You Now Here »

Saya Muslim Dan Saya Melihat Dampak Dari Isu Pelarangan Natal  (Read 76 times - 104 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,660
  • Poin: 21.737
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Saya Muslim Dan Saya Melihat Dampak Dari Isu Pelarangan Natal
« on: December 26, 2019, 02:43:40 PM »




Ali Al-Mujtaba:
SELAMAT NATAL untuk teman-teman Kristiani. Ane meyakini bahwa ucapan ini akan membahagiakan saudara sebangsa ane yang beragama Kristen. Ane meyakini pula bahwa kebahagiaan temen-temen Kristiani membuat ane berbahagia. Yang paling penting ane meyakini bahwa jika ane membuat bahagia ane dan orang lain maka ane dapat PAHALA.

Opini Tadeus:
#PERDANAX.... Semoga semakin banyak orang bersikap seperti @erika.....

asem kecut:
Musti waspada akan tik tak bani kadrun yang tersruktur, sistematis dan massive

#StopSikapIntoleran

iam hêylêl:
Dampak pelarangan natal/ibadah dsj dari dulu ya nama J3sus semakin dikenal .
membuat kepo dan menghadirkan bayak diskusi dan debat,
so jangan kaget karena akan disusul dengan banyak yang murtad. ahaha

Kurniawan:
Dulu waktu saya kecil tinggal digang sempit.. hanya ada 3 kk yang tinggal salah satunya saya, ditengah agama mayoritas yang juga dari suku mayoritas didaerah itu. Main permainan yg penuh kebersamaan hingga sore, berantem dan berbuat iseng bersama sama terhadap rumah lainnya walau terkadang ada persekusi yg saya terima itupun hanya bertahan beberapa menit saja setelah itu kami  bermain bersama lagi. Setiap hari besar keagamaan kami lalui dengan penuh kebersamaan tanpa adanya sekat2 seperti saat ini.
Yang lebih seru bila Imlek tiba.. semua lebih riuh karena bisa makan besar dan tanpa mengharap angpao.
Namun semua itu adalah masa kecil saya yang saat ini dan terlebih anak saya tidak dapat apa yang saya dapat.. termasuk anak2 anda.. semua pelosok terjadi pengkotakan walau ada beberapa masih berangkulan, ditiap kantor kantor semuanya sudah tidak seperti dulu lagi.. semua ini adalah akibat dari ustadz2 dan kyai provokator menghasut umat dengan ayat ayat yang tercantum pada Al'quran, namun siapa sesungguhnya yang menista Agama...? Apakah Allah menciptakan agama Islam untuk tujuan memperkusi agama dan ahklak orang dan agama lainnya? Tentunya "Tidak!" . Allah menciptakan agama yang ada saat ini adalah untuk saling melengkapi bukan saling menghujat.
Hanya Manusia yang memilih jalan sesat dan jalan terang semua kembali ke hati masing masing manusia. Saya dan anda tidak dapat melarangnya.. itulah ujian dari keimanan seseorang. Semoga Damai sejahtera menaungi Indonesia.. semoga Indonesia tidak menjadi seperti negara Suriah yang dilandanperang saudara yang berasal dari perbedaan pandangan dan kultur keagamaan, semua karena ke Ego an dan Ke Aku an yang tinggi.
Salam Damai saudaraku semua....

Roedy Siswanto:
Sis Erika dan teman teman semua ....Gerakan politik selalu seperti itu , Memanfaatkan apapun yg bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan mereka . Di Indonesia sebagian dari mayoritas Muslim mengkafirkan yg Non Muslim , juga sebagian muslim , Di Bolivia , mayoritas Kristen mengkafirkan keturunan Indian ...dan kemudian menjatuhkan pemerintahan yg dipimpin keturunan Indian ....Baru kelihatan aslinya .....Ada pihak pihak yg ingin menguasai Nikel di Bolivia . Aku yakin ,,,Konsep gerakannya sama ....Ujung ujungnya juga sama ...ada SDA yg diincar oleh sekelompok orang . so ...Gerakan Waras Bernegara harus selalu kita sebarkan .

Alex Rustandjaja:
Menyedihkan fenomena selamat hari natal selalu menjadi isu tahunan. Hal ini tidak pernah jadi masalah di masa pemerintahan Soekarno dan Soeharto dan baru semakin mencuat sesudah masa reformasi. Saya tidak punya cukup data dan tidak pernah mencoba mendalami apa yang menjadi sumber masalahnya tapi tentunya merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Yang terjadi setiap tahun adalah pernyataan pejabat yang berusaha menyejukkan suasana tanpa berusaha menggali akar permasalahannya tapi hanya ikutan latah berkomentar. Di kalangan umat Islam sendiri selalu muncul pro kontra lengkap dengan dalil-dalil yang di kutip dari kitab suci untuk membenarkan pendapat masing-masing. Setiap bulan Desember hal ini sudah menjadi sesuatu yang rutin dan biasanya pada saat tahun menjelang pemilu menjadi lebih hangat karena dibumbui oleh motif politik. Dipandang dari sudut kebangsaan kontroversi ini sangat tidak produktif dan hanya merusak rasa persaudaraan diantara kita. Sayangnya setiap tahun selalu ada pihak yang rajin menghembuskannya entah apa motivasinya. Yang jadi pertanyaan sampai kapan hal ini terus terjadi, apakah sampai hari kiamat? Atau sampai saat Indonesia terpecah belah menjadi wilayah berdasarkan  agama?

al amn:
Ini yg saya sukai dg mbak erika melihat permasalahan dari sisi yg berbeda dan menjadikan pengetahuan baru buat kita

Selamat Natal untuk  teman teman yg merayakan dan selamat Tahun Baru buat semua GBU!

.:M:.:
Setuju Mba Erika!

Jiwa Pancasilaisnya malah teruji lewat rongrongan itu, karena DNA Nusantara kita kental toleransinya..walaupun ada yang butuh waktu untuk aktivasinya..

Buat yang ndalangi ngehambat Indonesia Maju, udah bukan eranya lagi...dah lewat, sekarang masanya penebusan dosa masa lalu, semakin nekad = gali kubur sendiri.

Garuda Pancasila bergegas lepas landas

Jemima Mulyandari:
Thanks buat artikelnya Mbak Erika. God bless you.

Kolik2000:
Yang aneh, kenapa saya dipanggil "mbah"

Heri:
ngelu tho?

harriz salim:
Mbahnya para penulis , yg lain merasa lbh muda

Togog:
Yang lucu ya yg jualan-2 itu, sdh berani menstatement melarang.. pas viral jd kebingungan sendiri dgn membatalkan dan melakukan klarifikasi. Iman mrk kalah sama duit ?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saya Muslim Dan Saya Melihat Dampak Dari Isu Pelarangan Natal yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/saya-muslim-dan-saya-melihat-dampak-dari-isu-RWUMk5I8ZE

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: