You Now Here »

Menag Mantul! Materi Deradikalisasi Masuk Ke Bimbingan Perkawinan  (Read 47 times - 116 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,957
  • Poin: 21.033
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
"Fase pertama adalah fase taat ikut kegiatan beragama. Fase ini adalah fase awal dari radikalisme, yang sebenarnya masih sangat premature. Kegiatan beragama itu tidak salah. Mengikuti perkumpulan-perkumpulan agama adalah hal yang baik."

Yes

"Namun harus diperhatikan, perkumpulan tersebut mengajarkan apa. Dari sini, benih-benih radikalisme bisa ditanam, dipupuk, disiram dan bertumbuh. Maka untuk para warga negara Indonesia, pilihlah perkumpulan yang baik. Orang tua harus mengawasi anak-anaknya mengikuti perkumpulan agama apa"

Yes

Kenapa bangsa goblog ini, tidak dari dulu menyadarinya ya. Kesal sekali deh.

San Tuy Wele Wele:
mungkin ada kesadaran tapi tak ada kuasa utk mengatasinya (no power)

Martabak Sweet:
Problemnya adalah:
1. kutipan penulis yang dikutip pertama dijalankan
2. tanpa ada mekanisme pengecekan seperti yang tertulis di kutipan kedua dari penulis.

Jadi memang benar "kegiatan agama tidak salah dan baik" TAPI
harus dilihat juga "perkumpulan itu mengajarkan apa. Orang tua harus mengawasi anak anaknya mengikuti perkumpulan agama apa"

Tanpa ada #2, nomor 1 adalah sangat bahaya untuk diterapkan. Apalagi kalau sudah mabok agama dan justru orang tuanya yang terpapar.

Prinsipnya seperti "KPK", baik adanya, tapi tanpa pengecekan berbahaya bisa disalah gunakan.

Martabak Sweet:
"Lihat saia si Toyub. Dia berani-beraninya memfitnah kementerian luar negeri memenangkan paslon tertentu. Ini adalah tindakan yang sudah eksplisit. Jelas. Herannya, mereka tidak merasa bersalah."

Benar, buat mereka, mereka tidak berbohong atau memfitnah. Mereka sangat percaya dengan isi fitnah dan kebohongan mereka sendiri.

Logika dan nalar umum sudah tidak bisa diaplikasikan ke orang orang atau hewan hewan yang sudah masuk tahap ini.

Setuju dengan Bang Faizal, obat mereka cuma di "dor". Para pro isis yang ingin kembali ke Indonesia sudah tidak bisa diobati.

Zero:
Klo alternatif lain disuruh pindah agama bagaimana sis....??
Tuk obati mereka dgn menjauhkan dari agama penyebab radikalnya.
Lbh manusiawi timbang di dor.

Martabak Sweet:
Kalau ada alternatif yg punya potensi tinggi, tanpa harus di dor ya mengapa tidak?
Tapi apakah ada?

1 hal yang "mungkin" bisa membuat mereka sadar adalah kalau istri/anak/suami/ayah/ibu mereka jadi korban dari orang lain dengan pemahaman radikal yang sama. Jadi shock terapi.

Tapi itu pun masih "mungkin" belum tahap "pasti".

Brian:
Sulit sekali mencari alternatif lain itu. Siapapun yang sudah mencoba berdialog dengan makhluk2 penganut ideologi ekstrimis-radikal-teroris pasti sudah tahu betul keadaan ini.

Zero:
Itu mengacu pada hacker di penjara AS di tambah dgn menjauhkanya dr hal2 yg dpt menghubungkan dgn internet, tp blom tau jg tingkat keberhasilannya.

Membuatnya sadar mungkin memang...,dan memang mungkin susah ????

Martabak Sweet:
"Kesalahan penafsiran agama ini, membuat orang tidak sadar. Karena agama pada hakikatnya mengatur manusia untuk tunduk. Jika pengatur itu diisi dengan hal-hal yang salah, maka mereka akan tunduk kepada hal-hal yang salah."

Benar sekali. Kenapa tidak dari dulu bisa tercerahkan???

Apalagi kalau dibantu oleh para penipu dan useful idiot yang selalu berdalih kalau "itu oknum" dan itu "bukan islam" atau "mereka tidak beragama". Mereka adalah penyebab radikalisme bisa tumbuh subur dan berjalan tanpa terdeteksi dan dengan mudah jadi tameng dan disusupi.

Wanda Bagus Sebastian:
Mereka mulai dengan mudah mengkafir-kafirkan orang lain yang berbeda dengan mereka. Mereka lebih eksplisit dan lebih ekspresif.
Seperti itulah kebiasaan orang seperti Abdul Tomat

Wiro waras:
Bilangnya korea itu kapir
Tapi koleksinya bokef korea

Tomat.. tomat..

Wiro waras:
Kemenag juga perlu menggalakkan program literasi untuk agama

Karena orang Indonesia sekarang ini lebih banyak mendengarkan "kata ulama" daripada mencari sumber aslinya. Ulama juga manusia, tentu saja bisa salah..
Maka dari itu perlu membaca sumber asli untuk peningkatan pengetahuan agama

cak yadi:
Aku punya teori tahapan terorisme.
Tahap pertama adalah folower aktif. Folower aktif tadalah selalu mengikuti kemanapun guru tsb memberikan ajaran. Dia selalu mengupload aktifitas belajarnya di medsos. Tahap kedua adalah fanatisme. Fanatisme thd ajaran dan gurunya sehingga tidak mau melihat ajaran guru lainnya. Dia selalu mengungkapkan ajaran gurunya di medsos. Tahap ketiga adalah intoleransi pasif. Intoleransi pasif adalah mengungkapkan pendapat di medsos yg menyalahkan ajaran lainnya. Tahap keempat adalah intoleransi aktif. Intoleran aktif adalah mengungkapknkan ancaman kepada ajaran lainnya di medsos. Tahap kelima adalah radikalisme. Radikalisme adalah usaha aktif di lapangan untuk merusak ajaran lainnya. Tahap terakhir adalah terorisme. Terorisme adalah usaha maksimal untuk menghancurkan aliran lainnya dalam skala masal

Zero:
Tentunya di setiap tahap ada pemicu eksternal yg membuat dirinya semakin meningkat aktif kann ??? ??? ??? ??? ????

Sniper of Siantar:
Inilah salah satu antisipasi dan pencegahan radikalisme yang lebih tepat..dari fase awal radikalisme bisa tumbuh bukan dari fase akhir dimana radikalisme itu sudah matang dan terserap utuh sampai ke syaraf.

TUgiyo:
Selama blm ada pencerahan seperti yg terjadi dalam agama Nasrani saya ucapkan selamat menikmati lingkaran setan yang akan selalu menciptakan masalah tanpa henti.
Agama Nasrani pada masa kegelapan mirip dengan yang terjadi di agama Islam saat ini dimana banyak yg ngakunya "ulama" tapi dianggap katanya adalah kata2 TUHAN yg harus diikuti tanpa boleh dipertanyakan kebenarannya.  Kalo dulu biasa hukum bakar untuk orang2 yg berani menentang gereja dengan tuduhan penyihir. Kalo sekarang tuduhan penista agama akan dipersekusi sampe abis di dunia Islam.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menag Mantul! Materi Deradikalisasi Masuk Ke Bimbingan Perkawinan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/menag-mantul-materi-deradikalisasi-masuk-ke-wNd2V8GVIp

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: