You Now Here »

Jadi Komut, Ahok Tidak Bisa Seasin Dan Seterang Pejabat Publik  (Read 75 times - 92 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,924
  • Poin: 21.000
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jadi Komut, Ahok Tidak Bisa Seasin Dan Seterang Pejabat Publik
« on: November 24, 2019, 07:07:21 AM »




Roedy Siswanto:
Bung Manuel ...mungkin anda masih terbayang dng komisaris pada umumnya , sementara Erick Tohir jelas menyebutkan bahwa komisaris bumn sekarang harus berfungsi sebagaimana seharusnya ...tidak hanya misalnya datang rapat sebulan sekali . Target utama Ahok dan wakilnya BGS adalah untuk mengurangi import minyak dan membuat refinery baru .Menurut saya ini sangat pas dilakukan oleh Komut .

Soekojono Goen:
Anda cerdas dalam membaca langkah JKW dan ET

Oen:
Inget Hok loe olang sosial sama olang olang pulo selibu jadinya sial masuk penjala ,  hati hati ntal masuk lagi amsionglah haiya .

Donny Rahardian:
Komisaris BUMN gak ada gebrakan memang gak ada yg membuat gebrakan, bukan krn posisinya yg terbatas, tetapi tujuan awal komisaris BUMN diangkat itu hanya untuk bagi2 kekuasaan.


Kalau saat ini Ahok menjadi Komut dan ingin buat gebrakan ya tinggal bagaimana Tiki - Taka antara Ahok dan Erick Tohir, antara Erick Tohir memberikan wewenang lebih ke Ahok, atau Ahok memberikan Informasi dan Erick Tohir yang mengeksekusi.

Bersih bersih:
Bayangannya Bang Manuel itu komisaris yg sebagaimana lumrahnya komisaris, posisi parkir mereka2 yg sdh pernah berjasa di hari tuanya!
BTP mana bisa masuk kategori di atas?! Tua juga belum. Kayak ga kenal Ahok aja biarpun sekarang sdh jadi BTP.
Diparkir di Mako Brimob aja hasil karyanya seabrek - itu yg jelas2 fisiknya dikurung. Jokowi sama Erick Tohir juga memangnya model yg lumrah2 saja - ya kaga lah.
Kalau ada 2 orang itu di belakang BTP, memangnya bakalan lenggang lenggok si BTP? Ketiga-tiganya bakal kenceng2an gedein target terus kebut2an ngejar target.
Yang mampus pertama kali Dirut dan Direksi kalau ga bisa ngimbangi 3 orang ini.
Memangnya Presiden ga boleh nanya2 urusan Pertamina?
Memangnya Menteri BUMN ga boleh tanya2 urusan Pertamina?
Apalagi Komisaris Utamanya kan?!!
Dirutnya aja bakal tumbang kalau ga bisa ngimbangin mereka bertiga, jangan ngomong lagi mereka2 yg selama ini kaga kerja, cuap2 doang, main anggaran, colak-colek subkontraktor buat traktir dan gift, ngebor kanan kiri sambil ngebon - mereka2 ini lebih baik sadar diri, terima pesangon masa kerja aja, ketimbang kena kasus malah gigit jari. Yakin mereka2 ga bakal bisa ngikutin irama geberan Direksi yg dikontrol BTP - mau Bang Manuel kek, Mas Alif kek, ngomong apa juga. Kalau gambaran dan pertanyaan di atas masih kurang jelas - ya tunggu tanggal mainnya.
Menganggap Jokowi - Erick Tohir - BTP ga bisa menghasilkan tendangan turbo di BUMN rasanya kok terlalu meremehkan mereka. Gitu aja.

andrea:
Analisnya bikin mulezz lama"

Prisca:
Sayang ya, sudah terang benderang bahwa ada sesuatu yg tdk beres dlm pertamina tersebut, mereka begitu takut klo BTP sampai menjadi direktur di pertamina....  Negri ini memang aneh. Mereka takut klo pertamina di buat lebih baik.

Rancho:
Di zaman "instant", untuk bersabar memang berat/sakit sekali... LOL... Bicara tentang sabar, di Malaysia, perdana menteri dilantik satu hari sesudah pemilu, di Amerika presiden dilantik sekitar 2 bulan, di negara kita 6 bulan.

s1s1 9elap Qu™:
bukan tipikal jokowi maen kasar grasa grusu, bukan tipikal jokowi langsung tarik gas.. dia selalu ambil jalan memutar & membiarkan musuh²nya mengambil jalan lurus, tarik gas sekencang²nya

jokowi udh paham bngt tipikal musuh²nya yg full throttle, sembrono, ugal²an & petantang petenteng.. membiarkan mereka berfikir bahwa mereka ada di depan jokowi, membiarkan mereka berfikir bahwa mereka bisa mencegat & sudah menunggu jokowi di ujung sana, membiarkan mereka berfikir bahwa mereka lah yg memenangkan race... tapi jokowi lah yg mengontrol permainan bukan para bedabah itu, mereka yg udah full gas & ngerasa udh menang krna mengira sudah di depan jokowi terpaksa harus ngikutin rute yg di pilih jokowi, jokowi udah sampe garis finis, mereka kehabisan bensin

cuma masalah waktu, ahok nanti nya jg akan jadi dirut pertamina, tp ga bisa langsung ambil jalan lurus, ga gitu cara main nya, harus memutar dulu... jokowi membiarkan para bedebah itu berteriak lantang penuh hiruk pikuk di awal permainan karena di akhir babak, tenggorokan mereka akan kering, kerongkongan nya tercekat, suara mereka akan tetap ada yg tersisa tp cm suara² parau yg tak lagi lantang karena kebisingan mereka di awal sudah ga mampu lagi menarik perhatian, orang² udah kehilangan minat... ga bs tuh langsung tancap gas, bukan jokowi style

Teha Sugiyo:
masih ada harapan jadi filantropis...

ermien:
Itu ada..karena ada izin dan strategy Pak Dhe.

Apa yang membuat anda risau dengan kebijakan beliau? [pasti ada pertimbangan dari semua infrormasi yang beliau punya..untuk kemudian diputuskan dalam sikap nya]. Terlepas dari itu Ahok sudah menyanggupi bahwa untuk negara beliau siap.
Jika memang ada harapan" kita untuk beliau berdua...beri waktu untuk mereka bekerja.
Kerisauan yang kita rasakan...karena informasi yang kita punya terbatas sifat nya. [perlu pendalaman informasi apakah benar risau itu ada dasarnya].
Sangat disayangkan jika ke risau an anda jika berlarut-larut akan memberi kesan yang melenceng [menuntut]. 

Semua berproses kawan [Time will tell] dan semoga harapan kita sedikit banyak ada buktinya.

Terima kasih

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jadi Komut, Ahok Tidak Bisa Seasin Dan Seterang Pejabat Publik yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/jadi-komut-ahok-tidak-bisa-seasin-dan-seterang-JxitIbUZxx

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: