You Now Here »

Apakah Anies Baswedan Bisa Digugat Dengan Class Action? Ini Jawaban Hukum Saya  (Read 177 times - 50 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,244
  • Poin: 23.321
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Edwin Hendra Kusuma:
Masuk akal sih, kalau kita fokus ke banjirnya. Bagaimana kalau dari sisi lain, misalnya kegagalan antisipasi banjir, termasuk dengan tidak diteruskannya normalisasi sungai? Bisakah dia dituntut untuk itu?

Tony Gede:
Yg jadi masalah adalah ga ada program yg dijalankan serius.

Katanya mau naturalisasi, ga jalan.

Katanya mau bikin 1,8juta titik utk vertical drainage, sampai saat ini baru 6500 titik.

Saat banjir, ga ada antisipasi.  Pompa2 yg ada banyak ga jalan.  Apakah dimaintenance selama seblum hujan, jg tanda tanya.

Jelas kasus kelalaian di sini ada.

Anggaplah curah hujannya memang luar biasa.  Tapi kalau diantisipasi, efeknya ga akan separah ini.

Protonindo:
Justru itu karna udah ada dari BMKG seharusnya pemprov bisa mengatisipasi / meminimalisir tapi ini cenderung pembiaran, tidak ada tindakan preventif.

Slamet Heriyanto:
1. curah hujan 377+335+265+260+260+246+226=1.969 mm/hari
Anda menyebut curah hujan jakarta 2000 mm/hari, kenapa tidak sekalipiun diambil 30 data curah hujan hingga curah hujan Jakarta 300mm/hari x 30 = 9.000 mm/hari .... sehingga anda bisa bilang WOWWW curah hujan luar biasa. Pantas JAkarta banjir luar biasa.
Mestinya curah hujan saat itu 281 mm/hari
2. Normalisasi atau naturaslisai itu pilihan. Tapi masalahnya 2 tahun lebih ini apa yang telah dikerjakan dan sedang dikerjakan atau akan segera dikerjakan ..... apakah Gubernur terlah bekerja?
3. Kalau pilihan naturalisasi semuanya, jangan cuma sungainya. Tapi semua bangunan harus kembali naturalisasi yang ada diwilayah rawa maupun waduk juga.
4.Kalau mau membandingkan Jakarta dengan Eropa, maka eropa yang mana. Belanda yang dibawah laut apakah melakukan naturalisasi?
5. Untuk apa anda mengatakan tidak membela ANies, dan anda mengklaim Jokowi. Angin mudah berbelok, saat ada halangan.

Tony Gede:
Bung Ricky.

Soal mau naturalisasi atau normalisasi, itu cuman soal pilihan metode.

Ga selalu naturalisasi itu cocok, karena jg tergantung situasi kotanya.

Belanda toh memakai metode normalisasi, dan mereka sukses mencegah banjir.  Walaupun negaranya berada di bawah ketinggian permukaan laut.

Di Jepang jg ada kota yg memakai metode normalisasi, bukan naturalisasi.

Coba gugel dngn kata kunci "Japan flood catedral".

Bakal ditunjukkan gorong2 beton raksasa utk penanganan banjir di salah satu kota di Jepang.  Utk menyerap air dari permukaan, mereka bangun silo beton raksasa, yg terhubung ke gorong2 raksasa tsb.

Mau normalisasi atau naturalisasi, harus dilihat jg kecocokan wilayahnya.  Yg cocok di satu wilayah, belum tentu cocok di wilayah lain.

Namun jg yg penting adalah keseriusan menjalankan programnya.

Kalaupun misalnya Anies menilai naturalisasi cocok diterapkan, masalahnya keseriusannya ga keliatan.

Contoh aja, vertical drainage yg direncanakan ada di 1,8juta titik, nyatanya sampai skrg baru 6500 titik.

Dan sudah sejauh mana naturalisasinya jalan?

Rasa2nya jauh panggang dari api.  Nyatanya sungai2 di DKI malah makin kumuh dan jorok.

Ricky Vinando:
Lingkungan hidup tetap sama.... caranya menormalisasi juga sama...kalau Sidney menghentikan karena merusak lingkungan..logika hukumnya sama pasti ditmpt lain jg merusak lingkungan..karena sama2 lingkungan hidup manusia bukan lingkungan hidup alien..itu aja simple jwbn Saya. Jd titik beratnya bukan cocok atau tidak cocok..tapi merusak lingkungan atau tidak.. dan di pengadilan ahli yang dihadirkan.. tentu gampang mengcounter nya klau bilang normalisasi ga merusak lingkungan.

piter:
Saya masih meragukan naturalisasi, karena prinsip naturalisasi adalah meresapkan air ke tanah, dan membiarkan air berlama-lama untuk menghidupkan ekosistem. Tanah akan menghisap air, apabila tanah tersebut belum jenuh dengan air. Banjir yang terjadi di awal tahun baru lalu merupakan akibat curahan hujan yang tinggi. Artinya, kemampuan drainase kita untuk mengalirkan air tersebut baik ke sungai maupun ke laut tidak memadai, karena 40% tanah di jakarta ada di bawah permukaan lau atau setidak-tidaknya sejajar dengan permukaan laut. Bukti air laut sudah intrusi di sekitar Monas bahkan mungkin sudah mendekati hotel HI. artinya kejenuhan tanah di jakarta sudah tidak memungkinkan metode naturalisasi di terapkan...  Satu2nya solusi, adalah membuat SEA GIANT WALL dari Tangerang sampai Bekasi Utara. Bendungan ini diharapkan mencegah Banjir Rob, dan menampung air limpahan dari sungai sebelum dipompa ke laut. Bendungan ini juga yang menahan agar air buangan itu tidak balik lagi ke daratan Jakarta.

Zero:
Benar juga penjelasan sob Ricky kita tdk bisa melawan azab Allah..., tp pelebaran sungai jg sngt penting dlm menyalurkan banjir ke danau jg ke laut. Dan sptnya naturalisasinya jg tdk di kerjakan oleh gabener yg semestinya lahan pinggiran sungai di kosongkan dari hunian warga tuk bisa di tanami pohon. Jg tdk diselesaikanya pembuatan tanggul laut bagianya.

Opini Tadeus:
Makasih buat penulis untuk pencerahannya... ??? ?????

Lanina:
Tdk menuntut alam, tp menuntut kelalaian pemprov (breaching duty of care).

piter:
Saya rasa yang kita tuntut kepada Anis, adalah tuntutan kelaian pejabat publik atas kelalian tugasnya sebagai pengayom masyarakat/rakyatnya, kelalaian tersebut dapat kita cari apakah pak Gubernur kita talah melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya, misalnya membersihkan/mendalamkan/melebarkan drainase yang telah ada. Membuat drainase baru, Mengeruk sungai, melebarkan sungai, menurap pinggiran sungai agar air tidak air sungai meluber. Bila Pak Gubernur dapat membuktikan kerja nyatanya selama ini, makan tuntutan class action akan sulit seperti argumen Ricky

Edwin Hendra Kusuma:
Negligence oleh pemprov bisa nggak sih buat dasar tuntutan hukum?

Abu Dias:
boleh ditunggu niiih .....
kepiawaian ahli tata kata beradu pendapat dengan ahli hukum .....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Apakah Anies Baswedan Bisa Digugat Dengan Class Action? Ini Jawaban Hukum Saya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/apakah-anies-baswedan-bisa-digugat-dengan-class-sE6pBuIDJd

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: