Allah sebagai yang maha tahu. Istilah guyonnya berhubungan dengan Allah nggak usah pake calo. Orang sering rancu dengan pemakaiank istilah Nabi dan Rosul. Nabi dipakai untuk kondisi lebih personal yaitu orang yang menerima naba ( berita, pesan, wahyu). Rosul dipakai dalam konteks sebagai utusan yang menyebarkan pesan atau wahyu kepada umat.Qur'an membedakan pemakaian dua kata ini pada orang yang sama dengan konteks yang berbeda.

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Iya setuju, bermain2 dengan keesaan Allah itu berbahaya ????

Menurut sob Ade, Al-Quran itu diciptakan atau tidak ?

Ade Darma:
Saya kurang faham dengan maksud pertanyaan anda Qur'an diciptakan atau tidak?

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Seandainya Al-Quran yg adalah Kalamullah diciptakan... maka kalam Allah adalah mahluk, ciptaan dan tidak kekal sifatnya.


Seandainya Al-Quran yg adalah Kalamullah tidak diciptakan... maka kalam Allah adalah Pencipta, bagian dari diri Allah itu sendiri dan kekal sifatnya.

Jadi sekarang selain Allah yg Esa, didalam diri Allah ada Kalam itu 1+1=2. Ini buat mereka bukan keberapaan (berapa jumlah) Allah, tapi bagaimana diri Allah itu.



Kalau bagi kita percaya kalam Allah nuzul menjadi kitab.
Bagi mereka percaya kalam Allah nuzul menjadi manusia Isa.

Begitulah ceritanya sejauh yg aku tahu sob... bagaimana Isa itu bisa dianggap Tuhan & Allah oleh pengikut2nya. Jadi dia bukan manusia perantara seperti nabi2 lainnya. Tapi soal percaya tentu kembali ke masing2 orang...

Ade Darma:
Mungkin yang anda maksud ayat ini. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (Aal-E-Imran 3:45). Arti Kalam dalam hal ini berbeda maksudnya dengan kalam Allah yg berarti kumpulan ayat-ayat al Qur'an. Kalam di ayat ini memberitakan bahwa penciptaan Isa diluar prosedur yang lazim melalui benih seorang laki2, tapi melalui kalamnya kun fa yaa kun.

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Aku harus pergi dulu nih sob, senang diskusi denganmu...  besok2 kalau mau kita lanjutkan diskusinya ya ??? ?????

Leo Nardo:
Eh, mau kemana elo.. ????

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Bukan sob. Aku bicara filsafat, ilmu kalam : Maksudku Alquran yang adalah Firman Allah, diciptakan atau tidak ?

Yondaime:
firman allah itu mahluk, bukan allah itu sendiri. sama seperti sinar matahari, bukan matahari itu sendiri.

Leo Nardo:
Kalau firman Allah itu makhluk, bagaimana caranya Allah menciptakan firmannya? ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Tuhan, Nabi Dan Hamba Hamba Lainnya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/tuhan-nabi-dan-hambahamba-lainnya-kucM3hmPqW

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: