You Now Here »

Memang Lidah Jokowi Tak Bertulang  (Read 47 times - 127 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 21,569
  • Poin: 21.646
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Memang Lidah Jokowi Tak Bertulang
« on: January 14, 2020, 02:02:44 PM »




Bersih bersih:
Solusi paling gampang dan disukai di Indonesia: salawi!!
Semua kejadian ga enak salahnya Jokowi, kalau yg enak2 spt diakui penulis soal infrastruktur, peningkatan kesehatan dan perbaikan di bidang pendidikan itu sudah seharusnya.

Saya sampai harus baca lagi tulisan2 penulis ini sebelumnya yg mmg tidak saya komentari krn alur pemikirannya agak keluar jalur, tapi sah2 saja sbg opini, cuma kali ini harus saya luruskan krn ternyata ke belakang melencengnya makin banyak dan cenderung kudet.
Jadi saya mulai dari Opini Kampung 1, kenapa Jokowi dan Basuki tidak turun tangan sejak 2 tahun lalu padahal tau kalau di DKI pemimpinnya gabener, tanggapan saya:
1. Apa iya Presiden dan Menteri harus turun tangan untuk ANTISIPASI pimpinan daerah yg tidak becus? Apa resiko politisnya? Situ enak ngomong, kalau betulan Presiden dan Menteri INTERVENSI tugas kepala daerah, bisa2 Presiden dimakzulkan krn penyalahgunaan wewenang. Jangan percaya saya, baca lagi saja nara sumber lain, cukup banyak kok.
2. Kenyataannya (anda mungkin menulis terlalu dini krn data ini blm ada) hasil survey Kementrian PUPR ada 178 titik masalah yg menyebabkan parahnya banjir kmrin - saya sdh komen anggap yg 62 limpasan air adalah urusan normalisasi/ naturalisasi yg ruwet, tp 116 titik lain adalah krn pemeliharaan yg tidak rutin dilakukan, kalau dikerjakan dg frekuensi dulu dikerjakan Jokowi-Ahok pasti lain akibatnya.
3. Jelas-jelas Presiden tidak bisa memberhentikan gubernur, jangan dipaksa nanti baliknya ke no.1.

Opini Kampung 2 - anda memasukkan MUI dalam reformasi birokrasi ya jelas2 salah. MUI bukan bagian dari birokrasi.
Kesalahan utama lainnya adalah bahwa tugas utama MUI menetapkan fatwa halal tidaknya makanan yg dikonsumsi - waduh anda ketinggalan kereta, sudah banyak kali dibahas soal ini termasuk di Seword. Justru salah satu keberhasilan Jokowi cq Menteri Agama di periode 1 adalah menarik kembali sertifikasi halal ke Kementrian Agama. Ini adalah cara halus Jokowi memotong jalur logistik yg selama ini disalahgunakan oleh (oknum2 di) MUI utk mencari dukungan suara dg imbalan finansial.

Tulisan di atas ini, memang betul Jokowi menegaskan akan mengawasi dg ketat penggunaan APBN krn beliau Presiden, lha kalau APBD - yg ngawasi sdh banyak mulai dari DPRD, BPK, Kementrian Dalam Negeri, Polri lewat satgasus korupsi, Kejaksaan, KPK, kalau mereka semua kongkalikong trus jadinya salah Jokowi? Yang bener aja!!

Anda menyinggung juga soal kerukunan antar golongan, diskriminasi, intoleransi - satu hal yg pasti bahwa SKT FPI tidak diperpanjang, tolong lihat hasilnya bahwa mereka sekarang tidak bisa lagi menerima hibah APBD krn bukan ormas yg terdaftar, pernah bayangkan berapa banyak dana hibah yg mrk peroleh sbg ormas yg menyebar di seluruh propinsi, kabupaten dan kota? Memangnya kalau mrk kepengen banget bikin cabang itu cuma krn kurang kerjaan? Ada amplop yg diincer atuh! Kira2 bgmn efeknya dg kegiatan jalanan mrk - nah kalau anda mau berbuat sebagaiman balasan komentar anda di artikel ini, hitung saja perbandingan kegiatan mrk thn lalu dan thn ini, ini hasil kerja Jokowi goyang lidah.

Melakukan kritik itu tidak enteng, yg enteng nyinyir (saya saja sdh berpikir panjang dan menyiapkan data masih dibilang nyinyir! Bayangkan!), tapi balik lagi ke diri kita, sudah kah data dan fakta kita solid. Bagusnya forum ini adalah forum opini, jadi seringnya opini yg muncul krn masih kudet info dan data seringnya dimaklumi, tapi kalau sudah berani menyasar Jokowi ya mbok lebih teliti. Gitu aja.

Opini Tadeus:
Reply saya yg pertama dipending, entah kenapa ????

Opini Tadeus:
Ini apa reply sy dihapus oleh admin ya? ????
Saya cm ingin nambahkan buat bung @bersih bersih, anda ada bakat sebagai penulis lho....boleh dicoba untuk menulis artikel di Seword sebagai penyeimbang....

Sekali lagi terima kasih atas komen dan waktu anda untuk membaca artikel saya...

Johan Mulyadi T:
NKRI harga mati! Jaya Indonesia! Heroic sekali kalimat penutupnya. Padahal isinya hanya mendiskreditkan orang dengan cerita yang isinya berusaha menggiring opini pembaca untuk mengiyakan apa yang ditulis. Opo tumon?

Opini Tadeus:
Lah...ga boleh ya? Trus harusnya apa yang saya tulis di penutup? moga2 NKRI hancur? Jadinya orang yang mendukung NKRI ga boleh kritik pemimpinnya, gitu?

Albert Adlyn:
males gw kalo lihat ada yg komen itu langkah catur atau langkah kuda jokowi, yg komen sendiri sebenarnya tidak tau apa2 pikiran jokowi namun selalu melakukan pembelaan tiada henti.
kritik jika salah, puji jika benar gitu aja koq repot hehehehe

Opini Tadeus:
Kelihatannya ga boleh ngritik di sini bung....bolehnya main catur saja...

hoetomo:
Sulit buat Pak Jokowi yang hanya punya SEGELINTIR pembantu2nya yang punya integritas .
Beban pak Jokowi berat sekali .
Pejabat2 level1, level2 ,level3  meragukan integritasnya.Contoh: BUMN.
Pejabat daerah yang bandel ,contoh: anies
Mafia2 ,koruptor2 dibantu politikus2, media2  yang ingin merongrong.
Kalau main catur pak Jokowi menghadapi BANYAK papan catur dan lawan2nya bukan pemula pula.

Opini Tadeus:
Semuanya dimulai dari satu langkah kecil....berharap efeknya bisa seperti bola salju...

rashid netz:
Sejak menang pilpres agaknya pakde melayang di awang2... Lupa sama apa yg dia perjuangkan, terutama menyangkut kebhinnekaan. Siapa yg tahu apakah beliau sdg main catur atau memang tidak tahu keadaan sebenarnya di level bawah? Menteri2nya juga tdk sigap thd isu2 populer, walaupun sdh ada wamen. Cuma sesekali kita lihat Ngabalin, Mahfud mengcounter komen2 oposisi. Isu SARA tdk tersentuh sm sekali.

Opini Tadeus:
Saya lebih memilih tindakan nyata drpd cuma cuap2 mengcounter di media... useless...

Yeska Haganta:
i like the criticsm. Yeah, i realize this president is "a little sc*m"

Opini Tadeus:
Well at least the best from the worst ????

Yeska Haganta:
yup

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Memang Lidah Jokowi Tak Bertulang yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/memang-lidah-jokowi-tak-bertulang-SdlYa1YAPH

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: