You Now Here »

Fadli Zon Is Back, Kritik Staf Khusus Milenial Jokowi Hanya Lipstick Doang  (Read 87 times - 99 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,972
  • Poin: 21.048
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Pop Circle:
Kalo 7  anak muda tsb di anggap jadi lipstick, FZ cocoknya jadi tissue toilet.

Padu Delima:
Fadli kalau dijual,bisa saja dibeli horang kaya.

Martabak Sweet:
Fadli Zonk lagi ngiri saja.

Tapi memang dari 7 orang tersebut ada apa apanya.

1. "Yang pertama adalah Putri Tanjung, sekarang ini dia CEO dan Founder Creativepreneur. Dia adalah anak konglomerat Chairul Tanjung. Kalau saya tidak salah ingat, dia sudah terjun ke dunia bisnis sejak usia 15 tahun, dan tidak bergantung pada orang tuanya."

Apa kamu kira Gibran bisa dapat investor dengan mudah dan Sinar Mas nempel terus ke dia bukan karena faktor "SANG BAPAK"? Putrinya CT (dan Hari Tanoe), kalau orang tidak lihat "SIAPA BAPAKNYA" memang akan mulus?

Yang modalin, yang pasang badan kalau gagal, yang kerja sudah pasti ada campur tangan bapaknya atau karyawan bapaknya yang ingin cari muka. Fair game, lewat anaknya, Jokowi bisa "memakai" bapaknya.

Harus masuk atau minimal bersentuhan dengan circle "atas" baru bisa mengerti realitanya.

2. "Yang kedua adalah Adamas Belva Syah Devara, seorang pendiri startup Ruang Guru. Bagi yang tidak tahu, kabarnya startup ini sedang dalam proses perjalanan menuju status unicorn. Sudah tahu yah unicorn itu apa? Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia adaah unicorn, sedangkan Gojek sudah decacorn."

Memang jabatan ini pasti digunakan untuk "jualan" ruang guru supaya mempermudah mendapatkan investor. Jangan naif kalau berpikir tidak ada hubungannya.

Minimal dari gajinya saja, "penyaluran bantuan atau suntikan investasi" ke ruang guru tercapai.

3. "tuna rungu"
Ada unsur pencitraan, sekali lagi jangan naif, tapi juga positifnya bisa jadi inspirasi buat yang difabel untuk berkarya. Fair enough.

4. "direktur papua muda"
Jangan naif pula, ini ada unsur politik, dan pencitraan seolah olah Papua memiliki representasi. Ya cukup fair pula.

5. "PMII"?
Jangan naif pula, ini hubungannya dengan pesantren dan islam radikalis. Pencitraan sekaligus supaya bisa ada efek redam. Ya dilihat hasil kerjanya saja nanti.

6. "Fintech"?
Lagi lagi supaya ada pencitraan seolah olah mewakili Fintech yang lagi hot hotnya dan sangat kekiniannya. Yang sedang banyak fintech bodong. Mungkin memang tepat supaya bisa mengetahui dunianya seperti apa. Kementerian terlalu tidak lincah untuk keep up.

Overall tinggal dilihat hasil kerjanya.

Martabak Sweet:
"Padahal jelas-jelas mereka yang terpilih ini sudah memberikan sesuatu dan hasil kerjanya nyata, bukan asal koar-koar tak jelas."

MASIH HARUS DIBUKTIKAN.

BELUM ada hasil nyata dan kerja nyata. "kerja nyata" oke deh debatable. Tapi di dunia swasta, "kerja nyata" tanpa hasil adalah bukan "kerja nyata".

Martabak Sweet:
"Minimal coba kita bandingkan Fadli Zon ini dengan 7 staf khusus di atas. Siapa yang lebih hebat dan berkualitas?"

Tidak perlu yang "terhebat" atau "ter berkualitas" untuk memilih 7 tersebut.
Karena banyak faktor non teknis yang jadi pertimbangan. Banyak SEKALI. Janganlah kita naif.

Sah sah saja. Tinggal dilihat hasil kerjanya.

Martabak Sweet:
"Ada pengusaha, aktivis, CEO, direktur "

Siapapun bisa jadi direktur dan CEO dan aktivis. Label begituan tidak ada artinya Bang.

Buat PT itu mudah, tidak seperti dulu, buat startup itu mudah. Jadi self proclaimed CEO itu tidak sulit.

Tetap hidupnya itu yang sulit, "ruang guru" lagi jatuh, produknya tidak berhasil dan bermasalah dan perlu dapat suntikan dana. Coba cari tahu dari pelaku industrinya buat divalidasi.

Martabak Sweet:
Sedang ada upaya penggorengan supaya "ruang guru" terlihat seksi. Termasuk upaya melemparkan proyek pemerintah untuk digarap "ruang guru".

Penulis ingat baik baik kalimat diatas, akan terbukti.

Arif Soetanto:
FZ mah cuma buntelan kosong aja

Wiro waras:
Om padli jgn cuma komen donk
Keluarin lah puisi lipstick ..

Ditunggu lho puisinya..??

Alex Rustandjaja:
Artinya FZ masih normal dengan kebiasaannya sesuatu yang patut disyukuri. Kalau dia diam berkepanjangan atau memuji Jokowi itu yang mengkhawatirkan jangan-jangan dia lagi kena santet.

iam hêylêl:
Prabowo tidak mungkin dikritik B4ngs4t ini.. Ahaha

Aryk:
yang penting Cundang - cundang jahilliyah Haram jadah pada nangis darah gerunk-gerunk meratapi kecundangannya yang bakalan berlanjut terus ampek akhir zaman.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Fadli Zon Is Back, Kritik Staf Khusus Milenial Jokowi Hanya Lipstick Doang yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/fadli-zon-is-back-kritik-staf-khusus-milenial-KHVvN9dtID

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: