You Now Here »

Wahai Menteri Agama, Ibadah Itu Hak, Bukan Kesepakatan!  (Read 49 times - 55 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,563
  • Poin: 21.640
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Wahai Menteri Agama, Ibadah Itu Hak, Bukan Kesepakatan!
« on: December 22, 2019, 05:27:13 PM »




TMP2:
Mba Jemima...harap maklum dong, kalo permintaan yg satu itu sulit sekali, bahkan bisa beresiko tinggi buat penguasa, mending minta yg lainnya saja...infrastruktur mau ??

Indahnya sudah tanpa beban...

rashid netz:
Jkw pernah berkata, tdk ada visi mentri, yg ada visi presiden. Jadi kalo menterinya setuju dgn pelarangan ibadah ini, dan diketahui presiden, seharusnya presiden menegor bawahannya, dan ada pernyataan ralat, kalo tidak berarti presiden tdk bisa mengontrol bawahannya.

firman proindo:
Jokowi ada beban politik, yg katanya tanpa beban hanya basa basi aja

Bhinanda:
Kasus2 seperti ini memberikan kepada kaum minoritas satu pelajaran berharga:Jgn pernah berharapa pada manusia sekalipun dia menteri atau bahkan presiden..Berharaplah hanya pada Tuhan semata..Kalau kita benar, setia, tidak menyimpang dari jalan2 yg sudah Tuhan tetapkan utk kita jalani, yakinlah bahwa Tuhan yg akan membela kita..

JO:
Terpujilah Tuhan..

BritneyYang:
Kesepakatan bersama itu sejak kapan?
Yg buat siapa?
Kalo menag yg katanya Menteri agama Indonesia ( bukan Menteri agama Islam katanya ) ikut sepakat berarti kalah Sama Bupati Dan jelas sudah melanggar UUD 45 pasal 29.
Masak UU kalah Sama "kesepakatan"

firman proindo:
Sudah takdir bahwa Islam yg jadi joker, umat Hindu, Budha, Konghucu, Kristen jgn jadi joker.. joker terlalu banyak. Yg jadi orang baik hanya sedikit

San Tuy Wele Wele:
Indonesia mau pecah belah atau bersatu, tergantung bangsa ini secara umum, termasuk presiden sebagai ikon bangsa dan negara. power legal ada pada pemerintah.. warga pun kalau bersatu punya power juga. jadi semua harus bareng2 jadi tambah baik

GabenerEdan:
udh lah dah males gw ngomongin ini pak menag

Joni Agus Suparta:
pertama kali jadi menag,saya senang karena dia mengatakan bahwa dirinya menteri semua agama, bukan cuma islam, tapi itu cuman sesaat...., lalu jendral ini malah berada di barisan depan pembela ef pe i, langsung muntah dan eneg ngeliat menteri jendral tapi nyali helokiti, sekarang udah gak respek lagi ama pahrulroji, semoga segera di resufle ama jokowi,kadang saya malu tatkala teman teman nasrani membicarakan ketida adilan yang mereka alami, saya hanya diam....,karena itu kenyataaan....dan mereka sungguh sabar....saya salut...., barusan ini saya menerima video entah dimana, sptnya di daerah jabar, video seorang bermobil warna hitam sedang berbagi makanan/nasi, yang dalam video tersebut ada seuar seorang laki laki, marah,setengah berteriak...."bagi bagi nasi saat orang mau sholat...in banyak anak yang tidak jadi sholat.., kalian itu gimana...,ini pemurtadan....!! lalu teriakannya dilanjutkan ke anak anak itu, ayo pergi pergi sana, hanya karena nasi kalian jadi murtad...!!,lalu bapak itu menyuruh kaca mobil dibuka dan dia melanjutkan marah marahnya..."ini peurtadan yang nyata...!!", saya heran, masak mana nasi dari pemberian orang itu, jikapun dia nasrani, sudah langsung dianggap murtad? ??? begitu mudahnya menggugurkan kadar keeimanan seseorang....., para kadal gurun seperti ini kudu  diapakan ya ???

si memble:
Kali ini sy setuju dgn jeng penulis.
Memang hanya orang dungu saja yg berpendapat kalo ada kesepakatan maka pelarangan ibadah dan tdk diberikan ijin rumah ibadah bisa dibenarkan.
Kesepakatan yg hakiki telah dibuat saat negri ini membuat Pancasila sbg dasar negara untuk mengakomodasi semua suku, ras dan agama. Kesepakatan yg dibuat pemda karena tekanan masyarakat mayoritas untuk memasung hak beribadah minoritas jelas telah melanggar kesepakatan Pancasila krn negara telah mengakui 6 agama dan aliran kepercayaan.
Sy berpendapat mentri agama lalai menyelesaikan hal ini dan akan menimbulkan bibit2 bencana dikemudian hari.
Kita sdg disorot dunia krn masalah Papua, jangan sampai hal ini jadi amunisi OPM dgn pendukungnya vero dan benny.
Saran kpd mentri agama dan presiden agar memfasilitasi pendirian rumah ibadah dimanapun berada.
Kita semua tdk mengharapkan adanya pengkotak-kotakan berdasarkan apapun juga. Bara api dalam sekam haruslah dipadamkan secepat mungkin agar tdk meluas kemana-mana. Ucapan dan tindakan yg tdk bijak dari pejabat publik atau tokoh2 bagaikan menyiram bensin ke bara api, dan ingat bahwa banyak pihak yg ingin negara ini kacau akan gembira jika hal ini terjadi.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Wahai Menteri Agama, Ibadah Itu Hak, Bukan Kesepakatan! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/wahai-menteri-agama-ibadah-itu-hak-bukan-vV5zxMlJiG

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: