You Now Here »

Dahulu Ikut 212, Sekarang Malah Tidak Dianggap  (Read 52 times - 125 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,951
  • Poin: 21.027
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dahulu Ikut 212, Sekarang Malah Tidak Dianggap
« on: November 26, 2019, 03:19:49 AM »




Sakti:
Hukum alam adalah hukum Sang Pencipta. Nggak bisa direkayasa atas nama agama. Agama dan hukum agama tidak akan mempengaruhi hukum alam. Hukum alam berdiri sendiri dan mengadili dengan caranya sendiri tanpa ada yang bisa mempengaruhinya, termasuk agama. Maka saran saya jangan mabok sama agama. Apapun nama agama itu. Tulisan yang ada dalam kitab agama hanya bisa berbunyi kalau ada yang mengucapkan. Artinya kalau ada manusia yg nulis dan ngomong. Kalau nggak ada, ya nggak ada. Tetapi tidak mudah membaca kitab suci yang bernama Alam. Jangankan membaca, melihat tanda2 alam dan perubahannya saja tidak mudah. Ahok bagi saya adalah satu titik tanda alam tentang hukum alam yang adil. Jadi nggak bisa agama ngatur-atur alam.Gelar pemuka agama itu yg ngasih gelar ya cuma manusia, bukan Sang Pencipta. Jadi ya nggak ada pengaruhnya terhadap hukum alam.

Opa patompo:
Gw ga peduli si tofik dilupakan... yg jd penasaran, alam semesta akan menjatuhkan wan abud "kapan"?

rudi sasongko:
topi dah uzur.. untung ga kena strook.. alam semesta ga akan menjatuhkan one about tapi akan menelannya...

Donny Rahardian:
Kebencian terhadap Ahok itu karena Ahok itu etnis Tionghoa, kebencian yg dipelihara oleh orde baru selama 32 tahun, kebencian yg di idap sebagian besar pribumi di indonesia dengan kadar nya masing2,



Mungkin generasi milenial tidak terlalu terpapar akan hal ini, tetapi untuk generasi yg lahir tahun 1980 ke atas sangat lha mudah untuk diprovokasi untuk membenci seorang etnis Tionghoa.

rudi sasongko:
betul brooo.. aku setuju dng pendapatmu... kayak nya perlu menghabiskan 2 generasi dan juga menjalankan revolusi mental JOKOWI perlu didukung penuh baru lebih bisa baik negeri ini.

Alex Rustandjaja:
Seniman akan diijinkan Anies tinggal di hotel bintang lima yang akan dibangun di TIM yang penting sanggup membayar.

Wakaseh Birowo:
hehehe  ... ternyata Taufik Ismail kena dikadalin pula sama wan abud.  Cerdas betul wan abud ini ..... bisa ngadalin pak Taufik .   Baca lagi donk sajaknya ...

Harangan Toras:
dulu rahang dan gigiku mengeras dan gmretak melawan musuhmu...
kini rontok dihempas tinjumu..
dulu tanganku mengepal menantang langit membela dirimu
kini lunglai tak berdaya dihempas janji2mu...
wan abud...ini karmaku.. orangtua yang kau zolimi....kapan engkau dijemput alam...
by:TI......(tauke ikan)...
saduran bebas dari "di antara karma dan zolim.".. ??? ?????2*6*16

Roedy Siswanto:
om , sebagai info saja Taufik Ismail adalah paman dari Fadli Zon dan sangat mendukung Zonk .

rudi sasongko:
ooo... pantesan....

Sniper of Siantar:
Karmamu (dan seniman lainnya)..mbah Taufik.
Kamu fitnah orang yang justru berbuat banyak demi kelestarian TIM sampai masuk penjara. Onta..ehe..orang yang kamu banggakan itu justru sekarang akan menghentikan kelestarian tempat itu.
Dikadali itu sakit mbah..sakit sekali!

Ari:
Seharusnya beliau bikin puisi dengan judul "Diantara karma dan zalim " ... :D

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dahulu Ikut 212, Sekarang Malah Tidak Dianggap yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/dahulu-ikut-212-sekarang-malah-tidak-dianggap-sEuvFYNVEl

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: