You Now Here »

Intoleransi, ‘Lahan Basah’ Penyemaian Terorisme Atas Nama Agama  (Read 114 times - 100 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,577
  • Poin: 21.654
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
"Hanya omong kosong jika kita mengatakan akan membrantas terorisme yang mengatas namakan agama, tetapi membiarkan intoleransi tumbuh subur dan bahkan secara tidak langsung mendukungnya dengan dalih menghindari keributan dan menjaga ketentraman."

Yang selama ini terjadi. Negara dan kepolisian gagal total dalam hal ini yaitu untuk jadi pelindung dan pengayom seluruh warga negaranya.

"Ingatlah kembali, mayoritas dan minoritas di Indonesia itu sesuai tempatnya saja. Bisa kita bayangkan jika itu membara di berbagai tempat karena rasa kekecewaan yang mendalam akibat anggapan perlakuan yang tak adil?"

Korban (minoritas) sekarang sudah lebih siap. Mereka sudah tahu kalau diam saja dan tidak melawan, akan malah diinjak injak. Tinggal tunggu waktunya meledak kalau penindasan islamiah dibiarkan.

PR buat Negara (dan buat yang ngaku-ngakunya rahmatan lil alamin) dan ditunggu aksi nyatanya.

Sableng:
Logika kadrun, "kalian minoritas bisa hidup di Indo adalah karena sikap toleransi mereka(yg tidak mengusir minoritas ataupun membantai minoritas)." Bukan supaya bisa hidup harmonis bersama.

Givern Miricle:
andai akar terorisme adalah intoleransi kenapa masih ngotot berwacana soal wisata halal yang terkesan ingin membangun tembok berlin dan pidato yang maunya menghargai yang satu dan mengabaikan yang lima

iam hêylêl:
Brt ane bisa bubarin ibadah ente dlm rumah donk.. Bantul bantul..lebih asik ketemu Ratu Kidul drpd ente..ahaha

Zero:
Sorry sob hêylêl, ente kelamaan munculnya sihh jadi tadi sdh sy wakilin.. ??? ??? ??? ??? ????

iam hêylêl:
Halah santai sob. Cm Id dan karakter buat sarkasm. .. Ahaha

Zero:
Iya..., cm sy kan td nyerobot karakter sob ??? ?????i? ???

iam hêylêl:
Santai sob  ane jg maen serobot dr pemilik aslinya ahaha

Zero:
OK ??? ??? ??? ???

Edwin Hendra Kusuma:
Saya nggak yakin yang menghentikan paksa ibadat itu warga asli tempat itu. Selama ini di Yogya yang sering berbuat kayak gini justru warga luar, tapi kebetulan anggota ormas yang markasnya di situ.

Zero:
Kok blom komen yg biasanya super cerdas di cerpen baru mba Caroline ya sob... ???????

Edwin Hendra Kusuma:
Takut dipuji ????

Zero:
Haiyyahhh? ??? ??? ?????
Tp mmng komen gw di cerpen2 gak pernah ada yg nyambung kok ????‍♂️
Ehhh... Iya nihhh.., resep awet muda dari nenek sob msh blom sy coba bhkn gogling nihhh... ??? ??? ??? ???

violet lavender:
tapi ada kan dulu seniman jogja yg ditolak warga asli Bantul karena beda agama.

C Jon:
Umat agama selain mayoritas spt di kawasan Danau Toba, Kalteng, Kawanua, Toraja, Maluku, Bali, NTT dan Papua, sudah waktunya bertindak membubarkan kegiatan2 keagamaan di rumah2 pribadi spt pengajian2. Jangan harap aparat keamanan berani bertindak.

Zero:
Menganggap diri sebagai orang yang paling benar itu adalah salah satu ego yg paling kusuka sbg penguasa alam ghaib kegelapan tuk menyatu merasukimu. Mari ikutlah di surgaku pahlawan bom ??? ??? ??? ???

Fsasosi:
Kadal makin beragama makin gurun

Harangan Toras:
Negara Kering Rasa Islamiah

Opini Kampung:
Coba kita telaah.... Isu radikalisme dan intoleransi "BUKAN" mengenai agamanya, tapi lebih kepada mayoritas minoritas dan rasa superioritas...kebetulan saja di NKRI Islam adalah mayoritas...

Di tempat lain, Islam menjadi minoritas dan juga mengalami tekanan. Betapa banyak umat muslim yang dianggap sebagai "momok" setelah 9/11, bahkan sampai dengan hari ini, seperti di Amerika sana.

Dan di sana mereka bisa bersuara, karena masyarakatnya sudah maju dan tak bersumbu pendek. Di +62, boro2 mau bersuara, ancaman persekusi sampai dengan diadili hingga bui, sudah terbayang di depan mata.

Sekarang mungkin ISIS, dahulu NAZI, ada juga KKK.... Wujud yang sama dengan balutan "baju" yang berbeda.

Tanggung jawab kita semua, dan terutama negara, untuk menjaga toleransi antara rakyat. Sambil berdoa meminta bantuan "yang di atas sana". Semoga NKRI selalu dijaga... Amin ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Intoleransi, ‘Lahan Basah’ Penyemaian Terorisme Atas Nama Agama yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/intoleransi-lahan-basah-penyemaian-terorisme-FEi7PkhGzc

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: