You Now Here »

Kasus Jiwasraya Dan Asabri: Simbolisme Jokowi Yang Kalem, Pelan Tapi Tegas Mendidik  (Read 89 times - 62 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,090
  • Poin: 22.167
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Njoto:
Begitu kejagung menangani kasus mega triliun jiwasraya dan asabri, langsung kelihatan kasus yg ditangani kpk seperti recehan dan kaleng-kaleng... ibarat remahan rengginang

Bersih bersih:
Betul... karena utk beberapa periode kepemimpinan mereka salah asuhan, habis pemimpinnya ikutan korupsi (mental mrk sendiri terutama) bukannya memberantas. Semoga pimpinan baru dg dasar hukum yg baru bisa membenahi dulu di dalam, kemudian membuat KPK bersinar lagi.

San Tuy Wele Wele:
haha aha aha
iya.. double kasus trilyunan tuh... double tap, double shot, double kill (ups tervonis bersalah hanya jika yuridiksi gak dimainin sama godfather ya..)

FAUZi:
Apapun kehebatannya sesuai opini penulis, namun tetap ketakutan akut dan takluk serta sembah sujud kepada kadal gurun, kecoak septik tank berdaster, cingkrangan, jenggotan dan mahluk sejenisnya dan gerombolannya membuat semua jadi tak berarti.

Buktikan dulu dengan membasmi kadrun kadrun itu, kembalikan Indonesia kepada jati dirinya dan budayanya ... yang lain akan otomatis membaik

TMP2020:
Saking cintanya, sampai buta dlm pembenarannya,

Kesimpulannya, selama Presiden Megawati (±2 tahun) dan SBY (10 tahun), kasus Jiwasraya tidak mampu dibongkar.


Jokowi jg tdk mampu dlm 5thn kok, tapi situ memaklumi kan ??

Dimaklumi bahwa dalam periode pertama, korupsi raksasa Jiwasraya atau Asabri dan lain-lain, belum bisa diutak-atik.


Ini ga melanggar sumpah jabatan ??. Kebetulan lanjut, kalo ga ??. Jadi kita maklumi kalo Presiden "main aman" demi kekuasaan tdk terguncang ??. Berlaku utk semua Presiden ato Jokowi saja ??

Belasan tahun, kasus ini dibiarkan membengkak terus. Seperti bisul yang terus merusak jaringan tubuhnya. Baru di era Jokowi, kasus ini berani dibongkar.


Bukankah Jokowi ikut mendiamkannya pd periode 2014-2019 ??

Kalo saat ini kita bicara era Jokowi, brarti kita melulu bicara periode pertama, karena periode kedua baru berjalan 3 bln, blom ada jejak fakta hebatnya.

FAUZi:
sepakat........

Bersih bersih:
Saya jawab alur komentar ini di sini, plus menjawab komentar saudara Fauzi di atas.
Intinya kalian @TMP2020 dan @FAUZI ingin katakan bahwa Jokowi ikut bertanggungjawab atas kasus Jiwasraya ini dan beliau itu penakut.
Sanggahan saya - mungkin penulis saking antusiasnya menuliskan bahwa Jokowi mendiamkan saja kasus ini di periode 1 - yg dimaksudkan adalah Jokowi memilih konsentrasi bidang lain yg ingin beliau KERJAKAN lebih dulu, dan itu ada HASILNYA, ya balik lagi infrastruktur yg waduk dan jaringan irigasinya, pelabuhan, bandara, jalan negara dan jalan tol, dll. Kalau kalian tidak memperhitungkan hal ini sbg 'pembenaran' bagi penulis - ya simpan saja protes kalian dalam hati karena sampai sebelum Jokowi mana ada sih Presiden yg sanggup membangun infrastruktur sebanyak itu tanpa mangkrak dalam periode 5 tahun saja!!
Sudah jelas?! Apakah Jokowi tidak tahu ada kasus Jiwasraya? Pasti tahu - anda lgsg bilang lah itu membiarkan dong namanya.
Saya bilang, Jokowi konsentrasi bidang lain dulu, krn menyelesaikan kasus Jiwasraya di periode 1 bukan saja hampir pasti tidak akan selesai (beliau blm tancap kaki dan apakah Menteri BUMN waktu itu sanggup diajak perang?), malah KERJA yg lain akan terbengkalai.
Apakah Jokowi yakin akan ada periode 2? Beliau pasti berharap krn msh banyak KERJAAN yg hrs diselesaikan, tapi seandainya pun tidak dan berarti kasus Jiwasraya tidak ada yg sentuh - just too bad! - tetapi utk Jokowi sasaran KERJA beliau (yg HANYA infrastruktur) tercapai.

Kedua soal Jokowi penakut menghadapi kadrun.
Pertama Jokowi bukannya penakut - contohnya banyak, bukan cuma yg politis seperti membubarkan Petral dan menyita harta Klan Cendana, yg pribadi harus maju di depan, beliau jalani - ketemu massa 212, kasus bon dan terorisme beliau selalu hadir di bawah 24 jam, ke Laut Natuna Utara, dll.
Kalau kadrun masih bertebaran - Jokowi sedang bekerja dg memotong logistiknya - ngapain lagi ribut2 dg pasukan nasbung, pabriknya nasbungnya yg ditutup.
Di mana pabrik nasbungnya? BUMN (periode lalu ada pabrik nasbung di MUI aka sertifikasi halal yg sdh ditutup! Plus tdk memperpanjang SKT FPI jg menutup pabrik nasbung mrk lwt jalur hibah pemda/pemkot!) - anda mau bertanya lagi - kok baru sekarang? Lihat lagi jawaban soal pertama di atas ya.
Gitu aja.

San Tuy Wele Wele:
gue setuju sama id bersih2...
lagian utk kasus besar gitu perlu peran "whistlerblower"...
bukan peniup peluit tapi harus ada saksi dan bukti baru bisa mulai terbongkar..
kalau dibongkar sebelum ada yg mau bicara atau "menyanyi" ya bakalan dituntut balik kan?
ya syukurilah akhir2 ini baru ter-"blow" kasus2 besar..
namun semua ini ada resikonya yaitu perang lawan godfather (bapak2 rasa dewa)
tolong please jangan bilang jokowi penakut... itu gak adil namanya

TMP2020:
Bahwa kemudian ada yg mengartikan berbeda, ya sah2 saja kok, karena satu tulisan/artikel bisa mengandung banyak arti bagi pembacanya. Ato situ sdh lebih penulis drpd penulisnya ??

Saya menggunakan quote di kalimat yg tertulis diartikel dan menggunakan tanda tanya utk penulis, bukan berasumsi sendiri, karena hanya penulis yg tahu maksud dan tujuan isi artikel ini.

Situ menggunakan argumen skala prioritas "infrastruktur" dlm 5thn pertama. Bagaimana dg Megawati yg ikut disebut dlm artikel ini, tdk mampu membongkar kasus Jiwasraya, dg hanya kurang dr 3thn hrs menghadapi kebangkrutan negara akibat krismon, TAP MPR ttg KKN hingga terbentuknya KPK, pemilu/pilkada langsung ??

waterlemorange:
Quote yg anda gunakan ya ngerti lah ????
Itu lohh yg anda bold, kalimat paling awal yg mengundang utk ditanggapi.
I'm quite agree with @krisgautama:disqus
Soal Megawati, itu anda sudah tau, sudah ngetik prioritas pemerintahan Megawati saat itu di krismon dkk. Ya balik lagi ke skala prioritas saat itu aja sih, case Jiwasraya bukan diabaikan dibiarkan, tapi skala prioritasnya apa dan dimana.

Generalnya saat ini sikap kita bukannya lebih baik bersyukur, mengapresiasi, mendukung, mengkritisi semua improvements yg positif yg sedang berlangsung. Utk apa juga malah atret ngorek2 ungkit2 yg gak penting, faedahnya apa?
Toh penulis juga esensi tulisannya kurang lebih share the positive vibes koq disini. Tidak buta dalam pembenaran saking cintanya.

Atau jika anda memang punya saran yg membangun utk pemerintah dan NKRI, silahkan disampaikan aja toh disini.
Gitu aja koq repot ????

TMP2020:
Monggo kalo situ setuju, bebas saja, dan sy menikmati kok.

Bersih bersih:
Saya menanggapi anda karena kalimat atau judul komentar anda: saking cintanya, sampai buta dalam pembenarannya.
Komentar anda sepenuhnya menyalahkan Jokowi yg mendiamkan kasus ini, nah pendekatan saya ya soal skala prioritas lah, karena sekarang kan kasus ini mulai diproses. Pertanyaannya utk anda: apakah anda tidak senang kasus ini sudah mulai diproses oleh Jokowi? Kalo anda masih ngotot, kenapa baru sekarang? Ini menjadi pertanyaan soal waktu bukan soal niat, betul kan?
Kalau anda memang tidak membenci Jokowi, ya harus bersyukur bahwa Jokowi masih dpt kesempatan 2 periode shg msh sempat membongkar2 BUMN termasuk kasus ini dan nanti masih banyak lagi.
Jadi pertanyaannya kembali ke anda: benci Jokowi? Kalo ga benci ya happy dong masih ada yg bisa dibongkar Jokowi.
Kalo memang benci Jokowi, haha.. fakta dan logika apapun yg penulis paparkan ataupun komentar yg saya tulis ga akan  ada artinya buat anda.

TMP2020:
Kalo situ menanggapi yg di bold....brarti itu ditujukan utk penulisnya.

Lucu jg ya....konteksnya isi artikel ini kok. Situ penulisnya ??

Apakah hrs benci dulu kpd Jokowi, utk bersikap berbeda dg artikel ini ??

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kasus Jiwasraya Dan Asabri: Simbolisme Jokowi Yang Kalem, Pelan Tapi Tegas Mendidik yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kasus-jiwasraya-dan-asabri-simbolisme-jokowi-yang-WubTFPKVgE

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: