You Now Here »

kemenangan yang tidak terduga china - korea dalam perebutan piala thomas  (Read 6034 times - 49 votes) 

DANNY

G-Plus Author
  • ADMINISTRATOR
  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • *
  • DANNY sangat terkenal!DANNY sangat terkenal!DANNY sangat terkenal!DANNY sangat terkenal!DANNY sangat terkenal!DANNY sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: September 30, 2009
  • Posts: 11,930
  • Poin: 194.223
    • WWW
  • IP member tracker Logged




Tak ada yang menyangkal jika tim putri China menjadi favorit juara Piala Uber 2010 ini karena mereka datang dengan kekuatan terbaiknya. "Negeri Tirai Bambu" ini memboyong Wang Yihan, tunggal putri nomor satu dunia; Wang Xin, tunggal nomor dua dunia; serta dua ganda peringkat teratas, Ma Jin/Wang Xiaoli (peringkat 1) dan Du Jing/Yu Yang.

Dengan empat pemain ini saja, China diperkirakan akan menggondol kembali gelar Piala Uber yang sudah mereka rengkuh enam kali berturut-turut sejak 1998. Kekuatan yang dimilikinya membuat "Tembok China" ini pasti sangat sulit untuk diruntuhkan.

Benar sekali, China mengawali kampanyenya untuk meraih gelar ketujuh tanpa putus dengan hasil yang menakjubkan. Pada babak penyisihan Grup A, Wang Yihan dan kawan-kawan menggasak Amerika Serikat dan tuan rumah Malaysia dengan skor 5-0. Kemenangan pun diraih dengan sangat sempurna karena tidak kehilangan satu set pun.

Melangkah ke perempat final sebagai juara grup, China lagi-lagi menunjukkan superioritasnya. India yang menjadi penjegal di babak delapan besar ini berhasil dilewati setelah menang 3-0, meskipun di sini Wang Yihan sempat dipaksa bermain rubber set untuk menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series 2009, Saina Nehwal, dengan 14-21, 21-11, 21-18.

Pada semifinal, China kembali ke trek yang sesungguhnya. Mereka meluncur cepat untuk meraih tiket final setelah mengalahkan Indonesia—satu-satunya negara yang pernah menghentikan rekor lima kemenangan beruntun China di Piala Uber pada tahun 1994 dan 1996—dengan angka 3-0. Lagi-lagi, tiga kemenangan itu diraih tanpa perlu kehilangan satu set pun.

Performa China pada semifinal ini semakin memberikan gambaran yang jelas bahwa mereka bakal merengkuh gelar ke-12. Lawan yang dihadapi di final pun adalah Korea Selatan, negara yang lima kali mereka kalahkan pada final tahun 1988, 1990, 1992, 2002, dan 2004.

Tak heran jika pelatih kepala China, Li Yongbo, sangat optimistis bahwa trofi turnamen bulu tangkis beregu putri ini akan tetap berada di pangkuan. Pesta kemenangan pun akan segera digelar.

"Pertandingan final pasti sulit, tetapi hasilnya tetap sama. Kami akan jadi pemenang lagi," ungkap Li, Kamis (13/5/2010). "Kami telah mengalahkan Korea Selatan dalam lima pertemuan terdahulu, juga di partai final. Hari Sabtu nanti akan jadi pertemuan keenam. Tidak ada kemungkinan lain. Bisa dipastikan, China akan jadi juara lagi," ungkapnya.

Optimisme China ini juga diperkuat oleh fakta yang menyertai perjalanan Korea menuju final keenamnya. Tim "Negeri Ginseng" ini harus kehilangan satu poin saat menjegal Jepang pada semifinal, menyusul kekalahan tunggal kedua Bae Youn Joo dari Ai Goto dengan 10-21, 20-22.

Ini membuat manajer Korea, Kim Jong-so, tak mempunyai mimpi muluk karena baginya maju ke final saja sudah merupakan langkah yang hebat. Pasalnya, pada semifinal itu Korea tak diperkuat dua pemain inti yang kondisinya tidak fit.

Namun, hasil pertarungan final sungguh di luar dugaan. "Taeguk Warriors" bermain sangat agresif untuk merontokkan "Tembok China" yang sangat kokoh. Nama besar para pemain China tak membuat nyali para pemain Korea ciut. Sebaliknya, mereka malah tampil garang.

Pada partai pertama, tunggal utama Korea Bae Seung Hee membuat Wang Yihan tidak berdaya. Bola lob plus semangat pantang menyerah dalam menghadapi serangan lawan membuat Bae berhasil meruntuhkan tembok pertama China itu dengan straight set 23-21, 21-11.

Setelah itu, giliran Ma Jin/Wang Xiaoli digilas ganda pertama Lee Hyo-jung/Kim Min-jung. Pasangan utama China yang merupakan pemain nomor satu dunia itu ditaklukkan dengan skor 18-21, 21-12, 21-15 dalam waktu 1 jam 6 menit.

Dua angka pertama itu membuat Korea berada di atas angin. Tembok China yang selama enam perhelatan terakhir Piala Uber berdiri sangat kokoh, secara perlahan, mulai digerogoti hingga goyah.

Wang Xin mencoba untuk menegakkan kembali tembok China setelah berhasil mempertipis ketertinggalan menjadi 1-2. Meskipun harus dengan susah payah, tunggal kedua China yang merupakan pemain nomor dua dunia ini bisa menang 21-14, 16-21, 21-7 atas Sung Ji Hyun.

Pada partai keempat yang memainkan nomor ganda, Korea berhasil merobohkan tembok China. Lee Kyung Won/Ha Jung Eun menunjukkan semangat yang luar biasa saat mengalahkan ganda nomor dua dunia, Du Jing/Yu Yang, dengan 19-21, 21-14, 21-19, dalam pertarungan berdurasi 1 jam 19 menit.

Kemenangan ini membuat tim Uber Korea bersorak sorai karena untuk pertama kalinya mereka merasakan gelar juara turnamen tersebut. Hasil ini pula yang meruntuhkan tembok China, yang selama ini sangat sulit digerogoti (termasuk oleh Korea dalam usaha pada lima final sebelumnya).

sumber

ga peduli ah sapa yg menang...
yg jelas pemain dari ASIA mantabs2....
  :iloveindonesia


View Mobile Web Short URL: