You Now Here »

Hukum Agama Untuk Manusia, Atau Manusia Untuk Hukum Agama?  (Read 192 times - 77 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,233
  • Poin: 23.310
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Hukum Agama Untuk Manusia, Atau Manusia Untuk Hukum Agama?
« on: January 12, 2020, 12:16:04 AM »




firman proindo:
Agama yg disebut di artikel diatas adalah Islam.

Martabak Sweet:
Yang belum buta dan belum mabok, tahu, 'tidak semua Agama diciptakan equal'.

Ada yang bertendensi atau beresiko lebih tinggi jadi konslet, secara relatif 1 dari yang lain.

Bayu Aji Nugroho:
Pada dasarnya pemahaman tentang hukum agama memang bisa berbeda beda, tergantung manusia bagaimana memahami dan apa keperluannya.
Saat ini yang terjadi, bagaimana hukum agama digunakan oleh manusia untuk menghakimi manusia lain. Kalau itu yang terjadi berarti hukum agama untuk manusia.
Seandainya manusia sadar akan hakekat penciptaannya, dimana Allah menciptakan manusia untuk saling mencintai, menghargai dan melengkapi satu dan lainnya, berarti manusia untuk hukum agama itulah yang terjadi.
Karena sebetulnya, "KITAB SUCI" yang asli adalah MANUSIA itu sendiri.

Julius DS:
Saat ini melihat sosok agama seperti monster, bukan lagi sosok samawi yang penuh kedamaian.... Teror didunia pendidikan, teror didunia pekerjaan, teror dimedia, teror dilingkungan rumah....

Departemen Agama yang diharapkan bisa menjadi jembatan pilar kedamaian beragama, justru menjadi salah satu sosok ibu monster....

Teringat John Lenon dalam syair lagunya Imagine.......agama hanya membawa petaka....sudah lupa Makan Untuk Hidup, bukan Hidup Untuk Makan.... Demikianlah yang terjadi saat ini dalam beragama

Marzel:
Thanks sob.....
Tulisanmu keren banget.....
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana klo dalam ajaran agamanya yg tertulis adalah halal melakukan kekerasan atau berbohong/takiya kepada yg bukan segolongan dngnya...? Ini khan jadi serba salah bagi penganutnya agama yg bersangkutan. Pengen menjadi orang baik, tapi justru di kitab sucinya sendiri mengajarkan yg berlawanan...

Bayu Aji Nugroho:
Maaf sob Marzel, kalau menurut pandangan saya semua agama, semua kitab suci, sejatinya mengajarkan kebaikan...
??? ??? ??? ???

Martabak Sweet:
Sepertinya tidak deh. Yang belum buta dan belum mabok, tahu, 'tidak semua Agama diciptakan equal'.

Ada yang bertendensi atau beresiko lebih tinggi jadi konslet, secara relatif 1 dari yang lain.

Bayu Aji Nugroho:
Saya setuju itu...
Memang tidak sama, karena disesuaikan dengan jamannya.
Masing2 Nabi, Sidharta Gautama, para Dewa (Trimurti) tergantung masing agama menyebutnya, membawa peran dan tugasnya masing2... Tetapi intinya bersujud kepada SANG PENCIPTA.
Tetapi esensi dari ajaran agama itu sendiri tidaklah berbeda "KASIH SAYANG" dan keselarasan hidup antara sesama manusia.

Jack Jersey:
Kembali pada adagium diatas, “Hukum agama untuk manusia?” atau “Manusia untuk hukum agama?”

menurut pandangan saya: lihat dulu asal kejadian manusia.
lihat alquran bagi yg muslim :
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah (yaitu menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan seluruh larangan-Nya) kepada seluruh langit dan bumi serta gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu banyak berbuat dzalim dan amat bodoh. ” (Al-Ahzab: 72)

Sebenarnya sudah semustinya jelas bagi manusia di seluruh bumi ini bahwa amanah yaitu alquran diturunkan sebagai tawaran bukan suatu ke harusan untuk dipikul,jika keharusan akan menjadikan kebodohan yg berlanjut.islam itu hanya untuk mereka yg cerdas seperti adam dahulu.

semoga bermanfaat,

wassalamualaikum wr.wb,
ustadz sayyid habib yahya

Opa patompo:
Hukum manusia labil, yg doyan mencong kanan mencong kiri

Love The Truth:
Top Mas...Trus berkarya

Erick 73:
Untuk memahami pribadi seorang  manusia, baik pemikiran serta perbuatan nya adalah jika kita juga mengetahui latar belakang kehidupan keluarga, lingkungan, pendidikan, pergaulan dan pengalaman hidupnya. Buah pemikiran orang pasti bisa mirip, hampir sama atau juga berbeda sama halnya dengan sifat dan bahkan juga wajah. Berdasarkan beberapa persamaan seseorang bisa menjadi akrab walau baru beberapa menit bertemu dan berbicara serta bisa langsung setuju dengan buah pemikiran orang lain. Makanya ada peribahasa tak kenal maka tak sayang dan rasa kagum, empati, kasihan bisa makin bertambah atau memudar dan sirna saat kita sudah mengenal seseorang lebih dekat.
Tapi bagaimana halnya dengan mengenal Allah "Sang Pencipta"? bisakah fikiran seorang manusia yang merupakan ciptaan mengenal Pencipta Nya? manusia berusaha mengenal/memahami Allah lewat kitab suci/hukum agama. Apakah berhasil? Tidak akan berhasil jika kita hanya mengandalkan fikiran kita sebagai seorang manusia secerdas apapun kita, kita hanya akan berhasil jika kita memohon Dia untuk mengenalkan diri Nya kepada kita.
Matius 7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. ( 8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

asem kecut:
Isaku mungiki ????
(click to show)


Bayu Aji Nugroho:
Ustadz/kyai yang sudah lulus ngaji diri... (lebih tepatnya)

asem kecut:
Kasinggihan broku, ????

Bayu Aji Nugroho:
Wuaduhhhh.... Santai mawon sob... Itu bahasanya jangan tinggi2, saya masih dibawah.... ??? ??? ??? ??? ????

asem kecut:
anepun sedang belajar ini membiasakan hal yang benar agar tidak membenarkan hal yang biasa.. (piss dong ah)  ✌✌✌

Bayu Aji Nugroho:
Hahahaha? ??? ??? ?????

iam hêylêl:
Melihat apa yg diinginkan Tuhan lewat "mata" manusia, bukan "mata" Tuhan ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hukum Agama Untuk Manusia, Atau Manusia Untuk Hukum Agama? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/hukum-agama-untuk-manusia-atau-manusia-untuk-BXTXJBnIPp

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: