You Now Here »

Intoleransi, Dakwah Kebencian Dan Budaya Islam Indonesia  (Read 84 times - 99 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,026
  • Poin: 21.102
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Intoleransi, Dakwah Kebencian Dan Budaya Islam Indonesia
« on: November 14, 2019, 04:07:27 AM »




Opini Kampung:
Dan pemerintah juga ikut andil memberi peluang kepada "intoleransi" berkembang... Tidak ada tindakan yang tegas dan memberi efek jera....yang ada malah seperti "pembiaran"... Ayo dong Pak De..open your eyes...

DC:
Kalau pemerintah tidak mau memukul mundur intoleransi, bukankah sudah waktunya rakyat turun tangan untuk memukul mundur mereka?

Opini Kampung:
Wah jangan dong sob...civil war jadinya....bukan wewenang kita...

Ivan Budiutama:
Mmm gw mau komen takut salah, terakhir gw keluarin isi pikiran gw malah dibilang bigot. Ok mgkn gw akan bilang aja, silakan pikirkan dengan terbuka. Gak setuju silakan, namanya jg opini.

Term radikal sendiri sebenarnya menurut gw agak mislead di Indonesia, karena arti radikal sendiri yg dipake adalah merubah/melakukan kontra terhadap apa yg diperintahkan. Makanya kalo menurut bahasa, ISIS itu dikenal bukan radikal tapi istilahnya adalah ekstrimist. Karena mereka bisa dibilang justru yg melakukan "penjabaran" buku sucinya hampir literal.

Dr sini makanya menurut temen gw yg ekstrimist. Justru islam moderat itu lah yg radikal. Dan mereka selalu dengan bangga bilang kalo mereka adu ayat udh pasti mereka menang, karena mereka memahami "buku suci" secara literal. Inilah IMHO kenapa ekstrimist susah dibasmi di luar masalah penegak hukum jg mandul kalo menangani hal2 intoleran, moderat jg gak punya base line yg kuat / konsisten untuk menekan perkembangan ekstrimist. Wong waktu heboh layangan putus aja mereka ini yg pro si suami, dan kalo debat bisa dibilang mereka dominan menang jg karena bisa dibilang mereka ini hafal ayat. TLDR, "wong di buku ada, situ aja yg gak ngerti agama situ sendiri".

Mau debat? Silakan cari mereka, gw mah atheist yg observe aja karena orang2 ini super banyak bahkan di lingkungan kerja., dan mereka2 ini doyan debat dan adu ayat, so far gw ngerasa mereka selalu menang dan dominan. Jd gw rasa kalo mau debat lu gak bkl susah cari mereka2 ini, dr busana aja udh Arab Idol. Just my 2 cents.

NoBiTa のび太 ™️ ✅:
Terima kasih analisisnya sob... ??? ?????Troll mah ada dimana2, selow aja tidak perlu terlalu ditanggapi.

Zombie dongoook:
Dukun yg buka praktek sesat drumah nya setiap hari aja lom pernah dengar ada yg dibubarin,,,

Ini orang sembayang dirumah nya sendiri, itu juga ga tiap hari, ko malah dibubarin ye

Atau harus kah ibadah di monas yar gak ada yg bubarin x yeeee

Emang SUPEEEERRR lah ini cara berpikir nya,,,,

Bossi Thian:
Skb 2 menteri yang menjadi penghalang kevebasan beragama di negeri ini. Kalopun dicabut, tp tidak ada jaminan "TEGAS" dari negara melalui pihak yang berwenang, jgn harap kejadian seperti ini ngak akan terulang.
Jadi, saudara2 mungkin bisa mengerti dengan ucapan mbah Tedjo soal Pancasila kemaren. ????
UUD 45 pasal 29 blas, dipagari dengan skb 2 menteri dan pendiskriminasian dari "beberapa"pihak yang "sangat amat agamis" maka omong kosong kebebsan beragama di negeri ini, dimasa yang akan datang.
Semoga para penguasa di negeri ini mau lebih serius menanggapi hal yg berbahaya spt ini.
Akhir ketikan, maka saya ucapkan
Salam Damai untuk semua

Opa patompo:
Ah, parah juga oknum2 radikal...
Padahal hanya berdoa, spy mendapatkan berkah...
Ah, jogja makin lama makin rusak...

Zero:
Patut di waspadai dan di blow up entah perorangan, kelompok masyarakat, atau organisasi yg dgn licik bertujuan menghilangkan budaya Nusantara yg baik dgn budaya barbar dari luar dgn mendompleng agama apapun.

Makmur Jayakarta:
Apakah karena demokrasi, "mereka2" memanfaatkan kebebasan2 pada era reformasi ini dgn "sesuka hati" mereka?

Apa mereka tidak ingat saat demo kepada Alm. BJ. Habibie waktu masih menjadi Presiden?
Apa mereka tidak ingat saat demo kepada Alm. Gus Dur juga?

Sebenarnya keinginan apa yg mereka rebutkan??? ??? ??? ??? ??? ?????

Julius DS:
Anggap saja standar ISO seri Arabisasi

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Intoleransi, Dakwah Kebencian Dan Budaya Islam Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/intoleransi-dakwah-kebencian-dan-budaya-islam-IHBKA1ubEY

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: