You Now Here »

Membuka Tabir Siapa Di Belakang SD Islam Terpadu (SDIT) Di Indonesia  (Read 55 times - 42 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,951
  • Poin: 21.027
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




rudi sasongko:
akibat SBY pengen kuasa dan mengandeng PKS dan kasih peran jabatan... 10 thn memimpin hasilnya ya ini...

gencnzn:
Sekarang sedang ngetren pidato Sukmawati di acara diskusi polri tentang Radikalisme& terorisme dipotong di menit 47 detik 20, lalu disebarkan dan dikomentari oleh group fekaes. mohon ditindak.

Ini test case, apakah orang potong2 video untuk provokasi masih dibiarkan atau dapat tindakan..

Ndemik:
Anak saya di TKIT sudah diajarkan nyanyian kafir kafir no..apa yg saya tanamkan ke anak dirusak oleh mereka,pake bayar pulak..anjir memang

Didi MJ:
Kalau anda tidak bisa menegur sekolahnya  lebih baik keluarkan anak anda dari sana daripada masa depan anak anda menjadi taruhan.

waterlemorange:
setuju sama mas Didi MJ
"buat anak jangan coba-coba" ????
ada pengalaman sahabat saya di 2 TKIT di Yogya yg sama plek ngajarin lagu "islam islam yes. kafir kafir no"
yg satu malah ngajarin antara siswa lelaki dengan guru perempuan tidak boleh salim, alasan bukan muhrim.
??? ?????
akhirnya 2 sahabat saya sadar, langsung cabut pindahin anak-anaknya pindah TK.

C Jon:
Mantap, sob. Bongkar terus kejahatan partai yg berbasis ajaran Ikhwanul Muslimin ini, agar masyarakat sadar bahwa partai berbasis agama ini sebenarnya penggerak terorisme berbasis agama. Bahwa PKS bukan Islam yg membawa rahmat’an lil al’amin bagi umat dan dunia.

Rosita:
Mohon diviralkan SDIT = silam tim=teng. Terima kasih umNafys. Seharusnya menteri terkait menyorot lemabaga pendidikan seperti ini.

Glent Lim:
Bah lagi2 sapi gila di belakang semuanya, ga bakal ada yg namanya damai selama sapi gila & jembut tahi dibiarkan hidup. Ada pepatah, ingin perdamaian, bersiaplah berperang. Aplikasikan di negara ini, ingin perdamaian, bersiaplah mempurge sapi & jembut tahi, para pengkhianat negara

Wanda Bagus Sebastian:
Ternyata benar, bung. Padahal, saya belum pernah mendengar itu. Di Tanjungpinang juga ada SDIT. ????

Zero:
Syukurlah skrng sdah mendengar, minimal bs berikan penjelasan bahayanya kpd sanak kadang dan tetangga dekat yg akan mencarikan anaknya sekolah...

waterlemorange:
apakah hanya di level SDIT saja um Nafys?
SMPIT dan SMAIT kan ada juga yah kayaknya? eh iya ada koq, ampuun deh aku beneran gak update soal ini ????

trimakasiiih tulisannya pancen joss! ??? ?????

Zero:
SMAIT... Piyungan, Jogja sptnya ada...
Tp mereka jg merasuki organisasi2 keagamaan di sekolah2 umum spt photo dgn bendera hitam di sekolah Sragen.

Mega:
Terimakasih bung Nafys.... Jadi paham mata rantainya,...

Oma Acel:
Ralat om Nafys : "Ada yang ingat Ketua Umum DPD PKS di Sumatera Utara yang Ulama NU dengan kata cecunguk dan angkat telor ke Israel?"....
Harusnya :...  yang ( menghina/menghujat ?) ulama NU dst...

Wiro waras:
Pertama tama dengar dulu SDIT, wow keren
Anak SD langsung diajarin ilmu IT.. ????

Eh, ternyata setelah nanya temen, SDIT itu singkatan dari Sekolah Dasar ILMU TELEK..

Msh adakah rekan² seword pengen anak² nya diajarin ilmu spt itu?

Zero:
Ohhh... Itu tho kepanjanganya.., kirain Ilmu T*T*T.

Zero:
Betul sekali sob Nafys...
Awalnya mereka membeli lahan di pedesaan, membuka sekolah, menyewa rmh warga tuk asrama, bermunculah para ninja dan cingkrangers jidat hitamers, smakin membesar dan di mulai lah pengaruhi warga sekitar tuk hijabers agar jadi desa guruners yg anti Pancasila.
Jadi ingat artikel lawas ....


(click to show)


Didi MJ:
Ternyata benar kaum khilafahisme sudah bermetamorfosis sejak lama lewat PKS. Jaman SBY mereka benar-benar berkembang pesat tanpa ada yang bisa dibendung. Mirisnya mereka pintar menanam bibit khilafahisme sejak anak2 TK (tidak mustahil juga dari PAUD juga yang terindikasi dapat dana hibah gabener Aibon). Masa anak-anak merupakan lahan subur untuk menanamkan berbagai jenis doktrin dan paradigma. Sayang nya Muhammadiyah 'mudah' dikuasai oleh para kadrun yang memakai jalur pendidikan. Para kadrun dan PKS hendak mengadu domba antara NU dan Muhammadiyah. Sejatinya sejak dahulu kala antara NU dan Muhammadiyah adalah saudara sebangsa yang hidup rukun di tanah air ini. Sedih rasanya kalau sekarang rasanya ada jarak yang lebar diantara keduanya. Apalagi ketika PAN sebagai partai yang berkonotasi Muhammadiyah mendukung gerakan gerombolan Wiro sableng bersama Sengkuni yang bersahabat erat dengan habib mesum, nama Muhammadiyah paling tidak ikut terseret sebagai aliran yang pro khilafahisme.
Saatnya Muhammadiyah sadar dan membuat keputusan kembali pada fitrahnya dan kembali bersatu dengan NU sebagai anak kandung ibu Pertiwi Indonesia, bersama-sama membangun bangsa dan membentengi generasi penerus dari ajaran khilafahisme dan radikalisme. NU dan Muhammadiyah kembali bersatu menyemaikan benih Islam yang sebenarnya yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

Salam damai Indonesiaku

Bossi Thian:
Di zaman itu saja ISIS memproklamasikan diri di bundaran HI kok

Citra Putri:
Kenapa pks ngga dibubarkan saja, jelas mengancam keutuhan bangsa ini

Simon Yap:
Setuju.... bubarkan saja partai yg tidak mengakui Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di bumi pertiwi......

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Membuka Tabir Siapa Di Belakang SD Islam Terpadu (SDIT) Di Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/membuka-tabir-siapa-di-belakang-sd-islam-terpadu-yrP84SZ54B

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: