You Now Here »

Hai MUI Jatim, Tidak Apa Apa Tak Ucapkan Selamat Natal, Kalau Itu ‘Mengganggu’ Akidahmu!  (Read 197 times - 54 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,413
  • Poin: 23.490
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Lanina:
Skrg cuma sekedar ucapan doank. Ntar di kemudian hr meningkat, keberadaan non muslim mengganggu akidah. Trusin aje.... cepat atau lambat ntar jg nyampe khilafah!

Riwandi Sigalingging:
Memang sedang berproses ke arah situ.pembiaran dan pembiaran itulah yang terjadi.

Joson Djohan:
saya beragama budha,  tapi saya juga sering ucapkan selamat natal pada teman saya, dan saya tiap che it cap go tetap sembahyang di klenteng,  iman saya ngak terganggu sedikitpun juga.

Andy Wijaya:
Saya lahir dikeluarga dgn tradisi kuat Konghuchu, sekolah di sekolah Kristen selama 12 thn, punya Bapak Angkat Muslim dan ipar ada yg beragama Muslim, Hindu, Kristen dan Buddha. Sekarang saya penganut Buddha Teravada, inilah adalah cerminan nyata dari seorang anak Indonesia, hidup dalam keberagaman, toleransi dan saling menghormati. Merry Christmas to all the Christian friends in this lovely world, may love always live in our hearts.

Zero:
??? ??? ??? ???

Jenny:
Kasian ya mayoritas di buat stress oleh minoritas. Walaupun kecil minoritas tetapi bisa membuat mayoritas kalang kabut. Selamat Natal buat semua nya

Winarno Yathin:
Bukan begitu mbak.... Yg perlu dikasihani itu adalah mayoritas yg dibuat malu dan stres oleh "minoritas dari mayoritas" itu!!
Selamat Natal Kawan. Semoga Bahagia. Aamiin....
(Sy 100% muslim sedari lahir)

Andy Wijaya:
Monoritas dari Mayoritas ha ha ha, ironis sekali

Jenny:
Terima kasih sob? ???

Kay Kayleigh:
Bicara tentang iman. Kadang ingin bertanya pada 'mereka' yg disebut ustadz, sesepuh, habib atau apa pun panggilannya. Seberapa besar iman 'mereka' sampai mengganggu akidah ?. Padahal 'mereka' itu dianggap sebagai pemuka agama yg lebih tahu agama banding orang awam biasa. Kalo bertanya lgs mungkin lgs dipersekusi juga.

Zero:
Sptnya mereka hny takut kehilangan ketaatan umat yg berotak zombie, agar mdh dikadalin dan tdk berani protes demi nafsu duniawinya.

Honorius Kumala:
Hati-hati gaes... Ini adalah cikal bakal benih perpecahan bangsa yang di mulai dari urusan secuil... Selanjutnya umat beragama di masyrakat akan saling tidak mengucapkan selamat apapun, saling menjauh dan membentuk kelompok masing"...lama-lama timbul saling ejek,  konflik lalu dhuaaaarrrrr...... Tetaplah memiliki akal sehat Gaes... baru agama akan bermanfaat, biarkan yg otak nya kosong dan kelompok bebal pencemburu sosial itu semakin tenggelam dgn akidah" sampahnya yg kian hari kian berat itu.

TMP2:
Gimana sih... mengajak hati2 tapi ujungnya mengejek juga.

Fsasosi:
Coba di jadikan wapres...paling ngucapkan selamat juga... ????

Sita W:
Aaiiih maniiis....pengen tau kalo dia jadi Wapres gimana? Milih ngucapin ato dicopot? Pasti milih ngucapinlaaah.... ??? ?????

Zero:
Ente mmng cerdas sob.. ??? ?????

Sita W:
Ketika Allah menciptakan begitu banyak manusia dengan berbagai perbedaaan dan bahkan anak kembarpun tidak sama sempurna, di sini, di negara bhinneka tunggal ika ini, kita ingin hidup 'sendiri', semua yang 'berbeda' dikhawatirkan mengganggu aqidah. Saya jadi takut melihat pohon cemara, karena jadi ingat pohon natal, ingat pohon natal jadi ingat perayaan kelahiran Anak Tuhan....ingatan itu akan lebih membekas dari sekedar mengucapkan Selamat Natal...jadi pohon cemara bisa mengganggu keimanan saya...begitukah? Bila semua dihubung-hubungkan, rasa-rasanya semua jadi mengganggu imanku dan imanmu....aaah alangkah beratnya hidup ini....begitu banyak yang harus kutakuti...

Zero:
Ajaran jenggoters & cingkrangers guruners mmng sbgn besar dgn menakut nakuti dgn iming2 surga dan neraka. Tuk anak2 dan dewasa di sama ratakan. Paling perbedaaanya di isi surganya saja.

Sita W:
Rebutan surga dengan segala cara? ???

Zero:
Aku gak mau ahhh ikutan di surganya jenggoters.
Licinnn..., jalan sedikit aja dah keplesett ??? ??? ??? ???

Sita W:
Kepleset....bisa jatuh ke neraka dong? ??? ????

Zero:
Ya enggakkk ...
Jatuh ke pelukan bidadari yg lagi nganggur donggg ??? ??? ??? ??? ??? ?????

Bayu Aji Nugroho:
Kalau MUI sudah mengeluarkan fatwa "Mengucapkan Selamat Natal itu Halal"
Perlu dipertanyakan apakah PGI dan KWI sudah memberikan "amplop" kepada lembaga tersebut? ???
??? ??? ??? ??? ????

Oen:
MUI kaga salah , seperti kita klo kaga mengucapkan hari raya Idhul Fitri pada mereka apa mereka marah ?? Klo mereka ga ngucapin selamat Natal apa untung dan ruginya buat kita apa jadi masuk surga atau neraka , kenapa kita minoritas jadi kepo seolah olah ingin mendapat ucapan selamat Natal , selamat Natal Tuhan berkati Aminnnn

Agung Sedayu:
Ini sudah selayaknya...MUI dibersih kan dari anasir anasir...kadrun..........kalau ngak akan muncul apalagi.....fatwa..yg aneh aneh.......

Kurniawan:
Terima kasih MUI, sudah ...... mengucapkan selamat Natal. "Selamat Natal juga MUI..."
Isinya Mui lihat sendiri tuh... kambing bandot dan unta gurun, jadi ya harap maklum, namanya maklum .... ya tau sendiri artinya apa...

Jack Jersey:
Temen saya kebanyakan orang keristen semua dan mereka sangat sayang dengen saya dan banyak juga mereka yg menolong saya, apakah saya musti lebih mencintai Tuhan saya dan mengurangi cinta saya terhadap mereka?soal akhidah itu hati mu.percayalah saudaraku semua agama diturunkan kepada hati seluruh para nabi dan rasul bukan di papan tulis.hahaha.
itulah jika agama dijadikan jual beli.

wassalamualaikum wr.wb,
ustadz sayyid habib yahya

Teddy rukmantara:
Dari dahulu kala saya mengucapkan selamat natal dan tahun baru kepada teman2 yg merayakan tapi aqidah tdak terpengaruh tuh... Iman dan Islam malahan makin kuat

Sakti:
Iman terganggu, akidah terganggu hanya gara-gara mengucapkan selamat natal, waduh kasihan

AlumniTjebong2019:
Persentase jumlah muslim di Indonesia menurun.Yang ditanggapi oleh MUI mungkin adanya "kristenisasi".Dibuatlah beberapa shortcut larangan mengucapkan selamat natal(kecuali wapres.kqkqkq.ngakak).
Lagian,kenapa ya?!Saya pikir sebagian besar umat kristiani juga nggak ngarep-ngarep ucapan natal,tapi MUI dan sebagian muslim ribut-ribut sendiri ya?!

Jesse Sihombing:
Klo saya simple aja, nggak usah ucapkan selamat natal, tapi jangan ganggu kami saat lakukan ibadah perayaan Natal ya.

budiman:
Kalau selamat natal ga boleh mungkin bisa diganti dengan mengucapkan Kurisumasu Omedeto

Nyoman Mawa:
Ini bahasa Jepang ya sob? Artinya apa sob?

Abdul Kahar:
kasihan Indonesia, akan susah maju jika kebanyakan pikirannya cetek begitu.. bukan lagi nanti dapat bonus demografi..tapi bonus demonstrasi ??? ??? ??? ???

supri yadi:
pernah baca g tau dimana.....keinget...."If you were on trial for being christian, would there be enough evidence to convict you?"

Oen:
Tiap hari Natal selalu ribut , tapi libur Natal diikuti ,jadi Hari raya keagamaan lebih baik fakultatif , libur bagi yang merayakan nya hehehe

Sakti:
Ini akibat membatasi diri dengan kebebasan berpikir. Orang yang tidak bebas berpikir cenderung menginginkan bebas bertindak. Ketika pikiran dibatasi hanya berpikir sempit, akibatnya ya seperti para pengasong khilafah, pemegang kunci surga dan sebangsanya, penuh kebencian pada pihak yang berbeda. Habis gimana? Karena hanya itu yang mereka tahu tentang agama.

enzo:
Dengan kerendahan hati saya sarankan agar bulan desember ditiadakan di Indonesia. Karena bertahun-tahun saya perhatikan setiap bulan desember banyak orang-orang yang pada stress sehingga mengeluarkan larangan ini dan itu. Saya kasihan dengan kondisi kesehatan jasmani mereka, terutama dibagian otak.
Atau saran saya kedua, setiap desember agar menyediakan ang pao bagi yang gembira di bulan desember untuk dibagikan kepada yang tidak gembira di bulan desember. Dah itu aja.

Opa patompo:
Ternyata mereka ga kuat... lemah...
Yah, sehebat apa mereka, kalo ibu risma yg mengucapkan? Apakah mereka akan kejang2? Atau kelojotan? Atau menggelinjang? Atau langsung sakratul maut?

Merry Christmas 2019, my friends

BritneyYang:
Akidah apa ya? Saya ga ngerti?
Kog Ada pengecualian tapi cuma wapres?
Ya Semua Aja Di wapreskan.

Zeffanya N Zeevanka:
Anjing menggongong khafilah berlalu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hai MUI Jatim, Tidak Apa Apa Tak Ucapkan Selamat Natal, Kalau Itu ‘Mengganggu’ Akidahmu! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/hai-mui-jatim-tidak-apaapa-tak-ucapkan-selamat-Juk3EU6HMT

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: