You Now Here »

Benarkah Kepercayaan Rakyat Terhadap Jokowi Mulai Luntur?  (Read 193 times - 37 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,233
  • Poin: 23.310
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Benarkah Kepercayaan Rakyat Terhadap Jokowi Mulai Luntur?
« on: December 28, 2019, 01:09:20 PM »




B-Over:
Benar! Jangan baper jika Jokowi dikritisi secara keras sekalipun. Sama halnya seperti pilkada DKI. Kasus Ahok berbeda dengan radikalisme dan intimidasi yang merebak di jakarta pada masa pilkada tersebut.

Jokowi sangat benar tidak mengintervensi kasus hukum Ahok. Tetapi hanya diam terhadap terhadap radikalisme dan intimidasi sekelompok warga terhadap kelompok warga yg lain, itu planga plongo namanya. Diamnya pemerintah mengakibatkan satu kelompok makin merasa pemerintah tidak bernyali sehingga mereka ini makin berani.

Opa patompo:
Saya tidak akan tutup mata, dan juga akan bersedih bila berada di posisi "tersudut" akibat ulah kelompok itu... dan bertanya 'sampai kapan'?
Tp masih berharap, semoga tidak lama lagi pembersihan di pemerintahan selesai, untuk pembersihan di masyarakat...

B-Over:
Jika pemerintah khususnya Jokowi seperti tersudut, seperti serba salah karena pertimbangan konsekuensi yang besar, cara terbaik ya seperti yang dimaksud artikel ini. Teruslah mengkritisi. Sudah bukan saatnya yang waras mengalah diam.

Opa patompo:
Betul... mengkritik untuk membangun...
Semoga di-dengar dan di-respon lebih cepat...

Sniper of Siantar:
Menurut saya..negara ini ibarat tubuh dengan organ yang ada.
Jika ada masalah di organ kaki apakah otak yang menggerakan kaki lantas tidak bereaksi? Sangat bereaksi..mulai dari merasakan sakitnya pertama kali (tanpa meraung) sampai pengobatannya hingga sembuh.
Dokter & obat hanya saran & sarana pengobatan..tapi tetap otak yang berperan untuk proses penyembuhan. Itu perlu waktu yang jelas beda jika organ jantung yang bermasalah.
Pada saat kaki dalam proses pengobatan..apakah otak mengabaikan organ lain? Tidak..karena yang patah kaki masih bisa makan dan menonton TV.
Artinya organ kaki penting tapi yang lain juga penting dan harus tetap berfungsi.

Negara juga begitu..
Presiden sebagai "otak" bukan tidak (ada juga yang mengatakan lamban) bereaksi, justru saat ada masalah di "organ" negara ini yang pertama bereaksi adalah beliau (saya dan yang lain baru tahu dari media dan belum tentu bereaksi pula..).
Dengan saran (kritik/masukan/bahkan cacian) yang diterimanya dan sarana yang tersedia mulai melakulan proses penyelesaian..dan itu ada waktunya. Bisa lama (bahkan lama sekali) bisa cepat (bahkan cepat sekali).

Udah ah..ntar jadi penulis bukan komentator. ??? ??? ??? ???

#sampaisaatinitetapJOKOWI

Ari Kurnia:
Walau Saya pendukung Pak jokowi tapi lama kelamaan diamnya memang mesti di kritik, bukan berarti ga mau Tau atau ga mau intervensu soal kasus2 yg terjadi. Krn Ada yg bakalan ngelunjak kalau terus menerus didamkan berbuat sesukanya.
Come on pakde, jangan diam terlalu lama negara sedang dalam kondisi kritis intoleransi terutama dalam dki jakarta

hari setyawan:
Mau tanya, apa prestasi seorang luhut smp dijadikan mentri segala urusan...urusan investasi pun dirangkapnya pula

Terakhir kali tour lobi minyak sawit ke uni eropa pun tak tampak hasilnya

Zeffanya N Zeevanka:
Saya suka tulisan Lae, walaupun jokowidiehard msh open utk kritisi.

Alex Rustandjaja:
Periode kedua berarti periode terakhir Jokowi. Para elit pendukung Jokowi mulai sekarang mulai melirik kiri kanan siapa gerangan yang akan didukung tahun 2024 agar tetap bisa kebagian kue kekuasaan atau paling tidak kue anggaran di pemerintahan baru. Jangan heran kalau mulai sekarang ada suara-suara negatif mulai dihembuskan oleh para oportunis tersebut dan lihat saja pada tahun terakhir pemerintahan Jokowi kaum oportunis ini akan memunggungi Jokowi karena tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari dia. Begitulah politik..

TMP2:
Sbg pendukung Jokowi yg sehat jasmani dan rohani, akan benar-benar memanfaatkan periode terakhir ini utk terus menuntut, mengawal dan mengkritisi, bukan malah menganggap dikit-dikit "langkah catur yg ciamik" tapi ujungnya ga ada perbaikan/perubahan, bahkan berulang-ulang masalahnya. Ini sih sama saja dg main aman dr resiko terguncang, tapi bebannya pindah ke pemimpin/periode selanjutnya.

Jokowi akan selesai 2024, sementara pr negara ini masih banyak sekali, dan mudah2 semakin banyak pula yg bisa dikerjakan/tuntaskan oleh pemerintahan Jokowi ini, khususnya ttg pemerataan keadilan sosial dan penegakan hukum yg masih jauh tertinggal.

Mari trus pertanyakan arti dan implementasi kongkrit dari TIDAK PUNYA BEBAN.dan HANYA ADA VISI MISI PRESIDEN dlm hal kepentingan hajat hidup rakyat dan masa depan negri ini.

Keberhasilan menteri adalah prestasi pemerintahan Jokowi. Kegagalan menteri ??. Sudah gagal masih menjabat ??

Selanjutnya kita akan terus bertarung mendukung tokoh berbeda. Jokowi salah satu pemimpin negri ini, bukan satu2nya, ga ada kamus "baper" dlm hal ini, karena memang begitu siklus negri ini !!

Opa patompo:
Setuju...
Meng-kritik, mengawal pemerintahan dalam pembangunan NKRI... keberhasilan ada yg naik, ada yg turun, ada yg jalan di tempat, ada yg langsung terjun bebas ke dasar...
Entah apa strategi presiden jokowi dlm membangun... ada yg sudah maju duluan karena tidak ada halangan... ada yg tersendat karena banyak kaki seribu (kalo gurita masih bisa terhitung tentakel-nya)... ada yang terjun indah... dan semua menjadi penilaian presiden jokowi...
Semoga menjadi lebih baik pemerintahan ini, dan terus berjaya NKRI...

lexy:
yg namnay radikalisme itu kaitannya dgn prinsip hidup kalaupun organisasinya sudah dibubarkan kalau prinsipnya tetap melekat pada diri anggotanya y percuma,karena itu ada yg namanya deradikalisasi dan ini jalan yg dipilih pemerintah untuk menyelesaikan masalah radikalisme karena sebenrenya seperti yg dibilang prof.mahfud di ILC kalau pemerintah mau, nangkepin pimpinan HTI satu-satu itu gampang bgt tapi apa itu akan menyelesaikan masalah?
kekurangan program deradikalisasi cuma satu,butuh waktu dan kesabaran g bisa instan kaya bikin mie gelas karena ini hubungannya dgn prinsip hidup

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Benarkah Kepercayaan Rakyat Terhadap Jokowi Mulai Luntur? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/benarkah-kepercayaan-rakyat-terhadap-jokowi-mulai-AlbgEJZ6sx

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: