You Now Here »

Akademisi UGM Jogja Ini Juga Suruh Wan Anies Mundur Dan Balik Ke Kampus. Setujukah Anda?  (Read 57 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,650
  • Poin: 21.727
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Aan Widjaya:
Dari WA: Kita perlu kantong kantong kemiskinan. Wilayah kumuh yg mudah terserang penyakit. Renta dengan bencana banjir. Kita butuh itu. Karena dari sanalah politik jadi hidup. Orang butuh tempat sandaran dan hope lewat politik. POPULISME adalah cara berpolitik untuk MENGIKAT semua ORANG MISKIN, yang patuh dan malas berpikir. Jadi kita harus PELIHARA kemiskinan agar politik menjadi panglima dan PEMEGANG KUNCI KEBENARAN.
Mengapa komunisme itu jahat dan akhirnya bangkrut? Karena ia punya jargon partai kaum poletar (rakyat jelata) namun ia MEMELIHARA kemiskinan Sementara popilisme lenih jahat lagi. Secara sistim rakyat dipaksa tetap bodoh dalam kemiskinannya. Akibatnya rakyat tidak tahu hak politiknya (yang Nilainya sangat tinggi) dan dijual murah karena kebodohannya sehingga selalu tergantung kepada pemimpinnya. Hilang daya kritisnya. Paham radikalisme dalam konteks politisasi agama juga platform seperti itu. Menjadikan pembelaan orang miskin sebagai narasi politik untuk tetap berkuasa atau merebut suatu kekuasaan. Tetapi faktanya tidak pernah politisasi agama itu melahirkan kemakmuran kecuali PERBUDAKAN cara baru lewat otoriterian atas nama firman Tuhan.
Itulah sebabnya ketika saya baca di media massa, gubernur memangkas anggaran penanggulangan banjir tsebesar 742 selama dua tahun, sebetulnya gubernur sedang melakukan politik anggaran agar daerah bantaran kali tetap kumuh dan kemskinan tetap terjaga. Kemiskinan diperlukan agar program populisnya menjadi ICON NASIONAL. Bahwa dia pemimpin yang perduli orang miskin. Bukan pemimpin yang tukang gusur. Kelak dalam pilpres, narasi ini akan dipakainya.
Inilah modal awal untuk 2024 dan dia butuh narasi populisme itu " Anda tahu, saya dipaksa untuk menggusur rakyat demi program normalisasi sungai. Tetapi tidak saya lakukan, walau resiko saya harus berhadapan dengan Istana. Tahu mengapa? Karena saya berpolitik keberpihakan orang miskin yang saya bela, bukan orang kaya, apalagi elite partai"
Demikian kelak narasi itu yang akan dilakukan pada pilpres 2024 karena gubernur tahu GINI Ratio Indonesia 38%, yang artinya 62% hidup tidak menikmati pemerataan pendapatan, atau tidak mendapatkan keadilan sosial. Itulah target yang dia harapkan untuk mendulang suara th 2024 menuju Istana. Walaupun saat ini rakyat skarang jadi korban.
Demikian kura kura.

asem kecut:
8)   Wan Anies diminta untuk merenungkan beban yang dirasakan oleh orang tua (bapak ibu) yang telah melahirkannya atau setidaknya beban yang ditanggung dan disangga anak anaknya apabila tahu dan mengerti bahwa anak yang telah dilahirkan atau bapa/ayahnya yang sedang menjabat sebagai gubernur DKI mendapat tambahan gelar sebagai gubernur terbodoh.

Dan saya yakin pak Anies masih bernurani biarpun sementara ini masih terselimuti ego atau .. apapun itu

piter:
Bahwa kejadian banjir di awal tahun, merupakan kuasa Gusti, untuk menunjukan kegagalan Anies mengelola jakarta, bukan saja kegagalan, tapi dia perlihatkan juga kebodohan,kelemahan manejemen, tidak memiliki visi, tidak krratif, lemah dalam leadership, kebebalan yang secara umum sudah diluar akal sehat. Yang paling bahaya dia akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan. Tampaknya dia penganut teori machiavelis yang brutal, sruduk kiri, kanan, bawah dan atas.

piter:
Saat ini Anies menjadi publik enemy untuk sebagian besar masyarakat DKI, mungkin termasuk pemilih dia yang kecewa. Namun Anies juga menjadi sosok "harapan" para penganut bumi datar. Pak Dhe, tampaknya sudah ada cara2 untuk mengendalikan si "kuda liar" ini. Saya yakin tidak akan terlalu lama si "bebal" ini akan dibuat tak berkutik. Ini hanya masalah waktu, semua jalan keluar sudah ditutup dan dikunci oleh pak dhe....

asem kecut:
I hope so ..

Laurentius Ivan:
jadinya malah membodohkan mh yang harusnya cerdas

No Fear:
Nanti malah ngebrainwash mahasewa jadi tukang demo.
Mending jadi guru renang bocah di air banjir ajahh

Widodo SP:
Nah itu yg ditakutin.

Opini Tadeus:
Oh beliyow akan mundur kok..pada saatnya...ketika sudah kasep, terlambat, dan warga DKI sudah menjadi korban....mungkin pada 2025 bila gagal jadi RI-1....kalo sekarang gas pol rem blong merebut simpati rakyat lewat pencitraan, dan meraup kapital sebanyak²nya..mumpung masih bisa....

Widodo SP:
Selak menderita warganya..remuk..

Opini Tadeus:
Selak kasep...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Akademisi UGM Jogja Ini Juga Suruh Wan Anies Mundur Dan Balik Ke Kampus. Setujukah Anda? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/akademisi-ugm-jogja-ini-juga-suruh-wan-anies-ULO824qn7R

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: