You Now Here »

Surat Terbuka Untuk Jokowi: Cabut/Revisi SKB 2 Menteri Tentang Pembangunan Rumah Ibadah  (Read 84 times - 57 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,618
  • Poin: 21.695
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




harriz salim:
Semoga terkabul.....

Roni Tentua:
Amin

B-Over:
Surat terbuka ini baik adanya dan saya juga berharap sama seperti penulis. Namun secara pribadi, saya lebih berharap pemerintah lebih aktif mendorong dan menerapkan nilai-nilai toleransi sesuai dengan dasar negara kita dan UUD. Adapun segala bentuk radikalisme harus ditumpas secara tegas dan cepat. Inilah harapan terbesar saya yang sekaligus saya rasa adalah satu prioritas yang harus dilaksanakan oleh pemerintah kita.

bunawan Suganda:
Kebebasan berpindah agama pun itu juga sepantasnya merupakan kebebasan beragama.

Fredilin Napster:
Ajukan keberatan ini ke menteri agama, sesuai urusan spesifiknya, supaya tepat guna, lebih tepat sasaran atau ke DPR, Jokowi sudah sangat sibuk

asem kecut:

(click to show)


asem kecut:
Mahfud Md mengakui SKB itu sudah lama dibicarakan di tingkat menteri. Namun beliau menegaskan bahwa menteri terkait  tidak bisa begitu saja mencabut SKB tsb karena dasar hukumnya masih berlaku. Karena itu disarankan untuk uji materi ke MA sebagai langkah awal untuk mengganti aturan (SKB) tsb.
Tempo 26/12/19

Joko Yuniarso:
Saudara-saudariku sebangsa setanah air semua,tanpa mengurangi rasa hormat dan persaudaraan dalam perbedaan, perlu Saya sampaikan, bahwa persoalan agama itu sesungguhnya sangatlah sensitif dan memang bisa menimbulkan gesekan jika tidak di tangani dan di selesaikan secara hati-hati. Bukan kapasitas Saya disini  untuk menolak atau melawan keinginan umat minoritas dalam menjalankan ibadahnya masing-masing, tapi kalian perlu pahami, bahwa persoalan akidah/keyakinan adalah hal utama dalam Islam. Banyak upaya dg berbagai cara yg dilakukan oleh tokoh umat kalian terutama para pastur, pendeta atau tokoh lain untuk menggerus Iman umat Islam atau upaya pemurtadan di suatu daerah yg sebelumnya mayoritas, semakin hari semakin bertambah karena ulah, kerja kalian. Kami sebagai Muslim jelas tidak bisa menerima dan membiarkan itu terjadi, karena bagi kami menjaga akidah Islam pertaruhannya diakhirat kelak dihadapan Alloh SWT jika kami meninggal, maka apapun upaya menjaga kedamaian, keutuhan akidah Islam dari pengaruh umat agama lain di suatu daerah adalah wajar dg adanya SK 2 Menteri dan itu tidak bisa diganggu gugat. Jangan karena persoalan ini seolah SK tersebut pilih kasih, atau tidak adil. Persoalannya bukan itu sebenarnya. Umat Islam tidak melarang umat lain dalam melaksanakan ibadahnya dalam suatu daerah kantong Muslim mayoritas misalnya asal ditempat sendiri, tapi persoalannya jauh ke depan yg dikhawatirkan umat Muslim adalah upaya pemurtadan terus menerus yg mungkin tidak kami ketahui, tau-tau si anu, si itu sekarang sudah berubah keyakinan bukan Muslim setelah tempat ibadah kalian ada di situ, ini salah persoalannya saudara2ku. Jadi mohon Maaf, jangan kalian ini sebut radikal, intoleransi tapi upaya pemurtadan jalan terus, apa itu adil dan patut?. Sekarang Saya mau tanya, misalnya kalian mendirian gereja di daerah mayoritas muslim, semula umat kalian hanya 10 misalnya, tapi semakin lama jumlah kalian semakin bertambah dan keimanan umat Muslim di daerah itu justru semakin berkurang dan apakah mungkin jika bertambahnya jumlah jamaah kalian karena orang dari jauh yg datang ke gereja itu atau lain daerah?, Saya rasa tidak, nah itu yg kami umat Islam tetap mendukung SK 2 Menteri tersebut.

Edy Wu:
Serius lu?? Di lingkunganku ada rumah ibadah yg tiap hari selalu memakai pengeras suara utk berdoa, ceramah pun pakai pengeras suara.. Ceramah keagamaannya pun jelas terdengar sampai ke rumah saya, tapi sudah puluhan tahun suara2 tsb yg secara tdk langsung menjadi bagian dari lingkungan rumah saya itu, saya kok tidak murtad2 jg..harusnya kalau menurut anda..pasti saya sdh murtad puluhan tahun yg lalu bukan? Anda bisa paham maksud saya? Jgn picik lah sob..

Santun:
Kalu beriman dalam satu agama, tidak akan seseorang beralih dari agama yang dianutnya.

TMP2:
Ini serius ??...kok, tdk percaya diri dg  keyakinannya sendiri...kok, khawatir dg keyakinan orang lain yg tdk diyakini ??.

Chandra von Caledor:
Islam KTP kali, gampang banget dipengaruhi macem macem

Hinamata:
poor,. shame on him

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Surat Terbuka Untuk Jokowi: Cabut/Revisi SKB 2 Menteri Tentang Pembangunan Rumah Ibadah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/surat-terbuka-untuk-jokowi-cabutrevisi-skb-2-3L9QIa0Rlr

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: