You Now Here »

Edan! Anggaran Banjir Dipangkas, Anies Malah Salahkan Masyarakat Dan Media!  (Read 215 times - 73 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,441
  • Poin: 23.518
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Jesse Sihombing:
Ayo anggota DPRD DKI, bapa bapa semuanya wakil rakyat. Segera berhentikan ini si Anies, kok dia yg pangkas dana banjir eh di salahkan media dan rakyat. Segera periksa si Anies ini, jangan ikut donk membajak APBD.

Agung Nugroho:
Indonesia harus waspada pd turunan arab yaman kadrun padang pasir yg jualan agama.
Agama menyelamatkan tapi bisa bawa petaka klu di manipulasi.

No Fear:
Nggak pernah salah tapi EDAN !!!

lebih parah dong si koplok !!

siBaling:
sayangnya, banyak orang baru sadar kalo memang dia memang wong edan....

asem kecut:
Firaunnya zaman nao

No Fear:
Fira'un YamanNao

asem kecut:
Lebih presisi dan mengena ????

jeremy edy d:
Maka sekali lagi opini saya.
Lebih baik semua calon pemimpin yg mau maju dan dipilih menjadi penguasa itu masuk menjadi anggota partai.

Jadi seandainya terjadi kesalahan atau kebodohan pemimpin, secara tidak langsung ada partai yg akan diminta tanggung jawab dan pada periode berikutnya pasti akan dihukum oleh rakyat dan pasti ini menjadi beban partai paling berat kalau dihukum rakyat.
Demikian partai tidak akan berani mengambil resiko untuk mencalonkan seseorang, karena pasti partai akan sangat ketakutan kehilangan kepercayaan dgn resiko lama pemulihannya, juga bisa berdampak secara nasional.

Rakyat akan sedikit punya posisi tawar, tidak seperti sekarang dan hak rakyat hanya habis di bilik suara, setelah itu tak punya hak sama sekali utk meminta pertanggung jawaban, seperti contoh di dki sekarang ini.
Rakyat mau demo minta pertanggung jawaban kemana ?
Tapi kalau itu anggota partai maka setidaknya atas nama rakyat bisa mendemo partai pengusungnya dan partai akan hancur kredibilitasnya.

Ini hanya salah satu cara saja dan pasti banyak yg tidak setuju.

Tetap setia jadi rakyat penonton.

DC:
Lebih baik tidak dari partai, sudah terlalu banyak yang pikiran dan idealisnya harus berkorban demi partai secara mudah. Hingga terjadi tawar menawar posisi kekuasaan. Lebih baik yang sudah terbukti saja, tokoh masyarakat yang dikenal pekerjaannya terbaik baik melalui kegiatan aktivis sosial, yang konsekuen dalam aksi sosialnya maupun yang pernah bekerja di multiple keahlian. Bohong kalau partai tidak akan mengambil resiko. Lihat saja nanti Nasdem masih akan memeluk gabener atau tidak, karena partai itu sama saja sebetulnya. Yang terpenting bisa mendapatkan kursi terbanyak dengan menghalalkan segala cara.

Dari dulu rakyat seharusnya mampu meminta pertanggungjawaban melalui perwakilan rakyat. Apalagi kita itu demokrasi langsung, harusnya kantor representatif partai terbuka 24/7 seperti call center. Lihat tuh Korsel, sama persis, tokohnya punya call center untuk aduan menyangkut politik. Namun kan nyatanya tidak ada di sini, padahal dana kampanye itu berapa jumlahnya....
Cara yang anda sebutkan itu sudah diterapkan dari dulu, tetap error, harus diubah sesegera mungkin.

jeremy edy d:
Bukankah sekarang pencalonan harus melalui partai disamping melaui independen yg mengakomodir kepentingan yg katanya non parpol, apakah ada contoh yg membuktikan independen akan berhasil sampai periode berikutnya.
Kalau sistem partai tidak disetujui dan tidak pernah bermanfaat, lebih baik semua partai dibubarkan saja.
Sistem politik yg seperti apakah yg digunakan diseluruh dunia coba diterapkan kalau memang ada yg terbukti lebih baik.

Saya bukan anggota partai dan bukan pencari kekuasaan, hanya pendapat pribadi dan semoga diskusi di artikel ini hidup.
Biar gayeng... penulisnya jd seneng.
Apapun opini saya, tetap saja saya rakyat yg puas jadi penonton.

DC:
Permasalahannya apakah sistem kepartaian Indonesia itu benar - benar seperti yang Anda katakan? Padahal dinamika politik kepartaian Indonesia itu tidak mampu berubah dan hanya berpusaran kepada satu dua tokoh saja, sebuah oligarki kekuasaan. Dari tokoh Soekarnois hingga tokoh yang mendukung dan ingin mempertahankan orba. Kalau tetap stuck kepada pertarungan kekuasaan dua generasi boomer, kapankah demokrasi Indonesia akan maju?
Bukankah kehadiran partai yang mengusung ideologi keberpihakan, sebetulnya mempertanyakan hal ini? Namun itu dia kesalahan utamanya, mereka membawa - bawa isu primordial dan perpecahan. Bukannya partai yang ingin membawa kemajuan dan ide - ide yang relevan terhadap perubahan zaman.
Sudah banyak contohnya, bahkan dari zaman Yunani kuno hingga Korsel modern. Memang seharusnya partai politik dalam demokrasi itu dinamis, tidak sampai exist hingga berdekade - dekade. Karena parpol adalah representasi dari ide dan visi yang diperjuangkan. Tanpa dinamika parpol, akan menjadi bipartisan seperti Amerika yang seperti sekarang ini. Di mana perubahan itu sangat sulit karena harus berhadapan dengan duo partai jumbo yang mempertahankan ide silent generation dengan ide generasi boomer, sehingga stuck dalam lingkaran black hole antara elit dan dinasti kekuasaan.  Biarlah mereka yang sudah out of date bersatu menjadi partai konserfatif dan bertugas menjadi rem jika kemajuannya kebablasan. Biarkan partai baru masuk dan mempertarungkan ide2nya.

Zero:
Ayooo... Wan Abuddd.. Jangan ksh kendorrr..!! Tetap smangatt ngeless ??? ?????
(click to show)


Padu Delima:

(click to show)


DC:
Gretha Thunberg ??!!!!!

(click to show)


*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Edan! Anggaran Banjir Dipangkas, Anies Malah Salahkan Masyarakat Dan Media! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/edan-anggaran-banjir-dipangkas-anies-malah-aWb7n4wcH8

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: